Permintaan Emas Meningkat Seiring Melemahnya USD

Permintaan Emas Meningkat Seiring Melemahnya USD

Pada hari kamis, emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange terlihat menguat sebagai akibat dari indeks dollar Amerika Serikat (USD) yang melemah. Namun demikian, risiko yang muncul akibat ketegangan perdagangan yang dimulai Amerika Serikat masih tetap ada.

Dikutip dari Xinhua, Jumat, 6 Juli 2018, kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman di bulan Agustus naik sebanyak USD5,30 atau 0,42 persen dan ditutup pada USD1.258,80 per ounce. Kondisi ini merupakan penguatan emas setelah kemunduran bulan Desember tahun lalu.

Salah satu penyebab penguatan harga emas ini merupakan turunnya indeks USD dan indeks greenback terhadap berbagai mata uang lainnya sebanyak 0,30 persen menjadi 94,13 pada 17:12 GMT. Saat USD turun, maka emas berjangka akan naik karena logam mulia menjadi lebih murah bagi investor yang bertransaksi menggunakan mata uang lainnya.

Kenaikan emas juga disumbang oleh pasar saham yang kuat. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 179,58 poin hari  Kamis waktu setempat atau 0,74 persen menjadi 24,354.40 pada 1722 GMT. Harga emas tergelincir dalam perdagangan elektronik setelah Federal Reserve AS merilis risalah pertemuan kebijakan Juni, tetapi masih tetap di wilayah positif.

para peserta pertemuan the Fed pun mencatat ketidakpastian dan risiko yang diakibatkan oleh kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump.

Di sisi lain logam mulia lainnya seperti perak untuk pengiriman September naik 5,4 sen atau 0,34 persen menjadi ditutup pada USD16,097 per ons. Platinum untuk Oktober turun sebanyak USD4,9 atau 0,58 persen menjadi menetap di USD841.40 per ons.

 

[Source]

Komentar