Calon Jemaah Umroh Diminta Waspada Terhadap Penipuan

Calon Jemaah Umroh Diminta Waspada Terhadap Penipuan

Setiap calon Jemaah umroh pasti menginginkan biaya umroh yang sangat murah.

Namun, sebaiknya calon Jemaah umroh harus curiga dengan kata “murah” yang ditawarkan oleh penyedia jasa perjalanan umroh. Sebab, promo umroh super murah bisa jadi merupakan jebakan dari orang yang berniat menipu.

Salah satu buktinya adalah kasus dari sebuah agen perjalanan PT First Anugrah Karya Wisata (First Travel). Ribuan calon Jemaah sudah membayar biaya umroh yang dikatakan super murah ini, malah tidak dapat berangkat ke tanah suci.

Asosiasi Penyelenggara Haji Umroh dan I-Bound Indonesia (Asphurindo) menjelaskan beberapa tips untuk para calon Jemaah umroh agar terhindar dari penipuan macam ini. Dimana penipuan kali ini menggunakan promo umroh murah.

Jadilah si skeptik

Anda harus meragukan tawaran promo umroh dengan harga yang sangat murah. Biaya wajar berangkat umroh adalah sekitar Rp 20 juta, jika Anda mendapatkan tawaran biaya umroh yang jauh lebih murah maka bisa jadi tawaran ini adalah penipuan.

Ada baiknya jika Anda meneliti komponen harga umroh yang ditawarkan. Apa saja komponen harga yang membuat biayanya bisa sangat murah. Komponen yang harus diteliti yaitu biaya tiket pesawat, biaya penginapan, transportasi selama di tanah suci, dan akomodasi. Jika harga komponen-komponen ini tidak masuk akal, maka Anda harus menolaknya.

Jangan mudah percaya pada orang

Tawaran umroh dan haji bisa jadi datang dari mana saja, termasuk orang-orang terdekat seperti teman, rekan kerja, atau keluarga. Hindari promo dengan sistem door to door seperti ini.

Asphurindo menyarankan bahwa Anda lebih baik datang langsung ke kantor agen perjalanan atau asosiasi penyelenggara umroh agar mendapatkan penjelasan yang lengkap dan informasi resmi. Sehingga, jika terjadi permasalahan pada proses keberangkatan, Anda tahu alamat pihak resmi pihak agen perjalanan.

Cek izin

Anda harus memeriksa izin dari agen perjalanan. Biro atau agen perjalanan umroh dan haji harus mengantongi izin dari Kementrian Agama (Kemenag).

Bisnis perjalanan umroh dan haji masih menjanjikan di Indonesia. Kondisi ini yang membuat banyak pihak tergiur dengan keuntungan dari bisnis ini. Hanya saja, tidak semua biro perjalanan umroh memiliki izin dari Kemenag.

Untuk mencegah penipuan menggunakan kedok jasa perjalanan umroh, Kemenag meluncurkan aplikasi Umroh Cerdas yang sudah tersedia untuk Android. Dalam aplikasi ini tertera jadwal keberangkatan biro perjalanan umroh yang legal, informasi kesehatan, dan panduan manasik.

 

[Source]

Komentar