Lebih Aman Memiliki Polis Asuransi Syariah atau Konvensional? Ini Penjelasannya!

Lebih Aman Memiliki Polis Asuransi Syariah atau Konvensional? Ini Penjelasannya!

Salah satu pelajaran berharga yang bisa diambil pada masa pandemi ini adalah pentingnya memiliki dana darurat dan asuransi.

Hal ini karena kedua produk keuangan ini bisa digunakan di saat resesi seperti ini. Misalnya, jika Anda membutuhkan perawatan medis tiba-tiba, maka asuransi bisa membantu Anda. Apalagi jika Anda memiliki tanggungan anggota keluarga, maka pemilikan asuransi tidak bisa ditawar pentingnya.

Asuransi sendiri hadir dengan berbagai bentuk sesuai kegunaannya, seperti asuransi kesehatan, asuransi kendaraan, asuransi properti, dan lain-lain. Namun kali ini kami ingin menjabarkan mengenai perbedaan antara asuransi berbasis syariah dan asuransi konvensional.

Lebih jelasnya, sebagai berikut.

Asuransi Syariah

Dari jenisnya, kita pasti sudah bisa menebak bahwa asuransi ini didasarkan pada peraturan syariah yang berlaku dalam agama Islam.  Di mana syariah ini didasarkan pada sistem saling tolong menolong atau ta’awun, dan saling melindungi atau takafuli di antara peserta asuransi.

Dengan adanya dasar tolong menolong ini, para peserta asuransi syariah pada dasarnya saling membantu satu sama lain. Artinya, uang premi yang disetorkan ke perusahaan asuransi juga digunakan untuk membantu peserta lain jika mereka mengalami risiko.

Sistem asuransi ini memungkinkan peserta dan perusahaan asuransi berbagi risiko atau risk sharing. Jadi, jika terjadi risiko, seperti bencana alam atau jenis risiko lainnya, maka akan ditanggung bersama. Hal ini meringankan beban perusahaan. Bahkan, memungkinkan perusahaan untuk bertahan walaupun diterpa risiko besar yang merugikan.

Perusahaan asuransi syariah pada dasarnya berfungsi sebagai pengelola dana peserta asuransi. Sehingga, keuntungan yang mereka dapatkan disebut dengan ujrah atau upah. Besaran ujrah tertuang dalam perjanjian atau akad.

Karena transparansi merupakan persyaratan dari jenis asuransi syariah, maka dalam perjanjian akan tertulis jenis akad atau perjanjian yang dilakukan, termasuk besaran biaya tambahan yang nantinya menjadi imbalan atau upah untuk perusahaan.

Adapun perjanjian dalam asuransi syariah ini berfungsi untuk menunjuk perusahaan asuransi sebagai wakil dari peserta asuransi untuk mengelola dananya.

Asuransi Konvensional

Sebagaimana asuransi syariah, asuransi konvesional juga bertujuan untuk membantu Anda saat ada risiko yang menimpa. Risiko ini bisa berupa gangguan kesehatan, kematian, bahkan kerugian harta benda.

Cara kerjanya adalah peserta asuransi memilih paket asuransi yang disediakan perusahaan. Setiap paket memiliki besaran premi berbeda. Paket-paket ini menentukan batas manfaat Anda.

Batas manfaat ini termasuk maksimal klaim yang bisa Anda lakukan dalam setahun masa polis. Makin besar paket premi yang Anda pilih, maka makin besar pula batas maksimal manfaat yang bisa diklaim.

Jika dalam asuransi syariah ada sistem risk sharing, maka dalam asuransi konvensional risiko memang ditanggung oleh perusahaan. Artinya, jika sewaktu-waktu terjadi risiko yang besar terhadap perusahaan, maka hal itu sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan.

Oleh karenanya, penting untuk memilih perusahaan asuransi yang sehat dan terpercaya.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menyatakan bahwa tahun 2020 ini pembentukan Lembaga Penjamin Polis (LPP) Asuransi akan dibentuk. Hal ini untuk melindungi dana peserta asuransi ketika perusahaan mengalami krisi keuangan.

Mana yang Anda pilih?

Sebenarnya, jenis asuransi apapun yang dipilih haruslah sesuai dengan kebutuhan dan prinsip keuangan Anda. Jika Anda ingin menjalankan prinsip keuangan secara syariah, maka bisa memilih asuransi berbasis syariah. Namun, jika Anda tidak keberatan dengan sistem keuangan konvensional, maka asuransi konvensional bisa jadi pilihan Anda.

Perbedaan dari keduanya yang cukup nampak adalah dari segi manajemen risiko. Dalam asuransi syariah ada sistem berbagi risiko, sedangkan asuransi konvensional tidak menggunakan sistem ini.

Selain itu, dalam asuransi syariah penggunaan dana peserta asuransi untuk menolong peserta lainnya tertuang dalam akad atau perjanjian awal, yang disebut akad tabarru’.

Sebenarnya hal yang sama juga berlaku pada asuransi konvensional. Walaupun tidak ada nama khusus dalam perjanjiannya. Bagaimanapun, perusahaan asuransi memang bertugas untuk mengelola seluruh dana dari pesertanya.

Setelah mengetahui perbedaan mendasar dari kedua jenis asuransi ini, Anda kemudian harus mengetahui perlindungan asuransi seperti apa yang Anda butuhkan.

Simak informasi lengkap kami mengenai asuransi. Mulai dari jenis-jenisnya, cara mengajukan atau membeli polis, hingga cara klaim manfaatnya.

Komentar