Kenapa Memiliki Polis Asuransi Penting Saat Anda Masih Lajang?

Kenapa Memiliki Polis Asuransi Penting Saat Anda Masih Lajang?

Berstatus single atau lajang berarti Anda masih belum menikah dan memiliki anak yang harus dipikirkan biaya tambahannya jika terjadi sesuatu. Pada masa ini banyak orang yang menganggap bahwa perlindungan berupa asuransi belum dibutuhkan.

Padahal pada masa ini Anda tetap membutuhkan perlindungan untuk kondisi darurat seperti sakit dan meninggal dunia. Apalagi jika Anda memiliki orang tua atau adik yang harus ditanggung.

Tentunya ada berbagai hal yang melatarbelakangi keputusan para single untuk tidak memiliki asuransi. Selanjutnya, kami akan menjabarkan apa saja yang menjadi faktor penyebab mereka memiliki asuransi atau tidak. Serta, kami akan menjelaskan pentingnya asuransi saat Anda lajang, dan bagaimana memilih polis sesuia prioritas.

Adapun topik kali ini akan dibatasi seputar asuransi kesehatan dan asuransi jiwa.

Mengapa banyak lajang yang belum mau berasuransi?

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, ada berbagai faktor yang melatarbelakangi keputusan seseorang untuk mengambil asuransi atau tidak. Berikut ini beberapa faktor yang menyebabkan masih banyak orang lajang di Indonesia yang tidak memiliki asuransi.

  • Masih tinggal dengan orang tua

Di Indonesia, tinggal dengan orang tua sebelum menikah adalah hal yang lumrah. Walaupun anak sudah dewasa dan bekerja, mereka masih tinggal serta menjadi tertanggung orang tuanya.

Untuk faktor ini, biasanya mereka merupakan tertanggung pada polis orang tuanya. Sehingga jika terjadi sesuatu, mereka masih mendapatkan manfaat asuransi.

Kondisi ini umum kita jumpai di sekitar kita, meskipun banyak juga yang sudah tinggal sendiri atau yang menjadikan orang tuanya tertanggung.

  • Belum memiliki tanggungan

Faktor ini biasanya ada pada professional muda yang merantau. Mereka tinggal sendiri dan belum memiliki tanggungan berupa istri/suami dan anak. Hal ini menjadikan asuransi bukanlah prioritas untuk mereka.

  • Penghasilan masih kecil

Tidak dipungkiri bahwa faktor ini merupakan penyebab utama masih banyak orang yang enggan untuk memiliki polis asuransi. Mereka masih mementingkan alokasi untuk kebutuhan lainnya daripada asuransi. Padahal, kepemilikan asuransi bisa membantu mereka secara finansial di saat-saat darurat.

  • Disediakan asuransi dari kantor

Banyaknya orang yang menolak untuk membeli asuransi sendiri juga dikarenakan adanya fasilitas penjaminan kesehatan yang disediakan oleh pihak kantor. Oleh karenanya mereka tidak merasa membutuhkan asuransi tambahan, walaupun asuransi yang disediakan kantor biasanya tidak memberikan manfaat lengkap, seperti perawatan gigi dan penyakit kronis.

Selain itu, manfaat pertanggungan jika terjadi meninggal atau cacat tetap juga tidak terlalu besar.

Dari keempat alasan di atas, kira-kira apa faktor utama yang membuat Anda tidak memiliki asuransi?

terpeleset kulit pisang

Manfaat memiliki asuransi saat single

Agar memberikan gambaran yang jelas mengenai kebutuhan asuransi untuk Anda yang masih lajang bisa dilihat dalam penjabaran berikut.

Melindungi diri dari kondisi darurat

Faktor perlindungan untuk kondisi darurat seperti sakit atau operasi memang merupakan manfaat utama yang bisa didapatkan jika memiliki asuransi kesehatan. Terutama untuk mengantisipasi risiko kecelakaan karena kejadian seperti ini tidak pernah terduga.

Jika Anda tidak memiliki asuransi, maka biaya pengobatan pasti akan terasa berat. Namun dengan memiliki asuransi, Anda tidak perlu membayar atau hanya membayar kelebihan biaya yang tidak ditanggung.

Biaya final

Biaya final (final expense) adalah biaya yang dibutuhkan saat Anda meninggal dunia. Perlu diingat bahwa keluarga Anda membutuhkan biaya pemakaman dan pengurusan administrasi lainnya yang berkaitan dengan kematian.

Di area DKI Jakarta, keluarga hanya mengurus biaya sewa tanah pemakaman karena pengurusan administrasinya gratis. Adapun untuk sewa tanah pemakaman ini harganya tergantung dari blok yang diinginkan dimana kisaran harganya dari Rp 0 hingga Rp 100.000 per 3 tahunnya.

Sedangkan untuk makam tumpangan, harga sewanya 25% dari harga sewa makam biasa. Kemudian perpanjangan sewa untuk tiga tahun pertama adalah 50% dari harga sewa tanah, sedangkan untuk tahun selanjutnya berlaku harga normal.

Selain biaya di atas, ada juga biaya mobil jenazah dan pengurusan jenazah yang harus dibayar oleh keluarga atau ahli waris. Belum lagi kalau keluarga harus mengikuti tradisi seperti pengajian atau kebaktian.

Kalau dijumlahkan biaya pengurusan jenazah dan upacara pemakan bisa lebih mahal daripada biaya penguburan jenazah, dimana biayanya bisa mencapai Rp 20.000.000.

Dengan memiliki asuransi jiwa, Anda bisa meringankan beban keluarga dalam hal biaya pengurusan pemakaman dan jenazah.

Pembayaran utang

Misalnya Anda mengambil pinjaman dari bank atau kartu kredit, maka adanya asuransi akan sangat membantu jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan berupa kematian.

Adanya asuransi menjadikan pembayaran utang tidak membebani keluarga. Karena pihak asuransi akan membayarkan manfaat yang bisa digunakan untuk membayar utang Anda pada bank.

Oleh karenanya, bagi Anda yang memiliki kartu kredit atau pinjaman, sangat disarankan untuk mengambil asuransi jiwa. Biasanya pihak bank juga akan menawarkan asuransi sebagai jaminan jika terjadi sesuatu, utang Anda tetap terbayarkan.

Dapat digunakan untuk masa depan

Perlu diketahui bahwa asuransi bukanlah investasi. Namun saat ini, banyak perusahaan asuransi yang menyediakan program layaknya investasi dengan manfaat kesehatan.

Pada dasarnya jika Anda memiliki asuransi dan tidak terjadi klaim dalam jangka waktu tertentu, maka Anda akan menerima pengembalian premi. Ini adalah strategi perusahaan asuransi untuk menarik nasabah.

Adapun besaran pengembalian premi ini beragam, ada yang 20%, 25%, hingga 100%. Uang pengembalian premi ini bisa Anda cairkan atau digunakan kembali untuk membayar premi bulan-bulan berikutnya.

Jika Anda merencanakan sesuatu, seperti memulai usaha, maka uang pengembalian premi ini bisa digunakan untuk menambah modal.

Melatih kedisiplinan

Tentunya kewajiban untuk membayar polis setiap bulannya akan memaksa Anda untuk lebih disiplin dan berhati-hati dalam mengatur keuangan.

Adanya asuransi juga membuat penganggaran dana darurat menjadi lebih mudah. Apalagi Anda masih dalam usia produktif, ini adalah masa yang penting untuk mempersiapkan pdiri secara finansial.

Bagaimana menentukan asuransi yang dibutuhkan?

Selanjutnya tentu memilih asuransi bagi Anda yang masih lajang. Ada beberapa pertimbangan yang harus Anda pikirkan sebelum memilih asuransi. Berikut kami berikan penjelasannya sebagai referensi Anda.

Berapa alokasi dana darurat?

Ini merupakan faktor penting karena akan menentukan apakah Anda akan mengambil asuransi jiwa atau kesehatan.

Premi untuk asuransi jiwa lebih murah daripada asuransi kesehatan. Jadi jika dana Anda untuk kebutuhan darurat tidak banyak, seperti tidak memiliki tanggungan atau riwayat penyakit dalam 5 tahun terakhir, maka asuransi jiwa menjadi pilihan yang tepat. Hal ini karena asuransi jiwa juga akan memberikan manfaat dasar seperti kecelakaan dan evakuasi.

Namun jika Anda bisa mengalokasikan dana lebih, Anda bisa mengambil asuransi kesehatan. Kemudian apabila Anda memiliki riwayat penyakit tertentu, maka sebaiknya asuransi kesehatan menjadi prioritas.

Adapun premi asuransi jiwa biasanya berkisar Rp 5 juta per tahun atau lebih tergantung dari besaran klaim yang diinginkan nantinya. Sedangkan untuk premi asuransi kesehatan paling rendah biasanya antara Rp 300.000 sampai Rp 500.000 per bulan. Tentunya jika Anda menginginkan jaminan untuk penyakit yang sudah ada sebelumnya, maka harus menambah biaya lagi. Oleh karenanya, pastikan Anda tahu anggaran dana darurat Anda.

Apakah Anda memiliki utang di bank?

Jika Anda mengambil kredit di bank atau memiliki kartu kredit, maka kepemilikan asuransi jiwa harus menjadi prioritas. Sehingga jika Anda meninggal atau mengalami cacat tetap sebelum melunasi utang, pihak keluarga tidak akan ditagih untuk membayar pelunasan utang.

Berikut gambaran manfaat asuransi yang dibutuhkan jika Anda memiliki utang di bank.

Misalnya seseorang mengambil Kredit Tanpa Agunan (KTA) Rp 100 juta dengan bunga 12%, dan tenor 5 tahun. Maka total pokok dan bunga yang harus dia bayarkan adalah Rp 160.000.020.

Lalu perhitungan biaya pemakaman dan pengurusan jenazah misalnya adalah Rp 20 juta. Jadi bisa disimpulkan bahwa orang itu harus mengambil asuransi dengan nilai pertanggungan sebesar :

Rp 160.000.020 + Rp 20.000.000 = Rp 180.000.020

Penting untuk memperhitungkan pengembalian utang ini, sehingga Anda bisa memutuskan besaran nilai pertanggungan yang dibutuhkan. Nilai pertanggungan inilah yang juga menentukan berapa premi bulanan nantinya.

Apakah Anda ada tanggungan?

Walaupun belum memiliki pasangan dan anak, sebagian orang lajang juga memiliki tanggungan seperti orang tua atau adik.

Jika Anda memiliki tanggungan keluarga, maka asuransi jiwa haruslah menjadi prioritas. Alsannya, anggota keluarga ini bergantung dari penghasilan Anda. Jadi jika sewaktu-waktu terjadi risiko meninggal dunia atau cacat tetap, mereka akan tetap mendapatkan manfaat dari asuransi.

Dengan melihat semua poin di atas, Anda bisa memahami bahwa mempersiapkan diri untuk saat-saat darurat adalah hal yang penting untuk melindungi Anda dan keluarga secara finansial.

Bagi Anda yang masih berfikir bahwa memiliki asuransi kesehatan rumit dan tidak mudah diakses, ulasan ini cocok sebagai referensi. Anda bisa melihat bagaimana industri asuransi online menyediakan akses untuk siapa saja.

Komentar