Perombakan Iklim Usaha Tanah Air Menurunkan Jumlah Pengangguran

Perombakan Iklim Usaha Tanah Air Menurunkan Jumlah Pengangguran

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa dalam kurun waktu empat tahun terakhir, pemerintah merombak besar-besaran iklim berusaha di tanah air.

Hal ini dilakukan agar bisa membuat ekonomi Indonesia bisa lebih produktif dan kompetitif. Dengan demikian kemandirian bangsa akan terus meningkat, terutama pembukaan lapangan pekerjaan baru dan menyerap pengangguran.

“Alhamdullilah dengan kerja bersama, tingkat pengangguran terbuka semakin menurun dari 5,7 persen menjadi 5,13 persen,” tulis Jokowi dalam fanpage Facebooknya.

Adapun berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah angkatan kerja sampai bulan Februari 2018 adalah sebanyak 133,94 juta orang, yaitu naik 2,39 juta orang dibandingkan Februari 2017. Berkaitan dengan peningkatan jumlah angkatan kerja ini, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) pun naik sebesar 69,20 persen atau meningkat 0,18 persen poin.

BPS juga menemukan bahwa dalam setahun terakhir, jumlah pengangguran berkurang 140 ribu orang. Artinya, sejalan dengan TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) yang turun menjadi 5,13 persen pada Februari 2018.

Menurut laporan dari BPS, jumlah penduduk Indonesia yang bekerja sebanyak 127,07 juta orang, atau naik 2,53 juta orang dibandingkan Februari 2017. Kemudian dilihat dari ketersediaan lapangan pekerjaan, ada peningkatan persentase penduduk yang sudah bekerja terutama pada penyediaan akomodasi dan makan minum (0,68 persen poin), jasa lainnya (0,40 persen poin), dan industri pengolahan (0,39 persen poin).

Di sisi lain lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan adalah pertanian (1,41 persen poin), konstruksi (0,20 persen poin), dan jasa pendidikan (0,16 persen poin).

Tidak hanya itu, data BPS juga menunjukkan bahwa sebanyak 73,98 juta orang (58,22 persen) penduduk bekerja di kegiatan informal. Namun, persentasenya menurun sebesar 0,13 persen poin dibandingkan Februari 2017.

Selain itu, kualitas hidup masyarakat Indonesia juga terlihat mengalami peningkatan. Hal ini juga didorong oleh gencarnya program jaminan sosial yang dilakukan pemerintah.

Data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan bahwa per Oktober 2017 jumlah Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dibebaskan dari iuran sebanyak 92,2 juta orang. Lalu, jumlah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama juga mengalami peningkatan yaitu dari 18.437 pada Desember 2014 menjadi 19.969 pada 2015 dan 20.708 pada Desember 2016.

Jumlah rumah sakit (RS) provider Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) juga terus meningkat mulai dari 1.681 RS pada akhir 2014 menjadi 1.839 pada 2015 dan 2.068 di Desember 2016.

 

[Source]

Komentar