Apa Saja Penyakit dan Kerugian yang Timbul Pasca Banjir?

Apa Saja Penyakit dan Kerugian yang Timbul Pasca Banjir?

Perayaan datangnya tahun 2020 diwarnai dengan datangnya banjir di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Hujan yang turun deras sejak tanggal 31 Desember 2019 ini, mengakibatkan banjir besar yang meluas di seluruh wilayah Jakarta. Bahkan, sampai saat ini dilaporkan ada belasan orang yang meninggal dunia.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hujan deras diperkirakan akan  mengguyur Jakarta hingga beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, kami ingin memberikan informasi mengenai apa saja yang harus Anda lakukan dan waspadai saat banjir.

Penyakit saat banjir

Tentu saja dampak kesehatan menjadi kekhawatiran setiap terjadi bencana. Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit yang biasanya hadir ketika banjir melanda.

Penyakit kulit

Penyakit yang sering terjadi saat banjir adalah penyakit kulit. Hal ini karena kontak dengan air kotor yang masuk ke rumah karena banjir. Dalam air ini terkandung berbagai bakteri, salah satunya E. Coli.

Gejala dari penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri ini adalah bercak-bercak merah, serta gatal. Kondisi ini diperparah karena pada saat banjir, seringkali kebutuhan air bersih tidak terpenuhi. Sehingga banyak orang yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sanitasi seperti mandi atau mencuci tangan.

Penyakit pernafasan

Salah satu penyakit pernafasan yang harus diantisipasi adalah Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Penyakit ini menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru.

Gejalanya yaitu batuk-batuk kemudian diikuti sesak nafas. Penderita juga mengalami panas tinggi atau demam jika terjangkit ISPA.

Korban banjir rawan terkena ISPA karena penularannya bisa melalui udara. Pada saat darurat, banyak orang yang tidak sempat melakukan pencegahan, seperti menggunakan masker, karena lebih mementingkan keselamatan diri dan keluarga.

Penyakit diakibatkan nyamuk

Malaria dan Demam Berdarah (DBD) merupakan ancaman yang mengintai saat musim hujan, apalagi banjir. Pada masa ini, banyak tempat tergenang air yang akhirnya menjadi sarang nyamuk. Apalagi bagi korban banjir yang mengungsi ke tenda-tenda, pastinya tidak akan lepas dari serangan nyamuk. Hal ini mengingat mereka tinggal di tempat terbuka.

Anak-anak lebih rentan terhadap risiko penyakit yang ditularkan nyamuk. Pasalnya, daya tahan tubuh mereka masih lemah.

Penyakit pencernaan

Adapun penyakit lainnya adalah penyakit yang berkaitan dengan saluran pencernaan seperti diare dan kolera. Lingkungan pasca banjir yang masih kotor menjadikan penyakit ini lebih mudah mewabah, terutama di kalangan anak-anak.

Pada anak-anak di bawah 5 tahun, diare bisa menjadi penyebab kematian. Penyakit ini bisa dicegah dengan rajin mencuci tangan. Namun, kelangkaan air bersih atau fasilitas sanitasi yang memadai pada masa bencana bisa menyebabkan diare sulit untuk ditangani.

Gejala kolera hampir mirip dengan diare, hanya saja disertai muntah-muntah. Penyakit ini menyebar karena pasien mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri Vibrio Cholerae.

Apa yang harus dilakukan?

Lakukan beberapa hal berikut ini untuk menjaga kesehatan dan keselamatan pasca banjir.

  • Rajin cuci tangan dan menggunakan hand sanitizer setelah beraktifitas.
  • Sebisa mungkin hindari kontak dengan air banjir saat membersihkan rumah setelah banjir, dengan menggunakan boot dan sarung tangan.
  • Buang perabotan rusak dan barang-barang yang bisa menjadi sarang nyamuk.
  • Gunakan krim penangkal nyamuk untuk mencegah penularan malaria dan DBD.
  • Konsumsi vitamin serta periksakan diri ke Puskesmas dan klinik jika mengalami gejala gangguan kesehatan.
  • Matikan aliran listrik untuk mencegah kebakaran atau risiko tersetrum.

Perlu diingat, bahwa asuransi kesehatan akan menjamin rawat jalan dan rawat inap untuk sakit akibat banjir seperti diare, DBD, dan penyakit lainnya. Jadi, jangan lupa untuk memastikan polis asuransi Anda masih aktif untuk menjamin perawatan diri dan keluarga.

Kerugian materi

Para pelaku industri asuransi kendaraan memperkirakan akan ada lonjakan angka klaim kerusakan kendaraan setelah masa banjir. Melihat tingginya air pada masa banjir kali ini, sudah bisa dipastikan banyak kendaraan yang mengalami kerusakan.

Namun, perlu diperhatikan bahwa tidak semua klaim karena banjir ini bisa dikabulkan pihak asuransi. Hal ini karena banjir merupakan bencana alam, jadi hanya pemegang polis yang sudah memiliki perluasan manfaat bencana banjir yang bisa disetujui klaimnya.

Oleh karenanya, sebagai perlindungan kendaraan dari dampak bencana yang tidak terduga seperti banjir, ada baiknya Anda segera mengurus perluasan cover manfaat kendaraan.

Selain kendaraan kerusakan pada tempat tinggal juga menjadi permasalahan. Nah, sama seperti asuransi kendaraan, klaim manfaat dari asuransi properti yang rusak hanya disetujui jika polis sudah diperluas untuk bencana alam.

Apa yang harus dilakukan?

Tidak ada yang tahu kapan datang bencana, jadi tidak ada salahnya Anda memperluas cover polis asuransi kendaraan dan properti dengan manfaat bencana alam.

Lindungi juga semua dokumen penting dalam tempat yang aman dan kedap air. Sehingga, sewaktu-waktu dibutuhkan Anda tidak perlu mengurus restorasi dokumen terlebih dahulu.

Simak juga informasi mengenai cara klaim asuransi yang kami sajikan untuk kemudahan Anda.

Komentar