Perbaikan Sistem Pajak Terus Dilakukan Untuk Mendorong Investasi

Perbaikan Sistem Pajak Terus Dilakukan Untuk Mendorong Investasi

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus melakukan perbaikan sistem insentif pajak dari pemerintah untuk dunia usaha agar bisa ikut mendorong investasi. Dimana nantinya hal ini dapat  menciptakan momentum pertumbuhan ekonomi di Tanah Air. Adapun salah satu fasilitas pajak yang diberikan pemerintah yaitu tax holiday.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, bahwa fasilitas tax holiday sebenarnya telah dikeluarkan pemerintah sejak tahun 2011. Hanya saja, fasilitas ini dinilai memiliki prosedur yang rumit.

Menurut PMK Nomor 130/PMK.010/2011, pemerintah memberikan pengurangan pajak penghasilan (PPh) badan sebesar 100% untuk jangka waktu lima hingga 10 tahun kepada investor yang berinvestasi minimal Rp1 triliun. Selain itu, pemerintah memberikan pengurangan PPh sebesar 50% setelah dua tahun sesudah waktu pertama selesai.

“Dan dari 2011 seterusnya sampai 2015 hanya 5 wajib pajak yang mendapatkan, dan wajib pajak yang telah betul-betul berproduksi secara komersial adalah tiga wajib pajak,” ungkap Sri Mulyani di Jakarta.

Kemudian, pemerintah pun sudah merevisi beleid tersebut pada 2015 dengan memberikan kisaran untuk pengurangan pajaknya yaitu antara 10% hingga 100%. Dalam beleid tersebut juga jangka waktu pengurangan pajak yang diberikan adalah 5 hingga 15 tahun atau sampai 20 tahun dengan diskresi Menteri Keuangan.

“Jadi ini semuanya banyak sekali proses yang tergantung penilaian. Minimal investasi tetap Rp100 triliun kecuali industri telekomunikasi Rp500 miliar,” tambahnya.

Di sisi lain Sri juga menambahkan, tidak ada satupun perusahaan yang tertarik untuk menikmati tax holiday tersebut. Hal ini membuat pihaknya pun kembali melakukan simplifikasi aturan tax holiday tersebut dengan mengeluarkan PMK Nomor 35 tahun 2018 pada April 2018.

Dalam PMK tersebut, fasilitas tax holiday diberikan 100%. Jangka waktu pemberian fasilitas tersebut pun dibagi dalam beberapa macam tergantung dari nilai investasi perusahan tersebut.

“Nilai investasi Rp500 miliar hingga Rp1 triliun dapat otomatis 5 tahun tax holiday 100%. Investasi Rp1-5 triliun dapat 7 tahun. Investasi Rp5-15 triliun dapat 10 tahun. Sebesar Rp15 triliun sampai Rp30 triliun dapat 15 tahun. Dan Rp30 triliun lebih dapat 20 tahun. Dan itu masih kita pertahankan fasilitas 50% selama dua tahun sesudah tax holiday selesai. Minimal investasi kita kurangi jadi Rp500 miliar tanpa kecuali,” paparnya.

Menkeu menyebutkan bahwa penyederhanaan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Dalam waktu enam bulan, sudah ada 8 wajib pajak yang menerima fasilitas tax holiday. “Bayangkan waktu itu 2011-2015 cuma lima industri yang dapat. Sekarang dalam waktu enam bulan kita dapat 8 WP,” tandasnya.

 

[Source]

Komentar