Pemerintah Upayakan Kelulusan CPNS Untuk Peserta Dari Daerah

Pemerintah Upayakan Kelulusan CPNS Untuk Peserta Dari Daerah

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) mengeluarkan PermenPAN Nomor 61 Tahun 2018 yang mengatur Optimalisasi Pemenuhan Kebutuhan/Formasi Pegawai Negeri Sipil Dalam Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018. Peraturan ini muncul dikarenakan rendahnya angka kelulusan CPNS, khususnya di instansi-instansi daerah.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan bahwa mereka yang telah lulus Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) akan tetap dilindungi dan melanjutkan pada tahap Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

“Teman-teman di pemerintah pusat tidak terlalu bermasalah untuk tesnya, soal-soalnya dirasa tidak terlalu sulit. Masalahnya soalnya dirasakan sulit untuk peserta dari daerah. Wilayah Barat hanya 3,7 persen yang lulus, wilayah Timur 1,4 persen (Papua dan Papua Barat) untuk formasi pusat,” tuturnya di Gedung BKN Pusat,Jakarta Timur.

Bima juga mengungkapkan, pemerintah memiliki komitmen untuk melakukan penyaringan yang tepat dalam CPNS 2018, agar memperoleh aparatur yang berkualitas. Oleh sebab itu, pemerintah dirasa perlu menyesuaikan kebijakan atas apa yang terjadi di lapangan.

“Mereka (CPNS) ini bakal jadi pemimpin 20 sampai 30 tahun lagi. Saat itu, situasi perekonomian pasti jelas sangat berbeda dan persaingan akan semakin tajam. Mereka harus mampu mengemban tugas. Ini yang kemudian diejawantahkan dalam soal-soal tes,” tambahnya lagi.

Bhima juga menjelaskan terbitnya Permen Nomor 61 Tahun 2018 itu merupakan upaya dari pemerintah untuk memberikan keadilan bagi masyarakat di daerah.

“Di daerah itu kan tingkat pembangunanya berbeda, kualitas pendidikan berbeda. Ini bermuara pada kompetensi sumber daya manusia (SDM) di masing-masing daerah. Di Jakarta bisa bagus karena mereka punya akses yang lebih baik. Ini cerminan bagi pemerintah kedepan merancang kebijakan dimana mereka bisa bersaing dengan teman-temannya di pusat,” jelasnya.

Sebagai informasi, PermenPAN Nomor 61 Tahun 2018 Pasal 8 menyatakan bahwa Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan yang telah diundangkan oleh Dirjen Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum dan HAM, Widodo Ekatjahjana, pada 21 November 2018 itu.

 

[Source]

 

Image source cpnsindonesia.com

Komentar