Perbandingan Obligasi Ritel Indonesia dan Saving Bond Ritel

Obligasi Ritel Indonesia dan Saving Bond Ritel

Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan investasi terbaru pada Mei 2014. Pemerintah menerbitkan saving bond retail atau SBR. Sebelumnya pemerintah telah menerbitkan produk yang hampir sama yaitu Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dan Sukuk Ritel (Sukri), namun SBR ini memiliki keunggulan dibandingkan dua produk sebelumnya. Untuk melihat perbandingan Obligasi Ritel Indonesia dan Saving Bond Ritel, kami akan berikan paparannya.

Pengertian Obligasi Ritel Indonesia

Obligasi Ritel Indonesia (ORI) adalah obligasi yang dikeluarkan oleh negara dan dijual kepada individu/perseorangan Warga Negara Indonesia melalui agen penjual dengan volume minimum yang telah ditentukan. Penjualan produk ORI dilakukan oleh agen penjual, umumnya bank dan sekuritas. ORI diterbitkan untuk membiayai anggaran negara, diversifikasi sumber pembiayaan, mengelola portfolio utang negara dan memperluas basis investor.
Seri ORI dan besaran kupon yang telah diterbitkan adalah:
ORI001: 12,05% (sudah jatuh tempo)
ORI002: 9,28% (sudah jatuh tempo)
ORI003: 9,40% (sudah jatuh tempo)
ORI004: 9,50% (sudah jatuh tempo 12 Maret 2012)
ORI005: 11,45% (sudah jatuh tempo 15 Sept 2013)
ORI006: 9,35% (sudah jatuh tempo 15 Agustus 2012)
ORI007: 7,95% (sudah jatuh tempo 15 Agustus 2013)
ORI008: 7,3% (jatuh tempo 15 Oktober 2014)
ORI009: 6.25% (jatuh tempo 15 Oktober 2015)
ORI010: 8.50% (jatuh tempo 15 Oktober 2016)

Manfaat atau keuntungan investasi pada ORI

•Aman dan terjamin karena pembayaran kupon dan pokoknya dijamin oleh Undang- Undang
•Memberi keuntungan yang menarik karena kupon lebih tinggi dari suku bunga bank (di pasar perdana) dan adanya potensi capital gain di pasar sekunder
•Prosedur pembelian dan penjualan yang mudah dan transparan
•Dapat diperdagangkan di pasar sekunder sesuai dengan harga pasar
•Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi langsung dalam Pembangunan Nasional
•Pembayaran kupon dan pokok dilakukan tepat waktu dan secara online ke dalam rekening tabungan investor

Risiko investasi pada ORI

•Ada kemungkinan saat risiko pasar (market risk) melakukan investasi di ORI (Obligasi Ritel Indonesia), investor mengalami penurunan harga ORI di pasar sekunder akibat harga jual yang lebih rendah dibandingkan harga beli, di mana risiko tersebut dapat dihindari dengan tidak menjual obligasi negara yang dimiliki sampai dengan jatuh tempo
•Risiko likuiditas (liquidity risk) terjadi jika investor mengalami kesulitan untuk melikuidasi atau menjual ORI di pasar sekunder.
•Risiko suku bunga biasanya produk-produk obligasi terkena pengaruh dari pergerakan suku bunga (BI RATE). Biasanya jika BI RATE naik obligasi yang sudah keluar akan mengalami penurunan harga dan sebaliknya jika BI RATE turun obligasi yang sudah keluar akan mengalami kenaikan harga.

Persyaratan investasi pada ORI

•Individu atau orang perseorangan Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk(KTP)/ Surat Izin Mengemudi(SIM).
•Investasi minimum Rp 5.000.000,- (lima juta rupiah) dan kelipatan Rp 5.000.000,- (lima juta rupiah).
•Mempunyai rekening tabungan di salah satu bank umum dan rekening surat berharga di salah satu subregistry.
•Membuka akun rekening di Bank Kustodian atau agen penjual.
•Mengisi formulir pemesanan

Ilustrasi perhitungan hasil investasi

Perhitungan untung atau rugi investasi di ORI (Obligasi Ritel Indonesia)
Contoh: Ibu Dewi membeli ORI010 sebesar Rp 10.000.000 pada saat harga 100%. Ibu Dewi berencana akan menyimpan ORI010 hingga saat jatuh tempo. Jika kupon dari ORI010 adalah 8,5% per tahun dan ada pajak 15 %, maka keuntungan Ibu Ana adalah:
Bunga 1 tahun = 8,5% x (100%-15%) = 7,225% atau 0,6021% per bulan
Keuntungan 1 bulan adalah = 10.000.000 x 0,6021% = Rp 60.208 per bulan
Keuntungan 3 tahun adalah Rp 2.167.488
Pada tahun ke 3 Ibu Ana akan memperoleh uang sebesar Rp 10.000.000 (pokok) + Rp 2.167.488 (kupon) = Rp 12.167.488

Pengertian Saving Bond Retail (SBR)

Saving Bond Ritel ialah produk investasi yang dikeluarkan oleh negara sebagai wujud dari instrumen investasi jangka panjang. Pun sama tujuannya dengan ORI, hasil penjualan SBR bisa digunakan untuk menutup kebutuhan pembangunan infrastruktur di Indonesia. SBR memiliki karakteristik tidak dapat diperdagangkan, kupon mengambang, minimum pembelian Rp5 juta dan maksimal Rp5 miliar serta tidak ada potensi capital gain. Sejumlah bank yang menjadi agen penjual antara lain BCA, BNI, Bank ANZ, Bank Danamon, Standard Chartered Bank, BTN, BII dan Bank Panin.
Seri SBR dan besaran kupon yang telah diterbitkan adalah:
SBR001: 8,75 % ( jatuh tempo pada 20 Mei 2016)

Manfaat atau keuntungan investasi pada SBR

•Menawarkan kupon yang kompetitif dibandingkan dengan produk tabungan. Dan kupon dibayarkan setiap bulan.
•Kupon mengambang mengikuti perkembangan Tingkat Bunga Penjaminan LPS, dengan jaminan kupon minimum 8,75% sampai dengan jatuh tempo
•Aman karena dijamin oleh pemerintah dengan risiko sama dengan nol, sedangkan nol pokok investasinya tidak berkurang
•Pajak bunga SBR tahun 2014 hanya 15 persen atau lebih rendah daripada deposito yang mencapai 20 persen
•Tidak ada pembatasan tingkat kupon maksimal.

Risiko investasi pada SBR

•Karena investasi saving bond tidak dapat dijual di pasar sekunder, maka cenderung terkena risiko likuiditas. Artinya ketika seorang investor berinvestasi di saving bonds, maka investor akan mendapatkan modalnya lagi ketika tanggal jatuh tempo.
•Risiko gagal bayar oleh penerbit. Ada kemungkinan pemerintahan gagal bayar utang-utang negara
Persyaratan investasi pada SBR
•Siapkan KTP
•Menyiapkan dana
•Isi formulir di agen penjual yang terdiri dari 18 bank nasional dan asing yang sudah ditunjuk, serta perusahaan sekuritas

Pada intinya kedua produk investasi di atas sama baiknya. Perbandingan Obligasi Ritel Indonesia dan Saving Bond Ritel selain yang tertera di atas terdapat pula pada fluktuasi dari bunga penjaminan dari LPS pada investasi SBR. Untuk itu karena bunganya terus berubah setiap 3 bulan maka kami juga tidak dapat memberi contoh kalkulasi SBR. Di samping itu, perbandingan Obligasi Ritel Indonesia dan Saving Bond Ritel ialah ORI memiliki masa tenor tiga tahun, sedang SBR hanya selama dua tahun. Sementara itu ORI bisa diperjualbelikan dan SBR tidak berlaku di pasar sekunder, namun hanya pasar primer atau hanya bisa disimpan oleh pembeli pertama. Demikian perbandingan Obligasi Ritel Indonesia dan Saving Bond Ritel. Anda dapat memutuskan mau memilih produk investasi yang sesuai dengan kebutuhan.

Mau tahu lebih banyak soal obligasi, Anda perlu membaca Obligasi vs Deposito: Mengapa Obligasi Lebih Menguntungkan.

Komentar