Perbedaan Pengelolaan Keuangan Pada Pria Dan Wanita

pengelolaan keuangan pria dan wanitaAda petuah bijak yang menyatakan bahwa kebiasaan akan terbawa menjadi karakter. Hal ini sedikit banyak cocok untuk dijadikan pertimbangan dalam pengelolaan keuangan. Pria dan wanita tentu saja mempunyai kebiasaan yang berbeda, dan hal ini berimbas pada karakter mereka yang bisa kita amati dalam mengelola keuangan. Apa sajakah kebiasaan mereka dan bagaimana kecenderungan mereka dalam mengelola keuangan? Apakah pria lebih baik dalam mengelola keuangan atau sebaliknya wanita yang lebih bagus? Ulasan di bawah ini akan memberikan gambaran kebiasaan pria dan wanita dalam mengelola keuangan mereka yang dirangkum berdasarkan hasil survei dan dapat Anda cocokkan dengan pengamatan di lingkungan sekitar Anda.

Kecenderungan Wanita dalam Mengelola Keuangan

Berdasarkan hasil survei Citibank Indonesia dalam Citi Fin-Q (Financial Quotient) 2009 dengan responden yang semuanya adalah wanita di beberapa kota besar di Indonesia, menyebutkan bahwa separuh dari wanita yang menjadi responden tersebut tidak mempunyai rencana pengelolaan keuangan yang baik. Mengapa demikian? Anda bisa lihat uraian alasan mereka berikut ini.

1. Pola pikir tergantung pada suami atau pacar

Bagi wanita, prinsip “uangmu adalah uangku, dan uangku adalah uangku sendiri” memiliki arti bahwa wanita di Indonesia kebanyakan bergantung pada hasil nafkah dari suaminya, dan jika mereka punya penghasilan sendiri pun, maka biasanya penghasilan tersebut banyak dihabiskan untuk kesenangan pribadi tanpa perencanaan keuangan yang tepat. Hal ini terjadi bukan hanya saat sudah berkeluarga, tapi saat masih pacaran pun mereka sudah punya pola pikir cenderung tergantung pada pacarnya. Kebiasaan dalam kondisi ketergantungan pada suami tersebut berakibat wanita banyak yang tidak siap menghadapi kondisi darurat saat suami tidak mempunyai penghasilan lagi, misalnya saat kena PHK (pemutusan hubungan kerja) atau usahanya bangkrut, dan lebih celaka lagi manakala dia pun juga tidak mempunyai dana cadangan yang cukup.

2. Terbuai gaya hidup yang salah

Wanita identik dengan kecantikan, dan kecantikan sangat tergantung pada penampilan. Banyak wanita tergoda oleh gaya hidup modern yang belum tentu cocok dengan kondisi keuangannya. Mereka juga cenderung berpikir bahwa masih terlalu dini untuk menabung saat ini sehingga lebih memilih mengikuti tren gaya hidup terbaru ketimbang memulai menabung atau investasi sedini mungkin. Hal ini menjadi faktor penyebab kedua mengapa wanita cenderung tidak punya perencanaan keuangan yang baik.

3. Tergoda belanja berlebihan dan akhirnya terjebak utang yang banyak

Jika Anda amati, lebih dari separuh iklan produk di media baik cetak maupun online selalu menonjolkan produk yang menyasar kaum muda berusia di bawah 30 tahun. Mengapa demikian? Hal ini terkait kebiasaan meniru gaya hidup kaum hawa usia muda yang relatif lebih besar dibandingkan pria. Dan jika Anda mencoba usaha penjualan secara online, maka Anda akan temukan kenyataan bahwa menjual produk kepada wanita jauh lebih mudah ketimbang pria. Itulah salah satu kelemahan wanita dalam mengelola keuangan. Bagaimana jika tidak mempunyai uang? Kebiasaan konsumtif ini akan membawa mereka pada kondisi terbelit utang.

4. Pandangan yang salah tentang wanita karir

Wanita karir dianggap kurang feminin bagi banyak pria sehingga cenderung dihindari bagi sebagian besar wanita. Padahal dengan menjadi wanita karir, pergaulan mereka semakin luas sehingga wawasan tentang pengelolaan keuangan juga menjadi lebih baik. Di samping itu wanita juga bisa lebih leluasa dalam membuat perencanaan keuangan yang lebih baik jika mempunyai penghasilan sendiri.

5. Mudah trenyuh dan suka menolong

Wanita relatif punya perasaan yang lebih mudah empati kepada orang lain dibandingkan dengan pria, khususnya terhadap keluarga atau teman. Wujud empati tersebut lebih sering diwujudkan dalam bentuk pemberian bantuan atau pinjaman dalam bentuk materi atau uang. Hal ini sering kali mengganggu perencanaan keuangan yang telah dibuat.

pria dan wanita

Berdasarkan hasil survei global oleh Lois P. Frankel “Nice Girls don’t Get Rich” didapatkan perbedaan kecenderungan pria dan wanita dalam mengelola keuangan sebagai berikut:

Pria Wanita
Berinvestasi Menabung
Sejak kecil diajarkan berinvestasi dan membuat uang berkembang Sejak kecil diajarkan menabung dan mempersiapkan dana bila terjadi sesuatu dengan mereka
Membeli berdasarkan kebutuhan Membeli berdasarkan keinginan
Berani ambil risiko dalam berinvestasi Sangat khawatir dengan risiko investasi
Uang sebagai alat bersaing Uang sebagai alat untuk merawat
Mengeluarkan uang untuk diri sendiri Mengeluarkan uang untuk orang yang mereka kasihi
Menggunakan uang untuk persiapan masa depan Menggunakan uang untuk membiayai gaya hidup

 

Kecenderungan Pria dalam Mengelola Keuangan

Anda bisa membandingkan hasil survei Citi Fin-Q (Financial Quotient) dan Lois P. Frankel  di atas dengan survei global yang dilakukan oleh Dholakia, yang menemukan fakta terkait kebiasaan pria sebagai berikut:

  • Pria suka berbelanja sendiri, sementara wanita lebih suka berbelanja secara rombongan bersama teman-temannya
  • Pria sudah mencari info lebih dulu tentang produk yang akan dibeli, sementara wanita lebih suka melihat-lihat produk lebih dulu dan membandingkannya dengan yang lain

Selain itu, masih ada kebiasaan lain dari pria yang bisa berpengaruh terhadap perencanaan keuangan mereka. Kebiasaan yang paling berpengaruh terhadap perencanaan keuangan pria adalah kebiasaan berbelanja. Berikut ini kebiasaan dari pria selain uraian di atas:

  • 25% pria sering lupa membayar tagihan kartu kredit sehingga muncul denda dan bunga
  • Pria jarang berbelanja, tapi jika berbelanja mahal harganya
  • Jika sudah suka pada suatu barang, biasanya susah terkendali, berapa pun harganya akan dibeli
  • Pria juga cenderung tidak peduli terhadap pengelolaan keuangan dan menyerahkan kepada wanita (istrinya)
  • Pria jauh lebih berani dalam hal berutang dibandingkan dengan wanita. Perlu diingat bahwa salah satu faktor yang paling diperhitungkan dalam mengelola keuangan selain pendapatan adalah utang, dan pria punya kelemahan dalam hal ini
  • Pria lebih agresif dalam berinvestasi, di mana hal ini sering kali cenderung dipicu oleh faktor ego, kebanggaan, dan percaya diri yang berlebihan. Namun demikian, pria cenderung lebih sabar dan tidak mudah panik saat berinvestasi. Hal ini berbeda dengan wanita yang biasanya sangat panik apabila mereka mengalami kerugian dalam berinvestasi
  • Pria cenderung kurang disiplin terhadap anggaran yang sudah dibuat. Hal ini sering kali disebabkan oleh pergaulan pria yang lebih luas dibandingkan dengan wanita. Dan tentu saja semakin banyak pergaulan/teman, seseorang akan semakin kesulitan dalam mengontrol anggaran yang sudah dibuat

 

Kedua uraian perbedaan karakter di atas memberikan gambaran bahwa baik pria maupun wanita punya kelebihan dan kekurangan dalam mengelola keuangan mereka. Hal terpenting adalah pembagian tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan keluarga, misalnya pria cenderung mencari nafkah, wanita boleh membantu sebatas kerja sampingan, sementara fokus utama wanita adalah mengelola keuangan di mana pria juga harus paham target dan tujuan keuangan yang ingin dicapai ke depannya.

Bagaimana jika Anda belum menikah? Anda bisa belajar kekurangan dengan melihat uraian kecenderungan berdasarkan gender di atas sehingga Anda bisa paham untuk menutup kekurangan tersebut.

 

Pelajari juga cara mengelola keuangan ketika Anda berusia 30-an tahun.

Komentar