Peringkat Maskapai Indonesia Dalam Hal Evaluasi Keselamatan

Peringkat Maskapai Indonesia Dalam Hal Evaluasi Keselamatan

Bepergian menggunakan pesawat terbang saat ini bukan lagi hal yang tidak terjangkau. Banyak perusahaan penerbangan yang menawarkan tiket pesawat dengan harga murah. Penerbangan murah ini dikenal dengan nama Low Cost Carrier (LCC).

Banyak yang menggunakan penerbangan LCC ini karena harganya yang murah. Namun masih banyak juga yang meragukan kualitas dari LCC, terutama dalam hal keselamatan serta ketepatan waktu. Kenyataan ini tentunya beralasan mengingat kecelakaan pesawat serta keterlambatan penerbangan yang seringkali ditemukan pada penerbangan LCC.

Sebagai referensi penerbangan Anda, kami akan menampilkan peringkat maskapai terbaik sesuai standar keselamatan yang dipublikasikan oleh airlineratings.com. Selain itu, kami juga mengambil berbagai artikel yang mengulas peringkat maskapai di Indonesia sebagai referensi tambahan.

Apa saja yang menjadi pertimbangan untuk peringkat keselamatan maskapai?

Sebelum kita mengetahui peringkat maskapai Indonesia, perlu diketahui juga apa yang menjadi poin penilaian.

Penilaian mengenai keselamatan ini dilihat dari hasil audit dan sertifikasi yang diterima maskapai oleh lembaga-lembaga terpercaya. Adapun sertifikasi dan poin lainnya yang menjadi ukuran adalah sebagai berikut.

  1. IOSA (IATA Operational Safety Audit)

Sertifikasi ini dikeluarkan setelah ada audit dari pihak International Air Transport Association (IATA). IATA melakukan audit mengenai operasional dan sistem kendali setiap dua tahun sekali.

IOSA bukan sertifikasi wajib bagi maskapai, jadi jika Anda menemukan maskapai yang tidak memiliki sertifikasi ini bisa jadi maskapai tersebut tidak lolos audit, atau memang memilih untuk tidak mengambil sertifikasi IOSA.

  1. Fatality Free

Penilaian ini dilihat berdasarkan riwayat meninggalnya penumpang atau petugas meninggal di pesawat selama waktu penerbangan yang dikarenakan oleh kecelakaan. Untuk kematian yang disebabkan oleh pembajakan pesawat, terorisme, atau percobaan bunuh diri oleh pilot, tidak termasuk dalam penilaian fatality free.

Maskapai dianggap tidak lolos fatality free jika terjadi kecelakaan dalam kurun waktu 10 tahun sebelumnya. Hal ini karena, untuk mengubah manajemen penerbangan secara total bisa jadi membutuhkan waktu 10 tahun.

  1. Memenuhi standar International Civil Aviation Organization (ICAO)

Sertifikasi dari ICAO diberikan jika maskapai memenuhi delapan poin audit. Maskapai akan dinilai melingkupi beberapa hal ini, yaitu keselamatan penerbangan, keamanan, efisiensi, regulasi, dan perlindungan lingkungan penerbangan.

Adapun delapan poin audit ICAO mengenai keselamatan adalah; legislasi, organisasi, perizinan, operasional, airworthiness (stabilitas penerbangan yang aman), investigasi kecelakaan, layanan navigasi udara, dan aerodromes (dimana maskapai beroperasi). Audit ini bersifat mandatory atau wajib.

  1. Europian Union (EU) Blacklist

Standar keamanan yang diterapkan oleh Uni Eropa memang tinggi, sehingga beberapa maskapai di dunia ada yang dilarang untuk beroperasi di wilayah mereka. Maskapai-maskapai milik Indonesia juga sempat dilarang beroperasi di wilayah mereka. Baru tahun ini, izin terbang di wilayah EU diterima oleh Indonesia.

  1. Izin dari pemerintah

Poin ini jelas bahwa maskapai hanya bisa beroperasi jika sudah memenuhi persyaratan keselamatan yang ditetapkan oleh pemerintah.

  1. Federal Aviation Authority (FAA) Endorsement

Adapun persyaratan lainnya adalah Federal Aviation Authority (FAA) Endorsement. Namun FAA Endorsement adalah izin penerbangan yang dikeluarkan Amerika Serikat untuk penerbangan di wilayahnya. Namun perizinan ini diberlakukan untuk negara bukan maskapai.

  1. Tahun pembuatan pesawat

Jika desain pesawat dibuat sebelum tahun 1990, maka pertimbangan keselamatannya akan berkurang.

Peringkat maskapai terbaik Indonesia (data 2018)

Setelah mengetahui kriteria-kriteria di atas, mari kita simak bersama peringkat maskapain Indonesia sesuai audit keamanannya.

MaskapaiIOSAFatality FreeICAOEU BlacklistFAA EndorsementJumlah Bintang
Garuda Indonesia7
Batik Air7
Wings AirX6
CitilinkX4
Sriwijaya AirX4
Express AirX4
Air Asia IndonesiaX6
Lion AirX6
Sumber : airlineratings.com

Penyusunan ini berdasarkan poin fatality free. Dimana maskapai Air Asia dan Lion Air tidak memiliki faktor fatality free yang artinya ada kecelakaan yang merenggut nyawa penumpang maupun awak kabin dalam kurun 10 tahun terakhir. Sedangkan sertifikasi IOSA yang bernilai tiga bintang tidak bersifat mandatori atau wajib.

Oleh karenanya, jika Anda lihat di tabel Citilink, Sriwijaya Air, dan Express Air memiliki empat bintang namun mereka ada di atas Air Asia dan Lion Air.

Dari peringkat ini, bisa dibilang Garuda Indonesia dan Batik Air menempati posisi teratas dalam hal evaluasi keselamatannya.

Faktor pelayanan

Selain keselamatan, ada juga faktor lainnya seperti pelayanan. Faktor ini umumnya merupakan hasil review dari para penumpang sendiri.

Secara garis besar, ada tiga kategori besar untuk poin pelayanan ini, yaitu full service carrier, regional carrier, dan low cost carrier (LCC). Ketiganya memiliki harga yang berbeda, full service carrier memiliki harga tiket yang mahal, sedangkan low cost carrier adalah layanan penerbangan yang paling murah.

Dari segi kenyamanan dan pelayanan, full service carrier lebih lengkap seperti makanan saat penerbangan, lounge, dan hiburan di dalam pesawat. Namun jika Anda tidak semua pelayanan tambahan ini, maka regional carrier untuk jarak dekat dan low cost carrier bisa menjadi pilihan Anda.

Setelah menentukan layanan maskapai mana yang ingin digunakan, ada baiknya Anda juga mengetahui bagaimana mempersiapkan perjalanan dengan aman. Salah satunya dengan mengetahui manfaat asuransi perjalanan.

Asuansi perjalanan ini bisa Anda beli polisnya sebelum perjalanan. Selain sebagai perlindungan saat berada dalam perjalanan, asuransi perjalanan juga berfungsi membantu Anda saat mengalami kondisi darurat di tempat tujuan.

Sedangkan untuk asuransi kecelakaan saat berada di pesawat, pihak Jasa Raharja juga memiliki manfaat yang bisa diklaim. Adapun polis asuransi dari Jasa Raharja ini sudah termasuk dalam harga tiket pesawat.

Sebagai tambahan informasi, sejak sepuluh tahun terakhir ada 5 musibah kecelakaan pesawat di Indonesia yang merenggut nyawa. Jatuhnya pesawat Lion Air tanggal 29 Oktober 2018 lalu ini merupakan salah satu kecelakaan pesawat terbesar.

Komentar