Perkiraan Pertumbuhan Industri Asuransi di Indonesia

pertumbuhan industri asuransi

Pertumbuhan industri asuransi di Indonesia merupakan salah satu hal yang gesit. Sejauh ini, Indonesia masih menjadi negara dengan tingkat perekonomian yang diperhitungkan oleh berbagai negara di dunia. Sejak tahun 2011, Indonesia mampu mencetak pertumbuhan ekonomi di atas angka 6%. Hal ini perlu diapresiasi dengan baik. Apalagi, akhir-akhir ini Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kestabilan ekonomi paling baik bila dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia.

Tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik ini ditopang oleh dua hal. Pertama, derasnya investasi yang masuk ke Indonesia, baik investasi langsung maupun tidak langsung. Kedua, didukung oleh tingginya tingkat konsumsi di dalam negeri. Kedua hal tersebut mampu membawa ekonomi Indonesia ke tingkat yang membanggakan.

Tingginya tingkat konsumsi di Indonesia pada akhirnya menjadi incaran bagi negara-negara tetangga untuk masuk dan menggarap potensi tersebut. Salah satu pasar yang digarap oleh negara tetangga adalah pasar otomotif. Berbagai merek otomotif ternama beramai-ramai masuk, baik Honda, Toyota, Suzuki, Daihatsu, Mitsubishi, Ford, Chevrolet, hingga Tata Motor.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memprediksi bahwa Indonesia akan menjadi negara maju dari sisi industri otomotif, bahkan dapat menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. Hal ini dibuktikan dengan tembusnya target penjualan yang dicatatkan oleh Gaikindo. Pada tahun 2013, Gaikindo menargetkan penjualan mobil di pasar Indonesia sebesar 1,1 juta unit dan hingga tutup tahun 2013, angka penjualan mobil di Tanah Air tercatat sebesar 1,2 juta unit .

Dengan dasar itu, Gaikindo menetapkan target penjualan kendaraan pada tahun 2014 sebanyak 1,25 juta unit. Angka ini diyakini dapat tercapai meski ada prediksi harga minyak dunia mengalami kenaikan, permintaan kenaikan upah buruh, kenaikan tarif dasar listrik, dan semacamnya.

Potensi pasar otomotif yang baik juga memberi angin segar bagi industri asuransi, terutama perusahaan asuransi yang menjual produk asuransi mobil. Hal ini dikarenakan perusahaan asuransi mobil mampu meraup untung seiring dengan pertumbuhan industri otomotif di Indonesia.

Pertumbuhan Industri Asuransi Mulai Terhambat

Meski memiliki potensi besar, langkah industri asuransi meraup untung mulai mendapatkan hambatan. Hal ini terjadi karena pemerintah telah mengeluarkan berbagai aturan terkait pembelian mobil, antara lain Peraturan Menteri Keuangan Nomor 43/PMK 010/2012. Aturan tersebut mengatur mengenai penetapan uang muka atau down payment (DP) bagi tiap pembelian mobil dan pembelian motor.

Bank Indonesia (BI) sendiri juga merilis aturan loan to value (LTV), yang di antaranya juga mengatur mengenai penetapan DP KKB minimal 30% untuk kendaraan roda empat dan 25% untuk kendaraan roda dua. Artinya, tidak ada lagi kemudahan bagi masyarakat yang hendak membeli motor ataupun mobil. Bila dulu masyarakat bisa membeli motor dan/atau mobil hanya dengan memberikan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), sekarang cara ini tidak berlaku lagi.

Regulator terkait industri asuransi tidak berhenti sampai di sana. Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang kini mengawasi dan mengatur industri jasa keuangan di Indonesia tanpa terkecuali telah menggalakkan aturan batas minimum pemenuhan modal sebesar Rp100 miliar. Jika ada perusahaan asuransi yang tidak memenuhi aturan tersebut, maka OJK siap menindak tegas. Ini tentu membuat perusahaan asuransi tidak fokus pada pengembangan lini bisnisnya.

Untuk menyehatkan industri asuransi, OJK terus mengeluarkan regulasi baru. Bahkan, pada Januari 2014, OJK mengeluarkan aturan yang bertujuan menekan terjadinya perang tarif antar perusahaan asuransi terkait musibah banjir di Jakarta. OJK mengeluarkan Surat Edaran Nomor SE 06/D.05/2013 tentang Penetapan Tarif Premi Serta Ketentuan Biaya Akuisisi Pada Lini Usaha Asuransi Kendaraan Bermotor dan Harta Benda Serta Jenis Risiko Khusus Meliputi Banjir, Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami Tahun 2014.

Industri Asuransi Akan Terus Tumbuh

Meski banyak regulasi yang dikeluarkan otoritas terkait, industri asuransi diperkirakan akan terus mengalami pertumbuhan. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memperkirakan premi industri asuransi umum di Indonesia akan mampu tumbuh kisaran 15%. Namun, angka tersebut akan mampu terealisasi dengan catatan ekonomi Indonesia mampu tumbuh di angka 6% dengan tingkat inflasi 7,2%.

Dalam laporannya, Fitch Ratings juga menunjukkan bahwa pada tahun 2014, industri asuransi di Indonesia -baik itu asuransi jiwa maupun industri asuransi umum- akan tumbuh secara stabil. Industri asuransi di Indonesia masih menawarkan peluang pertumbuhan yang menarik serta didukung oleh pertumbuhan kelas menengah. Tingginya pertumbuhan kelas menengah tersebut akan memunculkan dampak meningkatnya permintaan akan produk-produk asuransi.

Dalam konteks inilah industri asuransi di Indonesia dituntut untuk memiliki inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, perlu ada kerja sama yang dilakukan, baik antar perusahaan asuransi maupun dengan pemerintah terkait untuk memberikan edukasi demi membangkitkan kesadaran masyarakat akan keuangan atau asuransi. Jika hal ini mampu terwujud, bukan tidak mungkin pertumbuhan industri asuransi akan terus terjadi.

Baca pula mengenai efek aturan baru kredit mobil terhadap asuransi mobil di Indonesia.

Komentar