Persiapkan Dana Pensiun Sedini Mungkin Dengan Langkah dan Produk Berikut

Persiapkan Dana Pensiun Sedini Mungkin Dengan Langkah dan Produk Berikut

Kira-kira pada usia berapa nanti Anda akan siap untuk pensiun? Pernahkah terbesit pertanyaan seperti ini? Jika Anda pernah berfikir tentang persiapan masa tua, langkah apa saja yang menurut Anda harus dilakukan agar masa pensiun Anda bahagia tanpa rasa khawatir.

Bagi Anda yang masih bingung bagaimana sebaiknya mempersiapkan pensiun dengan baik, kami dedikasikan artikel ini untuk memberikan Anda langkah-langkah persiapan pensiun sejak dini. Sekaligus, produk keuangan apa saja yang bisa Anda gunakan untuk mempersiapkan masa pensiun Anda.

Apa yang harus dilakukan sebelum pensiun?

Sebelum membahas tentang produk keuangan yang bisa Anda pilih untuk menjadi penjamin masa pensiun Anda, sebaiknya Anda memperhatikan beberapa hal yang harus dilakukan sejak dini. Bagian ini penting agar nantinya dalam mempersiapkan pensiun, Anda tidak memiliki banyak beban finansial.

1. Mempersiapkan dana darurat

Mungkin Anda bertanya mengapa Anda membutuhkan persiapan dana darurat dalam proses mempersiapkan pensiun. Alasan utamanya adalah dana darurat ini bisa digunakan saat ada kebutuhan mendadak tanpa mengganggu tabungan Anda.

Dalam mempersiapkan dana darurat ini Anda harus mengetahui berapa kira-kira biaya kebutuhan Anda dalam sebulan. Karena, setidaknya saat pensiun nanti, Anda harus memiliki dana darurat untuk kebutuhan selama enam bulan. Nantinya, dana ini bisa menjadi tambahan uang pensiun untuk menunjang kehidupan Anda di awal masa pensiun.

Contoh, Anda dalam sebulan mengeluarkan Rp 3 juta untuk kebutuhan sehari-hari. Artinya sebelum Anda pensiun, Anda setidaknya harus memiliki Rp 18 juta sebagai dana darurat saat Anda pensiun nanti.

Anda bisa mengumpulkan dana ini dengan menyisihkan penghasilan setiap bulannya, terpisah dari tabungan. Misalnya, penghasilan per bulan Anda adalah Rp 4 juta, maka dengan mengumpulkan Rp 400.000 Anda bisa mengumpulkan persiapan dana darurat ini selama 4,7 tahun.

Dalam masa proses pengumpulan ini, pastinya ada saja kebutuhan yang mengharuskan Anda menggunakan dana darurat ini. Oleh karenanya, penting untuk mengumpulkan dana darurat ini sejak dini.

2. Lunasi segala hutang

Salah satu kunci kebebasan finansial adalah tidak adanya tanggungan utang. Pastikan Anda menjadikan pembayaran hutang sebagai prioritas setiap bulannya. Dengan menyicil pembayaran hutang tepat waktu, maka Anda bisa terbebas dari beban bunga. Anda juga bisa mempercepat pembayaran hutang jika tidak ada penaltinya.

Ketika Anda sudah melunasi hutang-hutang sebelum pensiun, Anda bisa fokus untuk menjalankan rencana lain yang sudah dibuat. Misalnya pindah tempat tinggal, merintis usaha, atau berlibur dengan keluarga.

Jika Anda memiliki hutang, maka pastinya ada pos biaya yang harus dikurangi agar uangnya bisa dialokasikan ke pos hutang. Pilihan pengurangan pos yang paling tepat adalah pos hiburan. Menahan diri untuk tidak mengeluarkan uang pada hal-hal sekunder atau tersier merupakan cara yang paling tepat selama proses pelunasan hutang. Dengan demikian, Anda tidak perlu memotong budget dari pos utama lainnya.

3. Memiliki sumber penghasilan lain

Langkah ini harus Anda lakukan sejak dini. Bahkan lebih baik dilakukan berbarengan dengan karir utama. Hal ini karena dengan memiliki penghasilan tambahan selain penghasilan utama dapat membantu Anda dalam mengumpulkan tabungan atau memenuhi pos keuangan penting lainnya.

Untuk memiliki penghasilan tambahan ini tidak selalu membutuhkan modal besar. Anda bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan menggunakan kemampuan yang Anda miliki. Misalnya, mengerjakan terjemahan, menjadi guru les, atau menjadi designer.

Jika ingin membuka usaha sendiri, Anda bisa memulai dengan membuat usaha bermodal kecil. Usaha dengan modal kecil ini lingkupnya tidaklah sempit, Anda bisa memiliki usaha bermodal kecil ini untuk berbagai sektor. Mulai dari kuliner, hiburan, bahkan pendidikan. Anda bisa mempelajari ide usaha sampingan modal kecil terlebih dahulu.

Kakek nenek dan dua bayi

Produk keuangan untuk persiapan pensiun

Selanjutnya adalah menentukan produk keuangan mana yang ingin Anda gunakan untuk menunjang masa pensiun nanti. Tentunya masih ada beberapa produk keuangan lainnya yang bisa digunakan sebagai penunjang saat pensiun, namun kali ini kami rekomendasikan tiga produk keuangan untuk Anda.

1. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)

Sesuai dengan definisi yang dibuat oleh pihak Otorisasi Jasa Keuangan (OJK), Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) diselenggarakan oleh bank atau asuransi jiwa untuk karyawan atau pekerja mandiri.

Menggunakan fasilitas DPLK ini cocok bagi Anda yang sulit untuk membiasakan diri menyisihkan uang untuk menabung. Karena dana pensiun ini bisa secara otomatis dipotong dari gaji. Jika Anda mengajukan dana pensiun secara mandiri, maka pemotongan bisa langsung dari rekening.

Sesuai dengan informasi dari situs OJK, saat ini ada 25 lembaga keuangan, baik itu asuransi maupun bank, yang menyelenggarakan DPLK untuk masyarakat. Adapun sebelum memilih lembaga keuangan untuk DPLK, Anda harus mempertimbangkan beberapa poin berikut.

  • Anda harus mengetahui model kebutuhan pensiun yang tepat. Nantinya Anda dapat menyesuaikan iuran dengan penghasilan dan target yang diinginkan.
  • Pertimbangkan seberapa bebas Anda bisa mengubah pilihan investasi atau penempatan dana? Perlu diingat bahwa untuk investasi, DPLK biasanya akan menempatkan dana pada instrument saham, surat utang negara, deposito, atau pilihan reksa dana. Adapun penempatan lainnya adalah pada instrument syariah.
  • Tanyakan semua informasi yang dibutuhkan. Termasuk bagaimana keberlangsungan program jika perusahaan tiba-tiba tutup di tengah jalan.
  • Pastikan Anda mengetahui berapa manfaat pensiun yang nantinya akan diterima. Jangan sampai jumlah yang Anda terima nantinya tidak mencukupi.

Setoran minimum DPLK untuk tiap lembaga keuangan ini berbeda-beda, mulai dari Rp 50.000 per bulan. Saat ke bank, Anda akan diberikan ilustrasi termasuk asumsi pengembangan dana Anda setiap tahunnya. Sebagai gambaran, Anda bisa mengunjungi situs Jiwasraya yang memberikan simulasi DPLK.

2. Deposito berjangka

Mungkin ada yang bertanya mengapa deposito menjadi pilihan dana pensiun yang harus dipertimbangkan?

Deposito memiliki beberapa keuntungan jika dibandingkan dengan investasi lainnya.

  1. Risiko rendah

Dengan deposito Anda tidak perlu khawatir akan mengalami kerugian secara tiba-tiba. Hal ini karena deposito tidak fluktuatif seperti saham. Oleh karenanya, produk keuangan ini cocok untuk Anda yang menginginkan ketenangan di masa pensiun tanpa takut akan kerugian tiba-tiba.

  1. Pembayaran bunga relatif lebih tinggi frekuensinya dan besarannya pasti

Di masa pensiun pastinya Anda menginginkan kepastian pendapatan setiap bulannya. Dalam deposito, Anda bisa memilih pembayaran bunga secara bulanan. Selain itu, besaran bunga yang dijanjikan saat Anda membuka deposito adalah pasti. Sehingga Anda bisa mengetahui pasti jumlah uang yang diterima tanpa memikirkan pengaruh fluktuasi pasar.

  1. Lebih aman

Dana yang ada dalam deposito dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Jadi jika terjadi apa-apa, dana Anda tetap aman karena diganti oleh LPS.

Sedangkan, memilih deposito juga ada sisi buruknya, diantaranya sebagai berikut.

  1. Bunga yang relatif rendah

Dengan risiko yang lebih kecil, bunga deposito pun lebih kecil. Rata-rata, bunga deposito ada di kisara 3% sampai 6% per tahun. Sedangkan saham bisa memberikan bunga hingga 20% per tahun tergantung dengan kondisi pasar. Karena bunga yang kecil ini, Anda harus memiliki dana awal yang cukup besar jika ingin nominal uang yang diterima dari bunga juga besar.

  1. Pengaruh inflasi

Karena bunga dari deposito ini bersifat pasti, maka jika terjadi inflasi nilainya akan menurun juga.

  1. Pajak yang tinggi

Pajak bunga deposito yang ada di Indonesia adalah 20%. Jadi perhitungan bunga dapat dihitung seperti contoh ini.

Misalnya Anda memiliki deposito Rp 100 juta dengan bunga 6% setiap tahun. maka bunganya adalah:

Bunga bruto : Rp 100.000.000 X 6%= Rp 6.000.000

Bunga netto : Rp 6.000.000 – (Rp 6.000.000 X 20%) = Rp 4.800.000

Maka bunga yang Anda dapatkan per tahunnya adalah Rp 4.800.000.

Jika Anda tidak begitu memberatkan pada nominal bunga yang didapatkan, dan lebih mementingkan ketenangan, maka deposito merupakan pilihan dana pensiun yang tepat.

3. JHT BPJS

Produk Jaminan Hari Tua (JHT) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sifatnya wajib untuk semua individu, baik mereka yang menerima upah ataupun tidak. Bagi Anda yang menerima gaji atau bekerja untuk perusahaan, maka kepesertaan JHT dan iurannya akan diurus oleh bagian personalia perusahaan. Namun jika Anda merupakan individu, pendaftaran JHT bisa dilakukan dengan bantuan wadah atau secara berkelompok.

Untuk iuran JHT ini besarannya adalah 5,7% dari gaji, dengan pembagian 2% ditanggung pekerja dan 3,7% ditanggung oleh perusahaan. Untuk individu non penerima upah, pihak BPJS menetapkan peraturan khusus yang menyesuaikan iuran dengan besaran penghasilan masing-masing.

Hasil dari pengumpulan uang di JHT ini nantinya bisa diambil jika memenuhi tiga hal ini:

  1. Saat Anda berusia 56 tahun
  2. Meninggal dunia, dimana dana ini akan diturunkan pada ahli waris
  3. Cacat total tetap

Anda bisa mengetahui cara klaim BPJS secara online lebih lengkap. Oleh karenanya, walaupun Anda bukan seorang karyawan perusahaan atau pegawai negeri, pastikan Anda juga mengikuti program JHT ini sebagai persiapan di hari tua.

Uraian di atas merupakan gambaran tentang persiapan dana di usia pensiun Anda nantinya. Pastikan Anda sudah memikirkan tentang dana pensiun ini sedini mungkin agar nantinya Anda bisa menikmati masa pensiun dengan tenang.

Untuk menjadikan masa pensiun Anda lebih nyaman, ada baiknya dipertimbangkan juga pilihan kota-kota yang paling cocok untuk menghabiskan hari tua di Indonesia Anda tanpa beban.

Komentar