OJK Mengaku Perealisasian Pertumbuhan Kredit Hingga 11 Persen Akan Sulit

OJK Mengaku Perealisasian Pertumbuhan Kredit Hingga 11 Persen Akan Sulit

Pertumbuhan kredit bank hingga akhir tahun diperkirakan akanmeningkat sebanyak 10 persen. Hal ini disampaikan oleh Pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, mengatakan bahwa proyeksi pertumbuhan kredit bank sudah direvisi dari 13 persen menjadi 11 persen. Lalu hingga saat ini, pertumbuhan kredit bank yang sudah terealisasi adalah 7,8 persen.

“Berkaitan dengan pertumbuhan kredit, revisi business plan pertengahan tahun 2017 telah menurunkan targetnya dari 13 menjadi 11 persen. Kalau kita lihat pertumbuhan kredit sampai hari ini, secara yoy sudah 7,8 persen. Pertumbuhan ini sudah lebih besar dibanding pertembuhan selama akhir 2016,” terangnya saat ditemui di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta.

Pihaknya mengaku bahwa tidak akan mudah untuk mencapai 11 persen hingga akhir tahun. Pada kenyataannya, yang akan terealisasi adalah sekitar 10 persen.

“Bagaimana mencapai 11 persen akhir tahun, kelihatannya ini memang agak berat. Kita perkirakan akan tercapai sekitar 10 persen,” kata Wimboh.

Penyebab dari sulitnya pertumbuhan kredit bank ini adalah karena pihak perbankan sedang melakukan restrukturisasi penyaluran kredit komersial sebesar Rp 250 miliar sampai Rp 900 miliar. Jumlah debitur untuk kisaran ini relatif besar.

“Karena debitur ini yang kemarin lebih banyak berbisnis di bidang komoditas, mining, sehingga komoditas ini kemarin sempat harganya turun cukup drastis sehingga mengalami kesulitan cash flow. Jadi debitur-debitur ini dalam proses restrukturisasi,” jelasnya.

Proses restrukturisasi ini memberikan dampak pada angka kredit bermasalah atau non performing loan (NPL). Sampai bulan September 2017 ini, realisasi kredit bermasalah sudah di bawah 3 persen.

“Kalau kita lihat jumlah NPL nya pun sudah mulai menurun. Angka terakhir pada September itu sudah 2,9 persen. Jadi sudah di bawah 3 persen. Bulan sebelumnya masih di atas 3 persen yakni 3,1 persen. Jadi ini tanda restrukturisasi NPL di kredit komersial sudah ada tanda-tanda perbaikan,” tambahnya.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo juga mengatakan bahwa pertumbuhan kredit sampai akhir tahun ini masih di kisaran 8 persen hingga 10 persen. Sedangkan pertumbuhan kredit untuk tahun depan ada di sekitar 10 sampai 12 persen.

“Di Indonesia, tahun 2017 ini memang salah satu tantangan yang sedang dihadapi adalah untuk meyakinkan korporasi dan perbankan bisa menyelesaikan konsolidasi. Dan kita memperhatikan bahwa pertumbuhan kredit yang di bawah dua digit atau di kisaran satu digit adalah salah satu tantangan yang mesti dihadapi,” tambahnya.

 

[Source]

Komentar