Apartemen atau Rumah? Pertimbangan Dalam Memilih Hunian

Apartemen atau Rumah? Pertimbangan Dalam Memilih Hunian

Pilihan tempat tinggal untuk mereka yang tinggal di kota-kota besar makin beragam. Mulai dari yang bersifat sementara seperti rumah sewa dan kos, hingga yang bersifat permanen seperti rumah atau apartemen. Dan kali ini, kami akan mengulas tentang preferensi orang Indonesia dalam memilih tempat tinggal permanennya.

Urbanisasi, pertumbuhan penduduk, dan pola mata pencaharian yang terus bergerak secara dinamis menjadi pengaruh bagi kebanyakan orang dalam memilih tempat tinggalnya. Hal ini karena pola interaksi antar keluarga atau individu pun mengalami perubahan. Namun, dapat dilihat ada dua pilihan untuk tempat tinggal permanen yang menjadi pilihan bagi mereka yang tinggal di kota, yaitu rumah tapak dan hunian vertikal seperti apartemen, rumah susun, dan kondominium.

Latar belakang dari pemilihan tempat tinggal ini dapat kita bagi menjadi tiga poin besar, yaitu jarak tempat tinggal dengan tempat kerja, latar belakang ekonomi, dan tentunya gaya hidup. Jika Anda sedang mempertimbangkan apakah lebih efektif untuk tinggal di apartemen atau membeli rumah, maka artikel ini tepat untuk Anda.

Hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli rumah atau apartemen

Secara umum, sebelum memilih apartemen atau rumah, Anda perlu memiliki informasi yang cukup mengenai pengembang yang membangun rumah atau yang menjadi pengelola apartemen. Hal ini penting untuk mengetahui keabsahan status dari bangunan yang akan ditempati. Kehati-hatian ini diperlukan karena kerugian yang ditimbulkan jika tidak hati-hati membeli properti atau bangunan bisa berjumlah besar. Anda juga perlu memastikan bahwa pengembang memiliki atau memberikan Surat Hak Milik (SHM) bangunan untuk mencegah masalah di masa mendatang.

Berikut pertimbangan sebelum membeli rumah atau apartemen yang juga perlu diperhitungkan.

Nilai investasi

Bagi banyak orang Indonesia, memiliki rumah atau apartemen tidak hanya sebagai tempat tinggal. Pemilikan properti berupa hunian juga memiliki nilai investasi. Misalnya, rumah atau apartemen bisa dijadikan sumber penghasilan pasif dengan cara menyewakannya. Selain itu, rumah dan unit apartemen memiliki nilai jual yang tinggi. Rumah tapak umumnya lebih laku dan lebih cepat dijual kembali di masa mendatang.

Perlu diingat juga bahwa jika Anda membeli rumah maka kepemilikan termasuk bangunan dan tanah/lahan. Sedangkan untuk apartemen, Anda memiliki hak pemilikan bangunan saja dan lahannya tetap merupakan milik dari pengembang. Untuk apartemen, Anda harus memperbarui masa kepemilikan setelah 20 tahun, paling lama 30 tahun.

Jarak

Sudah bukan rahasia umum jika makin dekat jarak rumah dengan area pusat kota, maka harganya pun makin mahal. Namun sekarang fasilitas transportasi umum sudah makin mudah dijangkau. Walaupun rumah Anda tidak berada tepat di area bisnis kota, Anda bisa menggunakan moda transportasi umum. Pembangunan jalan yang sekarang sudah menghubungkan berbagai area juga sangat membantu aktivitas harian Anda.

Sedangkan apartemen biasanya dibangun dekat dengan pusat kota, atau bahkan di pusat kota. Sehingga Anda bisa mempersingkat waktu perjalanan setiap harinya jika hendak ke kantor, atau ke pusat perbelanjaan. Bahkan beberapa apartemen memang sengaja dibangun berdampingan dengan mall atau area perkantoran. Dengan demikian, penghuninya hanya perlu berjalan kaki untuk mengakses semua fasilitas.

Fasilitas

Pada beberapa tempat fasilitas umum seperti taman atau ruang terbuka umum memang dekat dengan kompleks perumahan. Namun ada pula area perumahan yang jauh dari fasilitas ini. Sehingga, bagi mereka yang tinggal di perumahan harus menempuh jarak yang agak jauh untuk menikmati ruang terbuka. Tentunya Anda sendiri yang memutuskan lingkungan seperti apa yang ingin Anda tinggali.

Membeli rumah artinya kita hanya membeli tempat tinggal. Dimana pengembang tidak akan menyediakan fasilitas seperti pusat kebugaran olah raga untuk penghuni. Jika Anda ingin memiliki rumah, maka Anda harus mengeluarkan uang lebih untuk fasilitas kebugaran. Baik itu dengan membeli alat kebugaran sendiri atau ikut klub kebugaran yang kisaran harganya antara Rp 300.000 sampai Rp 1 juta per bulan.

Di sisi lain apartemen umumnya menyediakan fasilitas kebugaran ini sebagai pelengkap. Selain itu, banyak pula pihak pengembang apartemen yang menyediakan fasilitas ruang terbuka, juga kolam renang untuk para penghuninya.

Fasilitas berupa petugas keamanan 24 jam dan internet broadband juga umum ditemukan di apartemen. Namun kembali lagi ke si calon pembeli, apakah fasilitas-fasilitas ini merupakan prioritas utamanya.

Perawatan

Perawatan rumah harus dilakukan sendiri. Anda harus melakukan perbaikan sendiri, mencari tukang dan membayarnya sendiri. Sebagaimana properti lainnya, perawatan rumah harus dilakukan secara berkala. Bagi mereka yang tinggal di apartemen, biasanya perawatan atau perbaikan bangunan merupakan tanggungjawab dari pihak pengurus apartemen.

Sisi baiknya, Anda bisa leluasa merenovasi dan mengubah bentuk rumah Anda sesuai keinginan. Berbeda dengan apartemen, atau hunian vertikal lainnya, Anda hanya bisa mengubah interior dan bukan bentuk bangunannya.  Perlu juga diingat bahwa biaya setelah pembelian seperti biaya perawatan atau renovasi juga harus menjadi bagian yang perlu diperhitungkan.

Setelah mengetahui hal yang perlu dipertimbangkan sekarang Anda bisa membandingkan tentang fasilitas keuangan yang bisa membantu Anda dalam memiliki rumah atau apartemen. Apa perbedaannya dan apa saja persyaratannya.

Fasilitas cicilan dan persyaratannya

Pada dasarnya ada dua jenis pengajuan kredit untuk pemilikan tempat tinggal sesuai dengan jenis hunian yang dipilih, yaitu Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA).

Kedua jenis kredit ini tidak berbeda jika dilihat dari persyaratan dan prosesnya. Satu-satunya perbedaan adalah jenis properti yang akan Anda dapatkan. Beberapa poin berikut merupakan hal-hal yang harus diperhatikan dalam proses KPR dan KPA.

Persyaratan administratif

Persyaratan pengajuan KPR :

  • fotokopi KTP dan fotokopi kartu keluarga
  • fotokopi akta nikah
  • slip gaji
  • fotokopi NPWP
  • surat keterangan bekerja serta fotokopi rekening koran tabungan tiga bulan terakhir

Persyaratan pengajuan KPA :

  • fotokopi KTP
  • fotokopi Kartu Keluarga
  • fotokopi akta nikah ataupun akta cerai
  • fotokopi NPWP atau nomor pokok wajib pajak
  • surat keterangan atau surat rekomendasi dari perusahaan
  • slip gaji satu bulan terakhir
  • fotokopi SPT atau PPh 21 serta fotokopi buku tabungan tiga bulan terakhir

Biaya tanda jadi

Biaya tanda jadi ini diperlukan ketika Anda mengurus KPR, baik Anda membeli rumah bekas atau baru. Biaya tanda jadi rumah baru dibayarkan pada pengembang, sedangkan untuk rumah bekas dibayarkan pada perantara. Pada proses KPA, terkadang bukti tanda jadi dari developer ini juga diperlukan.

Uang muka

Setiap pembelian properti, pelunasan uang muka harus dilakukan sebagai prasyarat KPR maupun KPA. Besaran dari uang muka pun beragam. Di Indonesia, yang sering ditemui adalah besaran uang muka biasanya antara 10 persen sampai 30 persen dari harga rumah atau apartemen yang hendak dibeli. Adapula yang menetapkan besaran uang muka kurang dari 20 persen dengan syarat tambahan.

Pajak

Ada dua jenis pajak dalam transaksi jual beli properti ini yang juga harus dilunasi, yaitu pajak penjualan dan pajak pembelian. Pajak penjualan ini sifatnya sama dengan Pajak Penghasilan (PPh) dan dibebankan pada penjual atau pengembang. Besaran pajak penjualan ini adalah 5 persen dari harga jual. Kemudian pajak pembelian atau Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan merupakan beban dari pembeli. Besar pajak juga sama dengan PPh yaitu 5 persen.

Kedua pajak ini berlaku untuk pembelian rumah maupun apartemen.

Biaya notaris untuk KPR

Pengembang dari perumahan yang akan Anda huni biasanya memiliki notarisnya sendiri. Biaya notaris ini akan dibebankan pada Anda sebagai kreditur dari KPR. Oleh karenanya, saat membeli rumah pastikan biaya ini juga masuk dalam kalkulasi Anda.

Setelah mempelajari hal-hal di atas, tidak ada salahnya juga untuk mempelajari estimasi biaya untuk membangun rumah minimalis.

Komentar