Kapan Anda Harus Meminjam Uang? Dan Kapan Tidak Boleh Meminjam?

Kapan Anda Harus Meminjam Uang? Dan Kapan Tidak Boleh Meminjam?

Banyaknya fasilitas pemberi pinjaman di Indonesia hadir karena memang kebutuhan masyarakat akan dana tambahan untuk berbagai kebutuhan.

Pada saat-saat tertentu, Anda juga mungkin pernah berfikir untuk mengajukan pinjaman. Namun sebenarnya tidak semua situasi bisa diatasi dengan pinjaman.

Untuk memberikan informasi penting untuk menyelamatkan keuangan Anda dari utang yang tidak perlu.

Jangan ajukan pinjaman saat keadaan ini

Walaupun akses untuk mendapatkan pinjaman saat ini makin mudah dan beragam, namun bukan berarti Anda bisa mengajukan pinjaman di setiap saat.

Berikut adalah beberapa contoh keadaan, dimana mengajukan pinjaman bukanlah pilihan bijak.

Belum cukup umur

Tentu saja pengajuan pinjaman Anda akan ditolak jika Anda belum mencapai usia minimal yang disyaratkan pihak bank.

Jangan dikira hal ini tidak pernah terjadi. AturDuit sendiri pernah beberapa kali menerima aplikasi dari mereka yang berada di bawah umur 21 tahun, yang langsung ditolak saat kami konfirmasi.

Selain membuang-buang waktu Anda, mengajukan pinjaman juga artinya memasukkan data Anda pada catatan bank.

Jadi misalnya, 2 bulan kemudian umur Anda mencukupi dan ingin mengajukan pinjaman lagi, pengajuan Anda pasti ditolak. Karena Anda masih dalam masa tunggu dari hari penolakan pinjaman yang pertama.

Tidak bersedia membayar cicilannya

Memang ketika seseorang meminjam uang, ia pasti sadar akan tanggungjawab untuk mengembalikan. Namun, tidak semua orang memiliki niatan baik ini atau kesiapan untuk mengembalikan uang yang dipinjam.

Jika ini keadaannya, maka Anda tidak boleh mengajukan pinjaman. Hal ini karena, kalaupun pengajuan disetujui pihak bank atau debitur, catatan kredit Anda akan buruk di pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Perlu diingat bahwa riwayat keuangan inilah yang akan diakses oleh pihak bank dalam menentukan persetujuan kredit atau pinjaman di masa mendatang.

Untuk tujuan konsumtif semata

Pola pikir “pinjam dulu, bayar saat gajian” memang tidak selalu bagus. Apalagi jika untuk urusan yang hanya bersifat konsumtif.

Kalau Anda tidak berada dalam kondisi mendesak atau darurat dan hanya ingin memenuhi kebutuhan konsumtif yang tidak menghasilkan keuntungan di masa mendatang, maka jangan mengajukan pinjaman.

Apalagi jika akibatnya nanti membuat keuangan Anda kacau karena harus berhutang-bayar utang terus menerus.

Harus ajukan pinjaman saat keadaan ini

Selain keadaan dimana Anda tidak boleh mengajukan pinjaman, kali ini kami juga menampilkan keadaan-keadaan dimana meminjam uang memang harus dilakukan.

Kebutuhan mendesak

Walaupun memiliki tabungan, terkadang kondisi mendesak atau darurat memaksa Anda untuk mendapatkan dana tambahan.

Misalnya, keluarga yang dirawat di rumah sakit, rumah rusak dan harus direnovasi, pernikahan, atau kebutuhan tambah modal usaha.

Pada keadaan seperti ini, mau tidak mau, Anda harus mengajukan pinjaman. Tentunya besaran pinjaman juga harus bisa disesuaikan dengan kemampuan Anda membayar kembali atau menyicil.

Membeli aset

Meminjam uang bukanlah sesuatu yang buruk, bahkan menguntungkan jika Anda bisa memanfaatkannya dengan baik. Salah satunya dengan menggunakan uang pinjaman untuk membeli aset.

Contoh, Anda ingin menjadi memiliki pekerjaan sampingan sebagai penulis lepas. Lalu Anda mengajukan pinjaman untuk membeli laptop atau kamera. Langkah ini tepat karena pada akhirnya aset yang dibeli akan menghasilkan uang, bahkan bisa lebih dari jumlah pinjaman.

Anda juga bisa mengajukan pinjaman untuk membeli motor yang bisa digunakan sebagai pendukung usaha. Selain itu, motor juga bisa dijual kembali di masa mendatang.

Untuk kebutuhan-kebutuhan produktif, seperti membeli aset, mengajukan pinjaman merupakan langkah yang tepat.

Mau menyisihkan uang untuk membayar cicilan

Ini adalah keadaan yang harus dijadikan poin penting. Pastikan Anda hanya mengajukan pinjaman pada keadaan Anda mampu untuk membayar cicilannya.

Ingat, banyak kasus kredit macet dengan nasabah yang tidak mampu untuk membayar cicilan. Akhirnya, utang pun membengkak dan pihak bank atau lembaga keuangan pasti akan mengejar nasabah untuk melunasi utangnya.

Oleh karenanya, pastikan Anda memiliki kemampuan untuk menyisihkan 10% sampai 30% penghasilan untuk membayar utang.

Dengan penjabaran singkat ini, kami berharap Anda bisa memiliki gambaran kapan mengajukan pinjaman dan kapan tidak mengajukan pinjaman.

Pihak bank dan lembaga keuangan menyediakan fasilitas pinjaman, online dan offline, untuk membantu masyarakat luas. Namun, jika tidak bijak, fasilitas yang seharusnya memudahkan malah akan menyusahkan.

Pastikan juga Anda mengetahui pilihan produk pinjaman online yang tepat dan penyedia pinjaman yang legal.

Komentar