PLN Bangun Jaringan Kabel Bawah Laut Sepanjang 36 KM Untuk Babel

PLN Bangun Jaringan Kabel Bawah Laut Sepanjang 36 KM Untuk Babel

Pasokan listrik ke gugusan pulau Bangka-Belitung (Babel) sudah direncanakan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Pihak PLN akan membangun jaringan kabel bawah laut untuk kebutuhan listrik di Babel. Jaringan kabel yang akan dibangun memiliki panjang 36 kilometer (km) dengan transmisi 29 km.

Kepala Divisi Pengembangan Regional Sumatera Budi Pangestu mengatakan bahwa dengan adanya kabel bawah laut yang beroperasi, maka cadangan listrik di Bangka Belitung akan naik menjadi 385 megawatt (mw).

“Kita akan mendistribusikan listrik dari Sumsel ke Babel lewat bawah laut, saat kabel laut beroperasi cadangan naik jadi 385 mw,” katanya saat ditemui di Belitung.

Menurut pengungkapan Budi, kebutuhan pasokan listrik di Babel saat ini adalah 167,5 mw dengan beban pokok sebesar 133,7 mw. Sementara cadangan listrik yang saat ini ada hanya 33,8 mw dengan rata-rata margin 36 mw.

“Saya kira nanti tercukupi dalam rangka menurunkan biaya pokok produksi. Dari Tanjung Api-Api ke Bangka kita tarik kabel listrik,” imbuhnya.

Selain jaringan kabel bawah laut, General Manajer PLN Wilayah Bangka-Belitung Susiana Mutia mengatakan bahwa pihak PLN juga akan membangun sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di pulau-pulau kecil area Babel. Spesifikasi dari PLTS ini adalah 170 kwp per Kwh.

PLTS ini juga nantinya akan berdampak pada berkurangnya Beban Pokok Produksi (BPP) listrik di pulau-pulau kecil ini antara Rp 4.000 per Kwh sampai Rp 5.000 per Kwh.

“Akan diskemakan penggunaan PLTS pada siang hari dan penggunaan diesel di malam sebab penyesuaian pada energi yang tersedia dan yang terpakai,” imbuh dia.

Selain PLTS, PLN juga akan berusaha mengembangkan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) di kawasan Babel.  Adapun EBT yang nantinya akan dibangun adalah Pembangkit Listrik Biogas yang akan memiliki kapasitas 5 mw, Pembangkit Tenaga Biomasa dengan kapasitas sekitar 4 mw di Bangka dan 5 mw di Belitung.

“Untuk rasio elektrifikasi di Bangka dan Belitung sendiri saat ini posisinya sudah mencapai 100 persen. Dengan biaya termurah masih pada pembangkit batu bara,” tutup dia.

 

[Source]

Komentar