PLN Siap Merugi Untuk Penuhi Target Rasio Elektrifikasi

PLN Siap Merugi Untuk Penuhi Target Rasio Elektrifikasi

PT PLN (Persero) menyatakan bahwa mereka siap merugi untuk menyukseskan penambahan rasio elektrifikasi, terutama untuk kawasan Indonesia Timur. Hal ini karena ebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PLN memang harus siap jika ada tugas dari pemerintah.

Sofyan Basir, Direktur Utama PLN, memberi contoh seperti yang baru-baru ini terjadi, PLN telah menyediakan Pembangkit Tenaga Listrik Tenaga Diesel di 1.000 titik. Dimana semua titik ini ada di pulau terluar dan perbatasan kawasan Indoensia. PLN juga telah berhasil memberikan fasilitas listrik ke 380 kepala keluarga di Pulau Liran, titik barat daya terjauh Provinsi Maluku.

Dengan menyalurkan listrik ke pulau ini, PLN mengatakan bahwa mereka kehilangan potensi pendapatan Rp 48 juta dalam setahun. Walaupun angka itu lebih kecil jika dibandingkan dengan pendapatan PLN yang bisa mencapai Rp 320 triliun per tahunnya.

“PLN harus tanggungjawab. PLN memang rugi menerangi 380 rumah, kami listriki semua. Setelah listrik menyala, mereka bilang tidak ada uang, tidak bayar ya tidak apa-apa. Karena PLN masih bisa ambil untung dari kegiatan di pulau Jawa,” lanjut Sofyan.

Kebanyakan pihak swasta enggan membangun pembangkit listrik di area Indonesia Timur. Keengganan ini timbul karena mereka menganggap imbal hasil yang didapatkan dari membangun pembangkit listrik di Indonesia Timur tidaklah sepadan.

“Kemarin kan (pengusaha) teriak-teriak kenapa semuanya dikerjakan BUMN. Iya, swasta mau tidak? BUMN diperintahkan untuk jalankan penugasan. PLN juga bagian dari BUMN, dan BUMN tidak selamanya harus untung,” kata Sofyan.

Sementara itu, kinerja PLN ini juga tidak luput dari apresiasi yang langsung datang dari Presidden Joko Widodo. Rapor bagus ini didapatkan karena keluhan masyarakat akan ketersediaan listrik yang diterimanya tiap melakukan kunjungan kerja sudah jauh lebih minim.

“Tiga tahun lalu, setiap saya pergi ke provinsi-provinsi baik Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, NTB, NTT, Maluku, Papua sama keluhanannya, listirknya kurang. Tahun ini saya muter lagi, saya tidak dengar lagi suara-suara itu, artinya kerja ngebut yang telah dilakukan PLN,” lanjutnya.

Pemerintah pusat sendiri menargetkan 97 persen rasio elektrifikasi untuk tahun 2019.
[Source]

Komentar