Sektor Kreatif dan Digital Diprediksi Menyumbang 57% Pendapatan Global

Sektor Kreatif dan Digital Diprediksi Menyumbang 57% Pendapatan Global

Menteri Komunikasi dan Informatika(Kominfo) Rudiantara, manyatakan bahwa ia percaya bahawa Indonesia mampu menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi kreatif dan digital terbesar di tahun 2022. Dimana pada tahun yang sama India, Jepang dan China menjadi beberapa pasar kreatif serta digital yang besar.

“Siapa yang akan menduga, mayoritas pendapatan global pada 2022, 57% akan bersumber dari sektor digital,” kata Rudiantara dalam acara World Conference on Creative Economy (WCCE) 2018 di Bali.

Rudiantara juga memprediksi bahwa pendapatan ekonomi kreatif dan digital di Indonesia pada tahun 2022 bisa mencapai USD130 miliar atau sekitar 12% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Hal ini menunjukkan Indonesia menjadi salah satu negara dengan pendapatan tertinggi.

“Ini kabar yang baik dan menarik para global venture capital, funding atau perusahaan startup,” tambahnya.

Dia menambahkan bahwa anak muda usia produktif menjadi penggerak penting dalam pertumbuhan ekonomi kreatif dan digital ini. Generasi muda rata-rata berusia 18-24 tahun menjadi kreator untuk platform digital, perusahaan startup, pembuat games, animation, film, dan video.

Ada lebih dari 40 juta pengguna game online di Indonesia yang juga merupakan anak muda. Gamers muda tersebut berhasil meningkatkan valuasi market game di 2017 hampir USD 900 juta.

“Itu baru satu sektor, belum perhitungan dari marketplace dan lain-lain,” katanya.

Kondisi ini didukung dengan bonus demografi di Indonesia pada tahun 2030 nanti. Maka dengan adanya sekitar 180 juta anak muda usia produktif yang akan memasuki pekerjaan di 2030, maka hal yang mungkin terjadi digital ekonomi Indonesia akan berkontribusi 12% ke GDP di 2020.

Secara global, kata Rudiantara, ekonomi digital akan tumbuh sangat pesat. Diperkirakan pendapatan dari ekonomi digital mencapai USD23 triliun pada 2025 atau ekitar 24% secara GDP global. Hitungan ini dengan asumsi pertumbuhan investasi pada ekonomi digital tiap tahunnya konsisten.

“Di era ini, inovasi dan kreativitas ditambah digitalisasi, menciptakan digital ekonomi. Global digital ekonomi ini tumbuh sangat pesat hampir dua kali lipat dari pada periode 2000-2016,” imbuhnya lagi.

 

[Source]

Komentar