Rp 300 Miliar Untuk Pembangunan Rumah Karyawan Lion Air Group

Rp 300 Miliar Untuk Pembangunan Rumah Karyawan Lion Air Group

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyiapkan Rp 300 miliar untuk pembiayaan pembangunan kompleks rumah untuk karyawan Lion Air Group. Perumahan ini rencanya akan dibangun di area Lebak, Banten.

Mengenai hal ini, Direktur Utama BTN Maryono mengatakan bahwa memang belum semua karyawan Lion Air Group yang akan membeli rumah di kawasan ini. Dari total 29 ribu karyawan, baru sekitar delapan ribu orang yang berkomitmen untuk membeli rumah di kawasan ini.

“Sebenarnya yang berpotensi semuanya, tapi baru delapan ribu yang berkomitmen,” kata Maryono.

Maryono juga menjelaskan bahwa harga rumah yang disediakan oleh pengembang ini ada di kisaran Rp 200 juta per unitnya. Dengan adanya komitmen dari delapan ribu karyawan ini, maka potensi penjualan mencapai Rp 1,6 triliun.

Dalam proses pembangunan ini, PT Bintang Energi Lestari (BEL) akan menjadi pengembang dari proyek perumahan yang akan melibatkan beberapa kontraktor ini.

Direktur Bintang Energi Lestari Ishak mengatakan bahwa tipe yang akan disediakan untuk perumahan ini juga beragam. Yaitu tipe 22, 27, dan 36, untuk kru sampai pilot.

Perumahan ini akan berbentuk seperti rumah tapal atau landed house. Menurut Ishak, dengan harga tanah yang murah, pihaknya dapat menjual rumah ini dengan harga yang terjangkau pula.

Rp 117 juta paling murah, nanti sampai Rp 350 juta,” jelasnya.

Perusahaan akan membangun 4.000 unit sebagai tahap awal dalam waktu dua tahun. Selanjutnya, perusahaan akan mebangun 15.000 unit rumah sebagai tambahannya.

Pada kesempatan berbeda, Direktur Utama Lion Air Group, Edward Sirait, menyatakan bahwa ada 4.000 karyawan Lion Air Group Jakarta yang akan menempati 4.000 rumah di kawasan hunian ini. Nantinya, kompleks ini akan diberi nama Perumahan Bintang Maja Lestari.

Diharapkan tahun depan sudah selesai,” ucap Edward.

Edward juga menuturkan bahwa Lion Group akan menambah fasilitas kawasan ini seperti transportasi kereta api atau bus dengan rute ke bandara. Fasilitas transportasi ini akan memudahkan akses karyawan ke bandara.

“Jadi misalnya mereka mau kerja bisa naik kereta api ke Serpong, dari Serpong nanti pakai bus ke bandara,” jelas Edward.

 

[Source]

Komentar