Refinancing, Seberapa Jauh Anda Mengetahuinya?

refinancing

Apakah Anda familiar dengan istilah Refinancing? Bagi yang sering bolak-balik ke bank untuk mengajukan KPR sepertinya istilah ini sudah tak asing di telinga. Pasalnya, Refinancing merupakan salah satu program KPR yang cukup populer di mata nasabah. Untuk mengetahui lebih lanjut, kami akan mengulas serba-serbi soal Refinancing.

Pengertian Refinancing

Secara umum refinancing adalah pengajuan kredit yang dilakukan oleh nasabah KPR dengan menjaminkan aset yang dimiliki oleh nasabah. Jaminan untuk KPR refinancing ini tentunya adalah rumah Anda sendiri. Rumah tersebut tentunya merupakan hasil yang Anda beli dengan menggunakan metode pembayaran KPR. Melalui KPR refinancing inilah, Anda bisa memperoleh sejumlah modal dari bank.

Para nasabah bisa memanfaatkan refinancing sebagai kebutuhan dana tambahan untuk modal usaha, membantu biaya pendidikan anak, asuransi hingga pembiayaan lainnya yang butuh biaya besar. Anda akan sangat diuntungkan seandainya rumah pribadi saat ini menggunakan cicilan KPR. Dalam pengajuan refinancing prosesnya terbilang mudah. Bagi Anda yang ingin tahu caranya berikut penjelasan lebih lanjut.

Cara Memperoleh Refinancing

Ada beberapa syarat yang wajib diikuti agar dana segar untuk memenuhi kebutuhan Anda dapat segera dicairkan oleh pihak bank. Sebelum menjaminkan aset berharga Anda ini, pastikan bahwa tujuan utama dalam pengajuan refinancing adalah murni memenuhi kebutuhan mendesak Anda bukan untuk hal-hal konsumtif dan bersenang-senang. Sebab, jika dana tersebut dipakai untuk kepentingan, Anda akan menemui kesulitan pada akhirnya.

Berikut adalah cara memperoleh refinancing ;

  • Minimal memiliki rumah hasil KPR yang berusia kurang lebih satu tahun
  • Mendatangi bank yang merupakan tempat Anda mengambil layanan KPR dan mengajukan penarikan dana tambahan dari kenaikan harga properti yang kita miliki
  • Bank akan melakukan survey kembali keadaan properti kita untuk menafsirkan berapa persen kenaikan harga properti yang kita miliki
  • Jika ada renovasi pada properti yang dimiliki, bank akan memperhitungkannya untuk meningkatkan penarikan tambahan dana yang kita ajukan
  • Lokasi tempat tinggal/lokasi bekerja/usaha/praktek debitur di kota tempat KC/KCP berada.
  • Melampirkan dokumen kredit (fotokopi KTP, fotokopi KK, NPWP, pas foto suami/istri terbaru, Surat Keterangan Gaji, dan dokumen lainnya).
  • Angsuran yang bisa Anda bayarkan adalah cicilan (pokok + bunga) dari sejumlah utang yang ada, ditambah permohonan baru, dan tidak boleh melebihi dari 1/3 kali gaji kotor pemohon/penghasilan gabungan suami-istri.
  • Usia minimal 21 tahun/sudah menikah.
  • Warga Negara Indonesia.
  • Karyawan, lama bekerja: minimal 1 (satu) tahun di perusahaan yang terakhir atau total pengalaman kerja minimal 2 (dua) tahun. Pengusaha dan Profesional, lama bekerja: minimal 2 (dua) tahun sebagai pengusaha atau seorang profesional.

Kelebihan Dan Kekurangan Refinancing

Kelebihan Refinancing

  • Umumnya memiliki suku bunga rendah dan stabil sehingga angsuran ringan dan dapat memastikan kebutuhan mendesak Anda terpenuhi.
  • Membantu Anda yang berinvestasi pada bidang properti sebab bisa memperoleh properti lainnya tanpa harus menggadaikan surat kepemilikan properti pada bank
  • Terbebas dari penalti kalau melakukan pelunasan sebagian/seluruhnya sebelum akhir masa kredit.

Kekurangan Refinancing

  • Bunga kredit akan meningkat hingga akhir tenor ketika pihak bank menyetujui permohonan penarikan penambahan nilai dari properti yang Anda miliki.
  • Jangan menggunakan dana pinjaman untuk hal konsumtif, karena Anda akan menemui kesulitan sendiri dari hasil pengajuan KPR refinancing tersebut.

Waktu Yang Tepat Untuk Mengambil Refinancing

Saat suku bunga turun

Waktu yang tepat jika ingin mengajukan KPR refinancing adalah saat suku bunga sedang turun. Anda harus bernegosiasi dengan pihak bank ketika mereka menawarkan bunga yang lebih rendah. Tak ada salahnya pindah ke lain bank jika ada yang menawarkan suku bunga lebih rendah dan segera ajukan KPR refinancing di bank baru tersebut. Pengajuan tersebut membantu Anda membayar cicilan dengan jumlah yang lebih kecil dan sebagian uangnya bisa digunakan untuk berinvestasi.

Saat memperpanjang masa angsuran

Sejatinya, refinancing dapat membantu Anda ketika kondisi keuangan Anda memburuk dan kesulitan membayar cicilan KPR. Melalui sistem ini Anda bisa memperbarui sistem pembayaran KPR lama Anda dengan memulai angsuran dari bulan pertama lagi. Besar angsuran bisa menyesuaikan dengan pendapatan Anda.

Saat butuh uang tunai

Kebutuhan mendesak yang melanda Anda memang tak dapat diprediksi waktu datangnya. Biasanya keperluan tersebut membutuhkan uang yang tidak sedikit. Solusinya adalah Anda bisa menggunakan refinancing untuk memenuhi keperluan itu. Namun, dengan catatan nilai properti harus lebih besar dari sisa utang. Misalnya, nilai rumah Anda tahun ini mencapai Rp 500 juta sedangkan sisa cicilan KPR Anda Rp 300 juta. Dana tunai yang dapat Anda ambil ialah Rp 200 juta.

Perbandingan Membeli Properti Secara Tunai Dan Dengan KPR akan menuntun Anda saat hendak memiliki rumah idaman

 

Komentar