Perencanaan Finansial Di Awal 20an Untuk Mapan Di Usia 30an

Perencanaan Finansial Di Awal 20an Untuk Mapan Di Usia 30an

Mempersiapkan kemapanan finansial bukanlah proses singkat yang bisa Anda lakukan secara dadakan. Sebagaimana karir, kemapanan secara finansial pun harus dipersiapkan sedini mungkin. Disaat Anda berada di usia awal meniti karir.

Oleh karena itu bagi Anda yang berada di awal dan pertengahan usia 20an, ada baiknya memperhatikan beberapa hal yang kami uraikan untuk kemapanan Anda di usia 30an. Dimana selain menabung, pastinya ada beberapa hal penunjang lainnya yang bisa membantu Anda menuju kemapanan finansial.

1. Buatlah target finansial dan langkah realisasinya

Sebelum merancang langkah finansial Anda, tentukan dulu waktu targetnya. Sesuai dengan topik kita kali ini, jika Anda berada di usia 20an, maka target finansial Anda adalah 10 tahun.

Di usia ini biasanya Anda masih berada dalam tahap awal meniti karir, sehingga tidak mungkin untuk langsung mengambil langkah ekstrim seperti berinvestasi dalam jumlah besar atau membeli properti. Oleh karenanya, Anda butuh rencana jangka pendek yang realistis untuk dilakukan.

Rencana jangka pendek ini antara dua sampai tiga tahun. Dimana pada masa-masa ini Anda masih berada dalam posisi memulai karir. Nantinya jika target rencana jangka pendek ini terealisasi, Anda bisa mengambil langkah selanjutnya yang membutuhkan modal awal lebih besar seperti usaha sampingan atau deposito.

Langkah pertama pastinya adalah miliki tabungan. Berapapun besarnya penghasilan Anda, usahakan untuk menyisihkan minimal 5 persen setiap bulannya. Misalnya gaji Anda adalah Rp 3 juta, berarti Anda harus menyisihkan Rp 150.000 setiap bulannya.

Dalam tiga tahun ke depan, Anda setidaknya memiliki Rp 5.400.000 untuk digunakan memulai langkah berikutnya. Jumlah ini cukup untuk Anda putar kembali dalam bentuk usaha kecil sebagai penghasilan sampingan. Namun jika Anda memiliki pengasilan yang lebih besar dan mampu mengumpulkan Rp 10 juta, Anda bisa membuka akun deposito untuk simpanan Anda.

Jika ingin penambahan hasil tabungan yang maksimal, maka Anda bisa menggunakan produk tabungan berjangka. Agar tidak memberatkan, mengingat tabungan ini tidak bisa dihentikan kapan saja, Anda bisa memilih tabungan berjangka dengan minimal setoran Rp 200.000. Sehingga saldo Anda nantinya bisa mencapai kisaran Rp 8 juta setelah tiga tahun dengan bunga 6 persen.

Berikut adalah tabel simulasi perhitungan dengan nilai setoran awal Rp 200.000 dan setoran bulanan Rp 200.000 untuk tabungan berjangka.

TahunNilai TabunganSetoran BulananBungaNilai Tabungan Akhir
0Rp 200.000
Rp 200.000
Rp 2.000Rp 402.000
1Rp 2.478.391,64Rp 200.000Rp 13.391,96Rp 2.691.783,60
2Rp 5.110.701,45Rp 200.000Rp 26.553,51Rp 5.337.254,96
3Rp 7.905.366,37Rp 200.000Rp 40.526,83Rp 8.145.893,20
Sumber : http://www.simulasideposito.com/simulasi_tabungan_rencana.php

2. Simpan uang selain di tabungan biasa

Menyimpan uang memang penting, namun jika Anda menyimpannya dalam bentuk tabungan biasa, uang Anda akan dipotong biaya admin, belum lagi jika ada kondisi darurat yang mengharuskan Anda mengambil uang dari rekening tabungan. Faktor ini tentunya membuat Anda kesulitan mencapai target saldo yang diinginkan.

Seperti contoh diatas, Anda bisa menggunakan produk tabungan berjangka untuk saldo akhir yang lebih maksimal. Selain tabungan berjangka, setelah uang Anda mencukupi maka bukalah deposito di bank atau menggunakan aplikasi keuangan untuk menghindari biaya admin.

Pastikan juga aplikasi yang Anda gunakan terpercaya dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Serta carilah informasi mengenai simulasi perhitungan saldo, bisa ditanyakan pada Customer Service jika Anda membuka akun deposito di bank, sehingga Anda mengetahui kisaran dana yang Anda miliki nantinya.

Jenis produk keuangan lainnya yang bisa Anda gunakan adalah reksadana. Dimana dalam reksadana Anda akan dibantu oleh perusahaan manajer investasi untuk mengelola dana Anda. Karena jenis investasi ini dilakukan bersama, jadi modal yang diperlukan tidak terlalu besar. Anda bisa memulai reksadana bahkan dengan Rp 100.000.

Berikut adalah contoh simulasi deposito dan tabungan biasa untuk membantu Anda dalam memiliki gambaran saldo akhir yang akan diperoleh. Namun perlu diingat, bahwa setiap bank bisa saja memiliki kebijakan dan perhitungan sendiri mengenai saldo dan tabungan.

Deposito

Simulasi deposito ini dibuat dengan nilai tabungan awal Rp 10 juta dan bunga 5,5% per tahun selama tenor 3 tahun.

TahunNilai Deposito AwalBungaNilai Deposito Akhir
1Rp 10.000.000Rp 550.000Rp 10.550.000
2Rp 10.550.000Rp 580.250,00Rp 11.130.250,00
3Rp 11.130.250,00Rp 612.163,75Rp 11.742.413,75
Sumber : http://www.simulasideposito.com/calculate.php

Tabungan Biasa

Di bawah ini merupakan simulasi tabungan dengan setoran bulanan Rp 300.000 selama 3 tahun (total Rp 10.800.000) dan bunga 2,5%.

TahunNilai TabunganSetoran BulananBungaNilai Deposito Akhir
1Rp 3.341.537,81Rp 300.000Rp 7.586,54Rp 3.649.124,34
2Rp 7.075.164,48Rp 300.000Rp 15.364,93Rp 7.390.529,41
3Rp 10.903.208,82Rp 300.000Rp 23.340,02Rp 11.226.548,84
*perhitungan ini belum dipotong biaya admin
Sumber : http://www.simulasideposito.com/simulasi_berapa_lama_menabung.php

Dari simulasi di atas, diketahui bahwa memiliki jenis simpanan lain selain tabungan biasa dapat membantu Anda dalam lebih menguntungkan. Jika dilihat, dengan deposito Rp 10.000.000 di awal Anda bisa memiliki Rp Rp 11.742.413,75 di tahun ke tiga, sedangkan pada tabungan biasa, Anda memiliki Rp 11.226.548,84 di tahun ke tiga.

Perhitungan tabungan biasa:

Jumlah saldo simpanan = (Rp 300.000 x 12) x 3 tahun = Rp 10.800.000

Maka akumulasi bunga dalam tiga tahun adalah Rp 11.226.548,84 – Rp 10.800.000 = Rp 426.548.84

Sedangkan untuk Deposito jumlah saldo simpanan Rp 10.000.000 dan bunga yang diterima di akhir tahun ke-3 adalah Rp 1.742.413,75

Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan hasil akhir saldo yang lebih banyak jika memiliki simpanan lain selain tabungan.

3. Manfaatkan sumber pendapatan lain

Selain menggunakan produk keuangan dari bank sebagai sarana memaksimalkan uang Anda, menjalankan usaha juga bisa menjadi cara untuk mencapai target finansial.

Gunakanlah hobi Anda sebagai sarana mendapatkan penghasilan tambahan. Menjalankan usaha yang sesuai dengan hobi akan mencegah Anda dari rasa jenuh yang akhirnya bisa mendorong untuk tekun dalam mengerjakannya. Selain itu, setelah bekerja selama lima hari Anda pastinya tidak ingin melakukan sesuatu yang menambah stress.

Salah satu contoh jika Anda memiliki hobi di bidang kecantikan, Anda bisa menjadi perias. Selain frekuensi kerja yang tidak terlalu sering, menjadi perias juga mendatangkan penghasilan yang cukup besar. Misalnya, menjadi perias pengantin bisa menghasilkan minimal Rp 2 juta untuk satu klien.

Sedangkan kalau Anda tidak ingin keluar rumah, Anda bisa menggunakan cara bisnis online untuk memulai usaha Anda. Anda bisa melakukan usaha sendiri, menjadi reseller, atau menggunakan website-website yang menyediakan proyek untuk pekerja lepas.

Contoh pengusaha yang menggunakan hobinya sebagai penghasilan sampingannya adalah Almeyda Nayara atau yang akrab disapa Naya. Dari kecintaannya pada permainan slime, dia memutuskan untuk membuat slime dan menjualnya ke teman-teman di sekolahnya. Saat ini, Naya merupakan pengusaha cilik dengan nilai pendapatan hingga Rp 25 juta per bulannya.

Kalau hal yang menyenangan bisa menjadi uang, kenapa tidak? Walaupun hanya sebagai kegiatan pengisi waktu, usaha sampingan bisa menjadi penyumbang kemapanan finansial Anda di masa depan.

4. Fokus pada pendapatan bukan gaya hidup

Sebagai anak muda, keinginan untuk kumpul-kumpul atau bersenang-senang pastilah ada. Tentunya Anda boleh sekali-kali menikmati hidup. Namun ingat, jangan membeli sesuatu di luar kemampuan Anda.

Daripada terlihat keren dan popular di media sosial, fokuslah pada penghasilan Anda. Jangan sampai kesenangan hari ini menjadi sumber penyesalan Anda di masa yang akan datang.

Cara lain untuk bisa bersenang-senang dengan hemat adalah dengan cara menggunakan poin kartu kredit, promo, voucher, atau mengikuti program loyalitas konsumen. Maksimalkan kemudahan yang disediakan oleh merchant untuk menghemat pengeluaran Anda. Informasi mengenai promo kartu kredit dan voucher bisa Anda dapatkan di website milik bank atau merchant dan website kami.

Untuk memudahkan Anda dalam menggunakan penghasilan bersih, Elizabeth Warren menawarkan rumus 50/30/20 untuk budgeting bulanana Anda dengan contoh seperti berikut.

Jenis PengeluaranPresentase
Kebutuhan Pokok (perumahan, keperluan sehari-hari, transportasi, makan, pulsa)50 persen
Keinginan (perawatan tubuh, liburan, makan di restoran, hiburan)30 persen
Menabung dan simpanan darurat20 persen

Walaupun Anda berada pada usia muda, namun saat inilah Anda harus belajar memilih dan memilah mana pengeluaran mana yang utama dan mana yang bisa ditunda. Hidup sederhana dan fokus pada rencana finansial Anda akan memberi banyak manfaat di masa mendatang.

5. Jangan pelit untuk berinvestasi pada diri sendiri

“Investasi pengetahuan memberikan bunga terbesar” – Benjamin Franklin

Selagi muda, investasikan sedikit penghasilan Anda untuk meningkatkan pengetahuan dalam rangka menunjang kemajuan karis serta kehidupan finansial Anda. Jangan pelit untuk menyisihkan beberapa mega byte dari data internet untuk melihat tutorial atau panduan yang berkaitan dengan usaha sampingan atau karir Anda. Jika ada kesempatan untuk mengikuti seminar atau pelatihan, maka tidak ada salahnya Anda menyisihkan waktu dan uang untuk mengambil kesempatan ini.

Dengan kemajuan di dunia teknologi informasi, semua hal berkembang dengan cepat. Anda akan terus menemukan banyak hal baru untuk dipelajari. Pengetahuan yang mumpuni tentang karir dan keuangan, baik pribadi maupun usaha, bisa membantu Anda dalam mewujudkan kemapanan finansial di usia 30an nanti.

Memang untuk menjalani proses kemapanan finansial ini bukanlah hal yang mudah. Namun jika Anda memiliki target dan keinginan yang kuat, setiap kemajuan dan perkembangan yang Anda dapatkan akan menjadi penyemangat untuk terus tekun mencapai kemapanan finansial di masa depan.

Untuk menunjang usaha Anda menuju kemapanan finansial ini, simak juga ide-ide usaha yang cocok untuk usia awal 20an.

Komentar