Terbentur Masalah Regulasi, WeChat dan Alipay Harus Menunggu Keputusan BI

Terbentur Masalah Regulasi, WeChat dan Alipay Harus Menunggu Keputusan BI

Pasar fintech di Indonesia memang menggiurkan untuk para investor dan pelaku industri keuangan. Tidak hanya karena jumlah penduduk yang banyak, suksesnya beberapa e-wallet seperti DANA dan GoPay membuktikan bahwa orang Indonesia bisa digiring sebagai konsumen e-wallet.

Tidak mengherankan jika makin banyak investor asing yang ingin bersaing di dalam negeri, contohnya adalah WeChat dan Alipay.

Sementara beredar kabar ekspansi dua e-wallet ini, Bank Indonesia (BI) telah menyatakan bahwa WeChat dan Alipay belum memiliki izin resmi untuk beroperasi di Indonesia.

Deputi Gubernur BI, Sugeng, mengatakan bahwa ada tiga bank yang saat ini sedang memproses dokumen untuk kerjasamanya dengan e-wallet asing. Bank yang dimaksud adalah Bank Central Asia (BCA) dan CIMB Niaga, serta Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Ia juga menambahkan bahwa dokumen dari BCA dan BRI belum diserahkan ke bank pusat. Sementara yang sudah melengkapi dokumennya baru CIMB Niaga.

Hal ini membuktikan kabar yang beredar sebelumnya bahwa BCA dan BRI berencana untuk bekerjasama dengan Alipay.

Alipay merupakan produk dari Alibaba. Sedangkan, CIMB Niaga akan bekerjasama dengan WeChat yang dimiliki oleh Tencent.

Sedangkan BNI yang awalnya direncanakan untuk bekerjasama dengan kedua layanan pembayaran ini, memutuskan untuk menunda rencana tersebut.

Presiden Direktur BNI mengatakan bahwa BNI akan perkembangkan rencana mereka untuk membangun teknologi keuangannya sendiri.

Sugeng mengatakan, setelah semua dokumen diserahkan ke BI oleh bank lokal yang bekerjasama dengan platform layanan pembayaran online dari luar negeri, maka mereka akan memeriksa sistem operasional yang digunakan. Hal ini untuk menentukan apakah sistem tersebut aman untuk konsumen lokal atau tidak.

Ia menekankan sudah menjadi kebijakan pemerintah apabila e-wallet asing beroperasi di Indonesia, maka mereka harus berkolaborasi dengan bank lokal.

“Kami akan mengawasi dan memperhatikan prosesnya,” tambah Sugeng.

Jadi bagaimana? Apakah Anda senang dengan masuknya layanan pembayaran elektronik yang baru? Atau Anda merasa tidak terpengaruh dengan bertambahnya layanan keuangan ini?

 

Sumber : thejakartapost.com

Komentar