5 Risiko Kesehatan yang Umum Dihadapi Dalam Kehidupan Sehari-hari

5 Risiko Kesehatan yang Umum Dihadapi Dalam Kehidupan Sehari-hari

AturDuit pernah menyajikan informasi mengenai penyakit kritis. Namun saat ini, kami akan memberikan ulasan mengenai risiko yang, sebenarnya, Anda hadapi sehari-hari.

Semua risiko penyakit dan kecelakaan yang akan kami jabarkan berikut merupakan risiko yang muncul dikarenakan kegiatan sehari-hari kita. Nah, supaya Anda lebih hati-hati dalam menjalankan aktifitas keseharian, simak ulasan berikut ini.

Keracunan makanan

orang sakit

Banyak di antara Anda pasti pernah mengalami efek samping dari makanan. Baru-baru ini ada berita tentang warga dari 3 dusun yang sakit setelah menyantap makanan dalam sebuah acara. Gejala yang mereka alami hanya pusing dan sakit perut, namun ternyata gejala ini adalah gejala awal keracunan makanan.

Makanan di pinggir jalan atau gerobak memang rasanya enak. Selain itu, harganya juga lebih murah. Bahkan jika dibandingkan dengan memasak sendiri, membeli makanan di pinggir jalan bisa dibilang lebih hemat.

Namun, apakah makanan-makanan ini sudah terjamin kebersihan dan kesehatannya? Bukan hanya masalah bagaimana bahan makanan dipersiapkan, serta lingkungan tempat berjualan. Lebih dari itu, air untuk mencuci peralatan makanan pun pastinya tidak bersih.

Bagi Anda yang sibuk, membeli makanan di pinggir jalan seringkali jadi solusi, karena Anda tidak punya waktu untuk masak sendiri.

Tergantung dari seberapa parah dampaknya, keracunan makanan bisa sembuh dalam sehari atau lebih. Pertolongan pertama pada kondisi ini adalah dengan meminum air putih. Jika gejala yang dirasakan cukup parah, seperti muntah, pingsan, atau diare, maka Anda membutuhkan pertolongan medis.

Flu

bersin

Perubahan cuaca, udara yang tidak sehat, ditambah menurunnya daya tahan tubuh membuat siapa saja mudah terserang flu. Penyakit ini menular, jadi tidak mengherankan jika interaksi sehari-hari membuat Anda berisiko terserang virus flu.

Kurangnya kesadaran tentang kesehatan membuat banyak orang di sekitar kita yang secara langsung mempercepat penularan flu. Contoh, tidak menggunakan masker saat berada di tempat umum, bersin tanpa menutup mulut, serta tidak mencuci tangan dan kaki setelah sampai rumah. Banyak juga orang yang tetap datang ke kantor saat dalam kondisi flu. Kebiasaan ini bukan hanya memperlambat proses penyembuhan pasien, melainkan juga berpotensi menularkan flu ke orang lain.

Pada dasarnya penyakit ini bisa diatasi dengan minum air putih, obat, dan beristirahat. Jadi, jika Anda terserang flu, ambil cuti, minimal sehari, untuk masa pemulihan dan mencegah tersebarnya virus ke seluruh kantor.

Dokter biasanya akan memberikan antibiotik serta obat lainnya untuk menurunkan demam dan mencegah komplikasi.

Pada penderita asma, flu bisa membuat gejala asma kambuh, yaitu sesak nafas. Sehingga penting untuk segera mendapat pertolongan medis sebelum flu menjadi parah.

Adapun pencegahannya adalah dengan rajin mencuci tangan dan menghindari kontak dengan penderita flu. Lebih efektif lagi, jika Anda mendapatkan vaksinasi untuk influenza.

Demam Berdarah (DBD)

nyamuk

Penyakit ini bisa dibilang berbahaya karena sudah ada korban yang meninggal karena DBD. Padahal, media penularannya adalah melalui nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kedua jenis nyamuk ini hidup di area tropis, salah satunya Indonesia. Jadi untuk menghindari gigitan nyamuk ini memang hal sulit bagi kita yang tinggal di Indonesia.

Dampak dari penyakit ini adalah menurunkan kadar trombosit atau sel keping darah merah dan kebocoran pada pembuluh darah. Umumnya, gejala akan muncul setelah 4 sampai 7 hari sejak gigitan nyamuk (masa inkubasi DBD).

Pada tahun 2007, ada 400 kasus DBD yang berakhir dengan kematian.  Jadi, sangat penting untuk mengetahui gejalanya dan mendapat pertolongan sebelum terlambat.

Gejala umum pada penderita DBD adalah panas yang tinggi hingga 40 derajat celcius, sakit kepala dan nyeri sendi, kemudian bintik-bintik merah selama 2 sampai 5 hari setelah demam.

Pasien DBD harus mengonsumsi banyak cairan dan beristirahat. Pada pasien rawat inap, akan diberikan infus dan dipantau jumlah denyut nadi, urine yang keluar, serta tekanan darah.

Demam biasanya turun setelah 3 sampai 7 hari, namun gejala yang lebih berat akan muncul setelah 1 atau 2 hari demam reda. Sehingga, pantauan dari tenaga medis sangat dibutuhkan pada fase ini.

Pencegahan dari DBD adalah dengan menutup rapat tempat-tempat penampungan air, salah satunya adalah bak mandi. Kuras tempat-tempat penampungan air di rumah Anda secara berkala. Jangan lupa untuk membuang atau mendaur ulang sampah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Kecelakaan lalu lintas

kecelakaan mobil

Menurut catatan kepolisian, ada 3 orang yang meninggal setiap jam di Indonesia karena kecelakaan lalu lintas. 61% kecelakaan yang terjadi disebabkan oleh faktor manusia seperti karakter dan kemampuan pengemudi.

Pihak Polda Metro Jaya memberi konfirmasi bahwa dari Januari hingga Juli 2019, jumlah kecelakaan lalu lintas meningkat, yaitu 4.424 kasus. Korban luka meninggal ada 320 orang, dan korban luka berat sebanyak 751 orang. Jumlah kecelakaan terbanyak dialami oleh pengendara motor, yaitu sebanyak 4.070 kasus.

Dalam menjalankan aktifitas sehari-hari, kita memang tidak bisa lepas dari penggunaan lalu lintas, baik sebagai pengguna kendaraan maupun pejalan kaki. Oleh karena itu, risiko kecelakaan ini bisa menimpa siapa saja.

Selain kampanye dari pihak kepolisian dan dinas terkait, kita sebagai pengguna jalan juga harus selalu hati-hati. Misalnya, jika Anda adalah pejalan kaki, maka gunakan jembatan penyebrangan dan zebra cross untuk menyebrang jalan. Selain untuk keselamatan, klaim asuransi Anda akan ditolak jika ternyata Anda melanggar aturan lalu lintas.

Pun jika Anda sebagai pengendara, pastikan untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas. Masih ingat kan kasus kecelakaan Dul? Putra musisi Ahmad Dhani ini ditolak klaim asuransinya karena terbukti melanggar aturan lalu lintas.

Jadi, walaupun kecelakaan adalah manfaat asuransi yang sudah pasti disediakan, bahkan tanpa masa tunggu, pihak asuransi akan menyelidiki penyebab kecelakaan sebelum menyetujui permohonan klaim Anda.

Cedera

stres

Tidak perlu menjadi olahragawan untuk mengalami cedera. Kegiatan sehari-hari seperti olahraga, mengangkat barang, berjalan, bahkan duduk bekerja di kantor pun membuat Anda tidak lepas dari risiko cedera.

Contoh dari cedera yang umum terjadi pada pekerja atau yang juga disebut cedera okupasional, adalah gangguan otot dan persendian. Kemudian cedera yang banyak dialami adalah cedera punggung, terutama bagian bawah. Hal ini dikarenakan punggung menanggung beban berat saat Anda duduk terlalu lama. Gejala dari cedera juga bisa berupa mata rabun dan menurunnya pendengaran.

Bagi banyak orang Indonesia, umumnya cedera ini diobati dengan diurut. Padahal, jika Anda salah dalam mengurut otot yang cedera dampaknya bisa lebih fatal. Bahkan kesalahan dalam urut atau pijat ini bisa menimbulkan kelumpuhan.

Urut atau pijat hanya dilakukan untuk proses relaksasi, dan bukan penyembuhan cedera. Hal ini karena harus diperiksa dulu kondisi bagian yang cedera. Misalnya keseleo kemudian bengkak, sebaiknya diperiksa dulu apakah bengkak disebabkan karena ada otot yang robek atau tidak? Jika langsung diurut, bisa jadi bagian cedera malah menjadi radang.

Jika Anda cedera, sebaiknya istirahatkan dulu bagian yang cedera. Dokter biasanya akan memeriksa kondisi bagian yang cedera, kemudian memberikan obat anti inflamasi jika dibutuhkan.

Melakukan peregangan otot setiap pagi sebelum beraktifitas, juga bisa menjadi salah satu cara mencegah cedera. Jangan lupa untuk gunakan pakaian yang nyaman agar Anda bisa leluasa bergerak.

Sedia payung sebelum hujan

Semua kondisi di atas memang tidak bisa disangka kapan datangnya. Oleh karena itu, peribahasa “sedia payung sebelum hujan” selalu tepat untuk jadi prinsip keuangan kita.

Mengingat berbagai risiko yang bisa saja menemui kita kapan saja, Anda harus selalu memiliki persiapan finansial yang tepat. Selain simpanan darurat, ada baiknya Anda memiliki asuransi kesehatan. Kantor memang menyediakan asuransi kesehatan, namun memiliki polis asuransi tambahan bisa membantu pembiayaan perawatan Anda. Sehingga Anda bisa mendapatkan manfaat penjaminan yang lebih.

Untuk mempersiapkan Anda dalam menghadapi kondisi-kondisi seperti ini, kami menyajikan panduan untuk persiapan saat darurat.

Komentar