Mengapa Munculnya Kerajaan Agung Sejagat Termasuk Penipuan?

Mengapa Munculnya Kerajaan Agung Sejagat Termasuk Penipuan?

Bukan hanya warga Purworejo, namun seluruh Indonesia dikejutkan dengan munculnya sebuah kerajaan. Kerajaan ini muncul di Purworejo dan bernama Kerajaan Agung Sejagat (KAS).

Pendiri dari kerajaan ini adalah Totok Santosa Hadiningrat, seorang pengusaha angkringan yang tinggal di sebuah rumah kontrakan. Istrinya, Fanny Aminadia, otomatis menjadi permaisuri dari (KAS). Bahkan nama Fanny berubah menjadi Dyah Gitarja, yang juga merupakan nama dari ratu pertama Majapahit Tribhuwana Wijayatunggadewi.

Tidak tanggung-tanggung, KAS memiliki 450 pengikut. Deklarasi kerajaan ini dilakukan di sebuah bangunan yang diklaim sebagai keraton, di Desa Pogung, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.

Pada video dan gambar yang beredar luas di media sosial, terlihat Sinuhun dan Kanjeng Ratu didampingi oleh pasukan berseragam, layaknya pasukan kerajaan.

Lalu, apa yang membuat topik ini terus hangat bahkan setelah seminggu penangkapan Totok dan Fanny?

Iuran anggota

Totok memang sudah menjalankan penipuan sejak tahun 2016-2017. Saat itu ia mendirikan organisasi bernama Jogja Development Committee (Jogja DEC). Ia pun menjanjikan 100 sampai 200 dolar Amerika per bulan pada para anggotanya. Belakangan, banyak anggota DEC yang keluar karena merasa tertipu.

Kemudian setelah mendirikan Kerajaan Keraton Agung Sejagat, Totok memungut iuran pada para anggotanya sebesar Rp 3 juta untuk seragam. Setiap kerajaan mengadakan kegiatan, ia akan meminta iuran dari anggotanya, dan berkata bahwa mereka akan mendapat ganti saat dana dari bank dunia cair.

Meresahkan warga

Penasihat Keraton Agung Sejagat, Resi Joyodiningrat, sempat mengatakan bahwa kerajaannya bukan aliran sesat yang mengkhawatirkan.

Dia selanjutnya menjelaskan bahwa Keraton Agung Sejagat merupakan kerajaan dunia yang muncul karena berakhirnya perjanjian 500 tahun yang lalu terhitung sejak hilangnya Kemaharajaan Nusantara, yaitu Majapahit pada 1518 sampai dengan 2018.

Perjanjian itu dilakukan 500 tahun lalu oleh Dyah Ranawijaya sebagai penguasa Majapahit, dengan Portugis sebagai wakil orang barat atau bekas koloni Kekaisaran Romawi di Malaka tahun 1518.

Padahal, Dyah Ranawijaya meninggal di tangan Raden Patah sebelum Indonesia resmi menjadi jajahan Portugis atau Belanda.

Kerajaan dan aliran lain yang sempat muncul di Indonesia

Selain KAS, ada beberapa kerajaan dan aliran lainnya yang sempat muncul dan viral di Indonesia, bahkan memiliki banyak pengikut.

Lia Eden

Lia Aminudin atau yang dikenal sebagai Lia Eden, mengaku sebagai penyebar wahyu Tuhan. Ia pun kemudian mendirikan sekte Kerajaan Tuhan Eden.

Lia Eden menerima vonis penjara pada tahun 2006 dan 2009 dengan tuduhan penistaan agama. Meskipun dinyatakan sebagai aliran sesat, pengikut Lia Eden datang dari kalangan terpelajar seperti mahasiswa, cendikiawan, dan artis.

Kerajaan Ubur-Ubur

Tahun 2018, muncul berita tentang sepasang suami istri, Rudi dan Aisyah, yang mendirikan kerajaan di Serang, Banten. Kerajaan itu diberi nama Kerajaan Ubur-Ubur.

Aisyah sendiri mengaku bahwa dirinya adalah jelamaan Ratu Kidul (Ratu Pantai Selatan) dan menganut agama Sunda Wiwitan, tapi mengakui Al-Quran dan keberadaan Allah SWT.

Tujuan dari aliran ini pun untuk mengumpulkan uang dari para anggotanya yang kemudian disalurkan ke berbagai bank. Baik itu bank luar negeri maupun dalam negeri.

Satrio Piningit Weteng Buono

Satu lagi aliran yang sempat membuat geger Indonesia adalah Satrio Piningit Weteng Buono. Aliran ini didirikan oleh Agus Imam Solihin, yang mengaku bahwa dirinya adalah Tuhan pada tahun 2005 sampai 2006.

Ia juga mengaku sebagai keturunan dari Presiden Ir. Soekarno.

Karena aliran ini dianggap sesat oleh pemerintah, maka Agus ditangkap dan dipenjara 2 tahun 6 bulan.

Memang ada-ada saja cara orang mencari uang dan kekuasaan. Oleh karenanya, kita harus jeli dan waspada terhadap klaim-klaim seperti ini. Karena ujung-ujungnya, si pendiri kerajaan atau aliran hanya mengincar uang Anda.

Komentar