Seberapa Pentingkah Asuransi Kesehatan Anak

 

asuransi anak

Semua manusia butuh proteksi atau perlindungan. Baik anak-anak maupun orang dewasa. Terlebih di saat kondisi tubuh melemah dan mengalami serangan penyakit. Jika sudah demikian, ada kalanya penyakit membuat kantong kering karena mengharuskan kita berobat bahkan sampai harus menginap di rumah sakit. Di saat itulah baru muncul kesadaran bahwa asuransi kesehatan teramat penting untuk menanggulangi biaya-biaya tertanggung. Sama halnya dengan orang dewasa, asuransi kesehatan juga teramat penting bagi anak-anak.

Pengertian Asuransi Kesehatan Anak

Pada umumnya, asuransi kesehatan memberikan penggantian biaya kesehatan jika pemegang polis dirawat di rumah sakit karena terkena penyakit atau kecelakaan. Besarnya penggantian sesuai jumlah tagihan dari rumah sakit dengan batasan limit tertentu berdasarkan  rencana asuransi yang diambil. Asuransi adalah bagian dalam cara mengelola keuangan keluarga. Dan imbauan mengenai asuransi ini ternyata sudah ada di Indonesia sejak tahun 1947, dua tahun setelah Indonesia merdeka. Penggagasnya adalah Menteri Kesehatan pertama, Prof. Dr. Gerrit Agustinus Siwabessy. Tujuannya kala itu ia ingin agar masyarakat Indonesia dapat melindungi keluarga dari penyakit-penyakit yang tidak bisa diduga.

Bagi anak-anak yang masih rentan terhadap penyakit, asuransi kesehatan ini amatlah penting. Sehingga orang tua sudah mulai harus menyiapkan asuransi kesehatan anak sejak dini. Bahkan sebelum pasangan Anda telah mengandung. Bagi keluarga PNS, masalah dana kesehatan relatif tidak menjadi persoalan. Begitu juga bagi keluarga yang suami atau istrinya bekerja di perusahaan dengan sistem jaminan kesehatan yang memadai hingga anak lebih dari dua. Namun, bagi Anda yang bekerja di perusahaan di mana tidak menanggung kesehatan anak, tentu membuat asuransi kesehatan anak wajib dianjurkan. Hal ini bertujuan agar setiap orang tua selalu siap menghadapi timbulnya risiko serangan penyakit pada anak.

Secara garis besar, manfaat yang diperoleh pada asuransi kesehatan anak sama dengan yang diperoleh orang dewasa. Plan ini mempunyai manfaat yang sama secara keseluruhan. Namun yang membedakan adalah, bayi atau anak pada umumnya jauh lebih sering sakit dan diharuskan rawat inap dibanding dengan orang dewasa. Manfaat asuransi kesehatan pada anak memberikan beberapa layanan seperti check up rutin, imunisasi, kunjungan dokter, resep, rawat inap dan rawat jalan, gigi dan perawatan mata, laboratorium dan jasa x-ray, serta layanan darurat.

Berdasar data dari International Pharmaceutical Manufacturer Group pada 2012, Ada 130,7 juta orang yang tidak memiliki asuransi kesehatan sedangkan sisanya hanya dijamin oleh Jamsostek, Jamkesmas dan Askes. Salah satu produk asuransi yang menyediakan asuransi kesehatan anak ialah Prudential. Melalui produk PRUmy child dan PRUjuvenile crisis cover, baik anak-anak maupun ibu hamil mendapat pertanggungan. Salah satu keuntungan yang diberikan oleh PRUjuvenile crisis cover adalah menyediakan perlindungan penyakit kritis yang diderita pada usia anak-anak. PRUjuvenile crisis cover memberikan bantuan finansial untuk orang tua ketika anaknya di diagnosa menderita 32 jenis penyakit kritis, dengan perlindungan sampai anak tersebut berusia 18 tahun.

Bak pepatah sedia payung sebelum hujan, sebaiknya Anda segera menyiapkan asuransi kesehatan anak sejak dini. Sebelum menghadapi biaya tak terduga ketika buah hati terkena penyakit. Memang tidak ada orang tua yang mau anaknya jatuh sakit, toh bersiap-siap memberikan proteksi tidak ada salahnya bukan?

Dalam kamus perencanaan keuangan yang sehat, dana kesehatan wajib ada. Risiko kesehatan selalu mengintai, terlebih di tengah lingkungan hidup yang kian polutif. Dalam perencanaan keuangan yang ideal, pengelolaan risiko kesehatan tidak sekadar masalah pendanaan. Tapi, meliputi juga upaya pencegahan dengan menerapkan gaya hidup sehat, makan makanan bergizi, ikut imunisasi, dan sebagainya.

Kriteria Asuransi Kesehatan Anak yang baik

  1. Cek kelengkapan. Kebanyakan asuransi kesehatan hanya menjamin rawat inap. Sebaiknya, pilih asuransi kesehatan yang juga menjamin rawat jalan dan vaksinasi untuk balita. Biasanya asuransi kesehatan dengan fasilitas ini memiliki premi yang lebih mahal.
  2. Jaringan Rumah Sakit yang Luas Klaim cashless tidak dapat dilakukan di rumah sakit yang tidak memiliki kerjasama dengan asuransi. Karena itu, pilih asuransi yang memiliki jaringan kerjasama dengan banyak rumah sakit. Pastikan rumah sakit langganan Anda (jika ada) bekerjasama dengan asuransi kesehatan yang akan dipilih.
  3. Periksa fasilitas rawat inap. Asuransi kesehatan individual, umumnya menjamin biaya rawat inap dengan rincian berupa biaya kamar per malam, kamar ICU, kunjungan dokter atau dokter spesialis, doketr anestasi, tindakan bedah, aneka perawatan, diagnosa dokter sebelum dan sesudah dirawat inap. Prioritaskan Rawat Inap Biaya kesehatan mencakup rawat jalan dan rawat inap. Sebaiknya fokuskan pada asuransi yang menanggung biaya rawat inap karena perawatan ini yang biayanya paling besar. Jika memiliki uang lebih, bisa mengambil tambahan asuransi rawat jalan.
  4. Cara pembayaran. Sebaiknya pilih yang menerima system pembayaran dengan kartu dan bukan system klaim (penagihan) untuk mempermudah Anda. Saat masuk rumah sakit, anda tidak perlu membayar, namun cukup menyelesaikan tagihan dengan menggesek kartu asuransi. Tidak perlu bayar dimuka, yang kemudian masih harus di reimburse ke asuransi (reimbursement).Namun, cashless ini mensyaratkan rumah sakit tempat Anda dirawat sudah bekerjasama dengan pihak Asuransi karena rumah sakit harus memiliki dan memasang mesin untuk menggesek kartu asuransi.
  5. Sesuaikan dengan kemampuan. Pilih asuransi kesehatan yang sesuai dengan kemampuan financial Anda. Misalnya, Anda tidak perlu memaksakan diri untuk memperoleh fasilitas kamar kelas VIP apabila Anda hanya mampu membayar premi untuk fasilitas kamar kelas 2. Pada kenyataannya, ketika Anda memilih kamar yang lebih mahal, Anda tetap dapat menggunakan premi dengan fasilitas kamar kelas 2, dan membayar selisih harga dengan dana darurat. Idealnya plafond asuransi kesehatan yang dipilih sesuai keinginan. Sesuaikan premi dengan kemampuan, jangan malah memberatkan keuangan Anda.
  6. Hindari Mengambil Asuransi Kesehatan via Telpon Tawaran asuransi kesehatan lewat tele-marketing mulai jamak bermunculan. Biasanya bekerja sama dengan penerbit kartu kredit. Terkait produk yang cukup kompleks, seperti asuransi ini, sebaiknya renungkan, analisa dan jika sempat lakukan riset, sebelum mengambil keputusan. Karenanya, saya tidak menyarankan mengambil keputusan seketika saat penawaran oleh telemarketing. Saya pernah mengalami sendiri cepat dan ringkasnya proses penawaran tersebut, sehingga banyak info detail yang tidak bisa disampaikan karena terbatasnya waktu. Kalau memang tertarik dan butuh waktu untuk memikirkannya, bisa minta nomer kontak pihak asuransi, yang nanti bisa Anda hubungi ketika sudah siap.

Pastikan Anda tidak salah mengambil pilihan asuransi kesehatan dengan membaca 10 Tips Memilih Asuransi Kesehatan

Komentar