Serba-serbi Risiko Pembelian Mobil dengan Cara Kredit

risiko pembelian mobil

Bagi masyarakat Indonesia, membeli mobil sudah menjadi suatu kebutuhan. Hampir semua orang memiliki setidaknya satu mobil di garasi rumah. Ini terjadi lantaran meningkatnya pendapatan masyarakat secara signifikan dari waktu ke waktu.

Tingginya tingkat konsumsi masyarakat Indonesia pada akhirnya dimanfaatkan oleh para perusahaan mobil yang tersebar di seluruh negara di dunia untuk berbondong-bondong masuk ke Indonesia. Akhirnya, muncul berbagai macam merek mobil terkemuka. Berbagai jenis dan bentuk mobil pun hadir untuk ditawarkan kepada masyarakat Indonesia.

Tingginya minat masyarakat untuk membeli mobil masih tidak terbendung meski pemerintah membuat regulasi yang terkait dengan penetapan uang muka atau down payment (DP) bagi pembelian mobil di Indonesia. Kebijakan tersebut awalnya diharapkan dapat menekan tingkat konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang sekarang ini mencapai 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Meski peraturan tersebut sudah ketat, kenyataannya masyarakat Indonesia masih saja berbondong-bondong membeli mobil. Ini menandakan bahwa masyarakat memiliki tingkat konsumsi yang terbilang tinggi sehingga aturan yang ada tetap tidak bisa menahan keinginan untuk membeli mobil. Ini juga didukung dengan kepemilikan mobil yang erat kaitannya dengan tingkat status masyarakat.

Untuk membeli mobil, setidaknya ada dua pilihan yang bisa diambil oleh masyarakat, yaitu tunai dan kredit. Dari kedua hal tersebut, biasanya opsi untuk membeli mobil melalui kredit lebih dipilih ketimbang membeli mobil dengan cara tunai.

Hampir sebanyak 75% masyarakat Indonesia membeli mobil dengan cara kredit, baik menggunakan jasa bank maupun perusahaan pembiayaan (multifinance). Kedua institusi tersebut memang menjadi pionir untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat dalam upaya memiliki mobil.

Tidak dipungkiri, menggunakan jasa perbankan atau perusahaan pembiayaan memang akan memudahkan masyarakat dalam memiliki mobil. Cukup dengan membawa dokumen tertentu untuk memenuhi persyaratan yang diberikan, seseorang bisa membawa mobil impiannya, baik baru ataupun bekas.

Meski memberikan kemudahan bagi masyarakat, perlu diketahui bahwa membeli mobil dengan menggunakan jasa perbankan atau perusahaan pembiayaan memiliki risiko yang harus ditanggung oleh pengguna jasa. Pasalnya, disadari atau tidak, membeli mobil dengan cara kredit berarti kita harus mengeluarkan uang yang lebih besar dibandingkan membeli mobil dengan cara tunai.

Anda harus siap menerima perhitungan angka yang harus dikeluarkan lantaran bank atau perusahaan pembiayaan mengenakan bunga kepada Anda. Besaran bunga inilah yang menyebabkan dana yang dikeluarkan lebih besar ketimbang harga mobil sebenarnya. Ini perlu diketahui, mengingat perbankan dan perusahaan pembiayaan dapat beroperasi dari bunga yang dikenakan ini.

Dengan demikian, hal yang harus diketahui dan dipersiapkan oleh pengguna jasa saat membeli mobil dengan cara kredit adalah kesiapan kemampuan untuk membayar cicilan ditambah bunga setiap bulannya. Selain itu, perlu juga menyediakan uang cadangan jika mobil sewaktu-waktu membutuhkan perhatian khusus di saat periode pembayaran cicilan masih berlangsung. Hal ini perlu diperhatikan, sebab sering terlupakan.

Bila ditilik dari segi kepraktisan, memang lebih baik bagi Anda untuk membeli mobil dengan cara tunai. Selain tidak akan dihadapkan pada persoalan bunga, Anda juga tidak perlu khawatir harus mengeluarkan sejumlah uang tiap bulannya untuk membayar cicilan. Bahkan, tidak perlu ada kekhawatiran mobil yang dibeli akan diambil kembali oleh bank atau perusahaan pembiayaan jika Anda menunggak pembayaran atau tidak sanggup melunasinya.

Bijak Memilih Ketika Kredit Mobil

Bila pertimbangan Anda telah matang dan Anda memiliki keputusan bulat untuk memilih kredit dalam rangka membeli mobil, tidak ada salahnya mencari tahu mengenai institusi keuangan mana yang memberikan bunga terjangkau, prosesnya mudah, dan pelayanannya memadai. Bandingkan untuk mendapatkan kredit mobil yang terbaik di Indonesia.

Untuk menentukan mana yang terbaik, Anda perlu mengukur karakteristik risiko Anda sendiri. Bandingkan dari kedua lembaga keuangan, bank atau perusahaan pembiayaan, mana yang bunganya lebih terjangkau dan tingkat risikonya dapat diterima. Harus teliti agar mendapatkan hasil yang terbaik. Bila perlu, cari informasi sebanyak-banyaknya. Setelah mengetahui mana yang sesuai dengan tingkat risiko, itulah jawaban bagi Anda.

Dapatkah laporan kredit mempengaruhi pinjaman Anda? Jawabannya dapat Anda temukan dalam artikel kami di penjelasan laporan kredit.

Komentar