Diskon Dan Promo Justru Banyak Dimanfaatkan Oleh Orang Kaya

Diskon Dan Promo Justru Banyak Dimanfaatkan Oleh Orang Kaya

Siapa sangka ternyata mereka yang berada pada tingkat ekonomi menengah ke atas memiliki cara tersendiri untuk memenuhi gaya hidupnya. Promo harga atau diskon di Indonesia terbukti lebih banyak mempengaruhi orang menengah ke atas (kaya). Mereka juga yang banyak membeli barang konsumsi kemasan (Fast Moving Consumer Growth/FMCG).

Fakta yang didapatkan oleh survei Nielsen, kelompok orang masyarakat menengah ke atas ini yang paling banyak merasakan manfaat dari promo atau diskon. Faktor ini juga yang menjadikan pengeluaran mereka untuk barang konsumsi hanya naik 4,7% pada tahun 2017. Meskipun, volume belanja mereka diketahui mengalami kenaikan sebesar 3,1%.

“Mereka ini kan punya cash yang banyak, jadi mereka bisa lebih mengatur siasat dan berbelanja kalau promo. Jadi memang kelas atas ini paling rasional dalam berbelanja,” ujar Managing Director Nielsen Indonesia Agus Nurudin kepada CNNIndonesia.com.

Menurutnya kelompok masyarakat menengah dan atas yang paling banyak memanfaatkan promo ini, sedangkan masyarakat kelas bawah yang paling tidak memanfaatkan promo harga.

Dari data Nielsen, diketahui juga bahwa kelompok masyarakat menengah keatas mengalami kenaikan pengeluaran sebesar 7% untuk FMCG dengan volume belanja naik sebesar 3,7%. Di sisi lain, masyarakat yang berada pada kelas bawah mengalami kenaikan pengeluaran sebesar 4,8% namun volume belanjanya menurun 0,4%.

Agus mengatakan bahwa masyarakat kelompok bawah mungkin mengurangi volume belanja karena tekanan biaya hidup yang makin tinggi. Sebagian masyarakat kelompok bawah pun tercatat sudah mengubah pola konsumsinya dan membeli barang dengan ukuran lebih kecil untuk menghemat kebutuhan barang konsumsi.

Kesimpulan ini bisa didapatkan dari penjualan, misalnya, produk susu bubuk yang naik secara volume hingga 13 persen. Padahal, secara nilai penjualan tidak mengalami pertumbuhan.

Penjualan barang konsumsi kemasan pun tidak menggembirakan pada tahun ini. Pertumbuhannya hingga 2017 September hanya mencapai 2,7%. Padahal bisanya industry ini mengalami pertumbuhan hingga 11% tiap tahunnya.

 

[Source]

Komentar