5 Alasan Sistem Pembayaran Tagihan Otomatis Lebih Menguntungkan

5 Alasan Sistem Pembayaran Tagihan Otomatis Lebih Menguntungkan

 

 

Harus diakui bahwa sebagai manusia, kita terkadang melupakan hal penting yang berakibat pada kerugian pribadi. Salah satu hal penting yang berisiko untuk terlupakan adalah membayar tagihan dan cicilan.

Dengan makin bertambahnya kebutuhan hidup maka jenis tagihan yang harus dibayar pun makin beragam. Bukan hanya tagihan yang bersifat mendasar seperti iuran listrik, melainkan juga yang bersifat tambahan atau sekunder, misalnya Anda ikut dalam klub kebugaran, menyicil kendaraan baru, iuran internet, tagihan kartu kredit dan kebutuhan baru lainnya.

Misalnya, total penggunaan kartu kredit Anda bulan ini adalah Rp 2.500.000, lalu bunga kartu kredit per tahun adalah 2,95% per bulan artinya 35,4% per tahun. Maka perhitungannya , Anda harus membayar bunga dan denda karena menunggak. Kemudian, rumus yang berlaku untuk menghitung bunga kartu kredit adalah:

(Nilai transaksi) x (selisih hari) x (35,4% per tahun): 365 hari

Detail Tagihan

Tanggal Cetak Tagihan : 10 Agustus 2017

Tanggal Jatuh Tempo : 25 Agustus 2017

Tanggal TransaksiTanggal PembukuanKeterangan TransaksiJumlah
TotalRp 2.681.741,64


Tagihan Bulan LaluRp 2.506.000,00
10 Aug
10 Aug
10 Aug
10 Aug
10 Aug
10 Aug
10 Aug
10 Aug
Bunga / Interest (8 hari)
Bunga / Interest (31 hari)
Denda / Late Payment Fee
Biaya Materai / Stamp Duty
Rp 19.397,26
Rp 75.164,38
Rp 75.180,00
Rp 6.000,00
Sumber: https://www.simulasikredit.com/simulasi_tagihan_kartu_kredit.php

Berikut perhitungan besaran bunga kartu kreditnya

Rp 2.500.000 X 35,4% = Rp 885.000

Rp 885.000: 365 = Rp 2.424,657

Jadi bunga per hari adalah Rp 2.424,657

Jika Anda membayar pada tanggal 1 bulan berikutnya, maka dari tanggal jatuh tempo 25 Agustus sampai 1 September dihitung 8 hari. Sehingga perhitungannya adalah:

Rp 2.424,657 x 8 = Rp 1.9397,26

Sedangkan, karena Anda aslinya menunggak sebulan, atau tagihan merupakan tagihan sejak bulan Juli, maka bunga pun dikali dengan 31 hari.

Rp 2.424,657 x 31 = Rp 75.164,38

Sehingga, seperti dalam tabel di atas, total yang harus Anda bayar adalah total transaksi, bunga 8 hari, bunga 31 hari, denda, dan materai.

Jadi, jika tanpa menunggak Anda hanya perlu membayar tagihan dan biaya materai yaitu Rp 2.506.000, namun karena menunggak pembayaran Anda harus membayar bunga dari cicilan ditambah denda. Total yang harus dibayar adalah Rp 2.681.741,64.

Perlu Anda ketahui bahwa denda pada kartu kredit dihitung per hari sejak tanggal jatuh tempo berakhir. Jadi, mengingat tanggal jatuh tempo semua tagihan Anda merupakan hal sederhana namun krusial.

Alasan mengapa Anda membutuhkan sistem pembayaran tagihan yang otomatis

Jangan bilang Anda tidak pernah menekan tombol “snooze” pada alarm Anda.

Begitu juga yang akan terjadi dengan sistem asisten pribadi yang hanya menjadi pengingat. Anda bisa saja menunda pembayaran walaupun notifikasi pengingat muncul di layar ponsel Anda. Belum lagi Anda harus mengirim uangnya secara manual ke masing-masing rekening tagihan. Oleh karenanya, pembayaran secara otomatis bukan hanya mencegah Anda dari denda, melainkan juga menjadikan hidup Anda lebih praktis.

Berikut adalah lima (5) alasan utama kenapa memiliki sistem pembayaran tagihan otomatis bisa menyelamatkan keuangan Anda.

1. Memudahkan pengelolaan keuangan

Konsisten terhadap pos pengeluaran seringkali bukanlah hal yang mudah. Karena Anda bisa saja menunda pembayaran dari satu atau dua tagihan dan menggunakan uangnya untuk membayar hal lain.

Dengan adanya fitur yang memungkinkan Anda secara otomatis membayar tagihan, Anda bisa mengatur pos pengeluaran dengan pasti dan mudah. Hal ini karena Anda tidak mungkin lagi menekan tombol “snooze” jika waktu pembayaran sudah tiba.

Anda hanya perlu mengatur jadwal pembayaran melalui kalender, lalu biarkan aplikasi keuangan Anda yang bekerja. Kemudahan ini merupakan cara ampuh untuk mencegah Anda menunda pembayaran tagihan. Pastinya dengan tagihan yang dibayar tepat waktu, Anda akan terbebas dari denda atau catatan kredit yang buruk.

2. Notifikasi otomatis setelah pembayaran

Anda pasti membutuhkan bukti pembayaran setelah tagihan dibayarkan. Adanya aplikasi dengan fasilitas yang bisa memberikan notifikasi setelah pembayaran menjadikan Anda lebih tenang, karena memiliki bukti pembayaran yang valid.

Notifikasi ini juga bisa membantu Anda dalam melacak pengeluaran. Tentunya dengan informasi pengeluaran dan pemasukan yang valid, Anda bisa membuat catatan keuangan yang rapi. Ingat, memiliki catatan keuangan yang rapi merupakan salah satu ciri bahwa Anda memiliki kondisi finansial yang baik.

Pastikan aplikasi keuangan yang Anda miliki mengirimkan notifikasi setelah pembayaran dilakukan. Jika Anda sudah menerima notifikasi ini, baik melalui email maupun pesan singkat, maka Anda selanjutnya bisa menggunakan notifikasi ini sebagai bukti.

3. Tidak perlu secara manual membayar semua tagihan

Jika sebuah aplikasi dengan asisten pribadi hanya bisa menjadi pengingat dan memberi notifikasi maka Anda masih harus repot berdiri lama di depan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) atau duduk lama di depan laptop untuk membayar tagihan satu per satu.

Akan lebih mudah jika aplikasi keuangan juga bisa secara otomatis membayar semua tagihan yang sudah dijawalkan. Dengan demikian, Anda tidak perlu memikirkan waktu khusus untuk membayar semua tagihan. Lebih penting lagi, Anda tidak akan lupa membayar semua tagihan.

Perlu juga diingat bahwa fitur yang ditawarkan haruslah mudah digunakan. Jika sebuah aplikasi memiliki fitur yang mudah digunakan maka Anda tidak perlu lama memahami cara kerjanya. Carilah informasi tentang aplikasi keuangan dengan fitur yang user friendly untuk semua orang.

4. Mencegah denda dan menjaga kepercayaan

Pastinya jika Anda terlambat membayar tagihan atau cicilan maka Anda akan dikenakan denda. Tidak hanya itu, misalnya Anda memiliki pinjaman di bank atau kartu kredit maka membayar tagihan tepat waktu juga bisa menjaga kepercayaan bank terhadap Anda.

Misalnya, jika Anda meminjam uang ke bank, lalu Anda menunda pembayaran maka pada jatuh tempo berikutnya tagihan Anda akan makin besar karena denda. Perhitungan denda untuk pinjaman bank beragam. Misalnya untuk Kredit Tanpa Agunan, Anda harus membayar biaya keterlambatan dan denda pada bunga yaitu 2% sampai 5% lebih besar daripada bunga pokok pinjaman. Sedangkan jika Anda disiplin mengangsur cicilan pinjaman maka pada jumlah yang harus Anda bayarkan justru makin kecil pada akhirnya.

Selain itu, jika pembayaran Anda tidak tersendat maka catatan kredit Anda pada catatan Bank Indonesia (BI) Checking akan buruk. Dimana hal ini mengakibatkan Anda kesulitan untuk mendapatkan pinjaman dari bank maupun lembaga keuangan lainnya di masa mendatang. Bahkan, Anda juga bisa kesulitan mendapatkan kartu kredit baru.

5. Sebagai penyelamat saat darurat

Pernah terpikir kalau sikap disiplin dalam membayar tagihan tidak hanya menyelamatkan Anda secara finansial?

Jika Anda memiliki polis asuransi atau BPJS Kesehatan maka disiplin dalam membayar tagihannya akan membantu Anda di saat darurat. Misalnya jika Anda mengalami kecelakaan atau sakit mendadak, pihak asuransi tentu akan memeriksa tunggakan Anda sebelum memutuskan apakah tagihan rumah sakit akan ditanggung atau tidak.

Sekarang Anda telah mengetahui alasan mengapa Anda membutuhkan aplikasi keuangan dengan fitur pembayaran tagihan otomatis yang lebih lengkap dari sekedar asisten pribadi. Bukan hanya pengeluaran Anda justru akan lebih hemat, melainkan juga bisa menyelamatkan Anda dari keadaan darurat seperti sakit atau kecelakaan.

Di Indonesia telah ada banyak aplikasi keuangan yang memiliki berbagai fitur untuk memudahkan pembayaran tagihan. Namun salah satu aplikasi keuangan yang terhubung dengan akun penyimpanan dana Anda dan dapat melakukan pembayaran tagihan secara otomatis adalah IPOTPAY. Dimana adanya sistem yang terintegrasi ini, Anda hanya butuh satu aplikasi untuk semua urusan keuangan Anda.

Gunakan Teknologi Yang Lebih Lengkap Daripada Asisten Pribadi

Bukankah akan menyenangkan jika ada sebuah aplikasi yang terhubung dengan dana Anda dan memiliki fitur pengingat sehingga bisa secara otomatis membayarkan semua tagihan. Anda akan terhindar dari risiko denda dan menurunnya kepercayaan bank atau perorangan terhadap Anda.

Fitur andalan dari IPOTPAY untuk mengelola tagihan Anda adalah Smart Calendar yang memungkinkan Anda untuk mengatur tanggal pembayaran tagihan dan melakukan pembayaran secara otomatis sesuai tanggal yang diinginkan.

Cara mengatur pembayaran tagihan di fitur ini cukup mudah. Berikut adalah contoh mengatur pembayaran tagihan kartu kredit menggunakan IPOTPAY.

Setelah mengatur pembayaran, Anda akan mendapatkan auto notif sehingga semua tagihan Anda terlacak dengan baik.

Tentu saja fitur ini tidak hanya bisa digunakan untuk pembayaran kartu kredit. Anda bisa membayar iuran BPJS Kesehatan, tagihan listrik, pulsa, telepon, dan pengisian e-wallet Anda. Dengan demikian, pengaturan keuangan Anda akan menjadi lebih mudah dan praktis. Untuk melihat lebih lanjut tentang apa saja fitur yang dimiliki IPOTPAY, Anda bisa langsung mengunjungi situs resminya, yaitu www.ipotpay.com.

Karena sekarang sudah ada fasilitas keuangan yang praktis dan cukup Anda unduh lewat App Store dan Google Play, maka tidak ada lagi alasan bahwa Anda lupa tanggal jatuh tempo atau tidak ada waktu untuk membayar semua tagihan.

 

Komentar