Walaupun Sudah Ditutup, Banyak Situs Streaming Film Ilegal yang Masih Bisa Diakses

Walaupun Sudah Ditutup, Banyak Situs Streaming Film Ilegal yang Masih Bisa Diakses

Penyedia layanan streaming film ilegal masih ramai beroperasi, bahkan setelah pemerintah memberi pernyataan tegas.

Salah satu penyedia layanan streaming film, IndoXXI, sudah bersedia menutup situsnya di awal Januari 2020. Namun demikian, situs-situs turunan dari IndoXXI masih bisa diakses. Asosiasi Industri Video Asia (AVIA) menyatakan bahwa grup IndoXXI, yang berbasis di Indonesia, memiliki kendali terhadap situs dan aplikasi pembajakan film. Situs dan aplikasi ini bisa diakses di luar Indonesia.

Situs-situs film ilegal ini bahkan masuk dalam 100 situs terpopuler di beberapa negara Asia seperti Malaysia, Jepang, Singapura, Filipina, dan Taiwan.

“Situs-situs yang bisa diakses itu di antaranya adalah idxx*.***, indo***.****, dan indo***.**,” kata  Neil Gane, Manager Umum AVIA kepada KompasTekno, Minggu (5/1/2020).

Pihak Coalition Against Piracy (CAP) juga memberi keterangan resmi yang mengatakan bahwa situs IndoXXI merupakan situs populer ke-721 di Alexa, sebuah perusahaan analisis situs web dari Amerika Serikat.

Selain peringkat di Alexa, grup IndoXXI juga sudah terdaftar dalam 2019 USTR Notorious Markets List dari pemerintah Amerika Serikat.

Situs yang masuk dalam daftar ini, teridentifikasi sebagai website paling mengerikan di luar Amerika Serikat. Hal ini karena mereka terlibat dan memfasilitasi pembajakan hak cipta atau pemalsuan merek dagang. Pemberantasan layanan streaming film ilegal ini bukan tugas yang mudah dilakukan karena mereka dapat mengganti domain dengan mudah.

Pada Juni 2019, CAP menemukan bahwa ada 120 situs aktif yang mengarah langsung ke situs web di bawah naungan grup IndoXXI.

“Analisis kemiripan ini dilihat dari logo yang mirip, layout, domain atau detail kontak pendaftaran, antarmuka, dan aktivitas mirroring,” ungkap Neil.

Pemerintah melalui Kementerian Kominfo, menyatakan telah memberangus lebih dari 1.000 situs web streaming film ilegal.

Koalisi Video Indonesia (VCI) juga telah melaporkan 150 situs film bajakan lainnya kepada Kementerian Kominfo.

Anggota VCI yang tergabung dalam Coalition Against Piracy (CAP) antara lain AVIA, APFI, APROFI, GPBSI, Grup Emtek, Grup MNC, Grup Viva, Telkom Indonesia, Grup Cinema 21, CGV, Cinemaxx, HOOQ, iflix, Viu, GoPlay, Rewind, SuperSoccerTV dan Catchplay.

Neil juga mengatakan bahwa beberapa provider internet di Indonesia telah memblokir situs ilegal tersebut. Namun, beberapa provider lainnya lamban mematuhi instruksi Kominfo untuk melakukan pemblokiran.

Ada layanan resmi yang bisa Anda gunakan seperti lewat google play atau Netflix. Layanan streaming film yang resmi memang mengharuskan Anda untuk membayar. Namun perlu diingat bahwa uang yang kita keluarkan juga nantinya akan kembali ke para pekerja kreatif pembuat film. Jadi jika Anda menghargai hasil kerja mereka, maka pastikan hanya menggunakan layanan streaming fil yang resmi.

 

Sumber Berita: tekno.kompas.com

Komentar