Mau Jadi Driver Transportasi Online? Pilih Mana yang Menguntungkan

Mau Jadi Driver Transportasi Online? Pilih Mana yang Menguntungkan

Tidak hanya Jakarta, di beberapa kota lain di Indonesia, transportasi online merambah jalanan dan diminati banyak orang. Jasa transportasi online ini memberikan kenyamanan dengan penggunaan teknologi yang bisa diakses di mana saja dan kapan saja. Oleh karena itu, tidak butuh waktu lama bagi bisnis ini untuk berkembang pesat hingga ke beberapa kota di Indonesia.

Selain sudah menuai kepercayaan masyarakat, jasa transportasi online juga menyediakan lapangan kerja baru bagi siapa saja. Banyak supir, atau yang biasa disebut driver, dari transportasi online ini yang menjalankan pekerjaannya sebagai sampingan, ada juga yang menjadikannya pekerjaan utama. Banyaknya orang yang berminat untuk menjadi driver ini juga karena penghasilan yang menjanjikan.

Namun bukan berarti bisnis ini sepi dari tantangan. Persaingan bisnis dan protes dari mereka yang menyediakan jasa transportasi regular menjadi tantangan terberat yang tidak hanya mengancam bisnis, melainkan juga keselamatan para drivernya. Meskipun demikian, tidak sedikit orang yang tetap berminat bekerja sebagai driver bagi para penyedia transportasi online ini.

Awal mula munculnya bisnis transportasi online

Kemunculan dari maraknya armada transportasi online ini dipelopori oleh Gojek, tepatnya pada tahun 2010. Nadiem Makarim, salah satu pendiri Gojek, melihat bahwa solusi untuk membenahi layanan transportasi di Jakarta sangat diperlukan. Permasalahan yang terlihat bukan hanya kemacetan, melainkan juga tarif ojek yang “tidak wajar” mahalnya.

Ide dari bisnis ini juga berasal dari Kompetisi Wirausaha Muda Indonesia dan Global Enterpreunership Program Indonesia. Ide ini kemudian direalisasikan menjadi sebuah start up yang berbasis teknologi untuk operasionalnya. Gojek saat ini sudah merambah ke berbagai ranah bisnis, tidak hanya transportasi. Gojek memaksimalkan aplikasinya ini untuk menyediakan berbagai layanan online seperti pijat, penata rias, jasa pengiriman barang, hingga pesan antar makanan.

Selanjutnya muncul GrabTaxi di Indonesia pada tahun 2014. Awalnya GrabTaxi hanya sebagai penyedia platform yang menghubungkan taxi offline dengan konsumen. Namun melihat potensi pasar dari transportasi motor dan mobil (bukan taxi), Grab kemudian mengembangkan ranah bisnisnya. Saat ini, Grab merupakan pesaing kuat dari Gojek.

Selain Gojek dan Grab, ada juga Uber yang menuai kontroversi sejak awal kemunculannya. Uber menyediakan layanan transportasi online menggunakan mobil berplat hitam. Protes yang muncul dikarenakan mobil pribadi ini tidak seharusnya digunakan sebagai transportumum. Namun perusahaan asal Amerika ini tidak mengehentikan bisnisnya dan terus beroperasi. Uber kemudian membenahi diri dan berkoordinasi dengan pemerintah untuk mengajukan izin Penanaman Modal Asing (PMA). Bahkan saat ini Uber menyesuaikan diri dengan pasar di Indonesia dengan menerima pembayaran secara tunai dan menyediakan layanan ojek.

Setelah tiga penyedia layanan transportasi online ini menuai sukses di Indonesia, kemudian bermunculan beberapa nama penyedia transportasi online lainnya seperti Blu-Jek dan LadyJek. Namun persaingan yang sengit tidak membuat kedua layanan transportasi online tersebut tidak terlihat eksistensinya di jalanan.

Transportasi online sebagai pilihan pekerjaan

Tidak sedikit orang yang berminat untuk menjadi driver transportasi online. Pekerjaan ini bisa dilakukan untuk mendapatkan penghasilan tambahan adapula yang menjadikannya penghasilan utama. Sistem yang diterapkan oleh penyedia transportasi online ini juga memosisikan drivernya sebagai partner bisnis dan bukan karyawan, sehingga mereka bisa bebas memilih jam kerjanya.

Satu hal yang perlu diperhatikan jika Anda berencana untuk menjadi driver di salah satu penyedia transportasi online ini adalah sistem pembayaran honornya. Tentunya hal ini juga berkaitan dengan system penerapan tarif yang berlaku di masing-masing perusahaan transportasi ini.

  • Gojek

Pembagian hasil antara Gojek dan drivernya adalah 80% dari keseluruhan tarif perjalanan untuk driver, sedangkan Gojek mendapatkan 20%nya. Tarif minimal Gojek adalah Rp 3000 per km, artinya driver akan mendapatkan Rp 2400 per km. Tentu saja pendapatan ini belum termasuk bonus yang didapat dari poin. Poin ini nantinya yang bisa diuangkan dengan ketentuan:

Area JabodetabekArea Non-Jabodetabek
12 Poin = Rp. 5.000
14 Poin = Rp. 25.000
16 Poin = Rp. 30.000
20 Poin = Rp. 40.000
14 Poin = Rp. 20.000
16 Poin = Rp. 30.000
20 Poin = Rp. 40.000

Cara perhitungan poin Gojek dibedakan secara wilayah dan jenis layanan.

LayananArea JabodetabekArea Non-Jabodetabek
GO-RIDE0-6 KM = 1 poin
6- 10 KM = 1,5 poin
10-20 KM = 2 poin
Lebih dari 20 KM = 3 poin
+1 poin untuk order pukul 23:00 - 05:00
+1 poin untuk order pukul 16:00 - 19:59 di area yang ditentukan

Poin maksimum yang bisa didapatkan dari GO-RIDE adalah 3 poin/ order
0-6 KM = 1 poin
6- 10 KM = 1,5 poin
10-20 KM = 2 poin
Lebih dari 20 KM = 3 poin
+1 poin untuk order pukul 23:00 - 05:00
+1 poin untuk order di area yang ditentukan dalam kota Bandung, Bali, dan Surabaya

Poin maksimum yang bisa didapatkan dari GO-RIDE adalah 3 poin/ order
GO-SEND0-10 KM = 1,5 poin
10 - 20 KM = 2,5 poin
Lebih dari 20 KM = 3 poin
+1 poin untuk order pukul 23:00 - 05:00
+1 poin untuk order pukul 11:00 - 16:59 di area yang ditentukan pada hari kerja

Poin maksimum yang bisa didapatkan dari GO-SEND adalah 3 poin/ order
0-6 KM = 1,5 poin
10-20 KM = 2,5 poin
Lebih dari 20 KM = 3 poin
+1 poin untuk order pukul 23:00 - 05:00

Poin maksimum yang bisa didapatkan dari GO-SEND adalah 3 poin/ order
GO-FOOD0-10 KM = 2 poin
Lebih dari 10 KM = 3 poin
+1 poin untuk order lebih dari Rp 200.000
+1 poin untuk order pukul 23:00 - 05:00
+1 poin untuk order pukul 11:00 - 20:59 di area yang ditentukan

Poin maksimum yang bisa didapatkan dari GO-FOOD adalah 3 poin/ order
0-10 KM = 2 poin
Lebih dari 10 KM = 3 poin
+1 poin untuk order lebih dari Rp 200.000
+1 poin untuk order pukul 23:00 - 05:00
+1 poin untuk order di area yang telah ditentukan untuk kota Bandung, Bali, dan Surabaya

Poin maksimum yang bisa didapatkan dari GO-FOOD adalah 3 poin/ order
GO-MART0-10 KM = 1 poin
Lebih dari 10 KM = 2 poin
+1 poin untuk order lebih dari Rp 200.000
+1 poin untuk order pukul 23:00 - 05:00

Poin maksimum yang bisa didapatkan dari GO-MART adalah 3 poin/ order
0-10 KM = 1 poin
Lebih dari 10 KM = 3 poin
+1 poin untuk order lebih dari Rp 200.000
+1 poin untuk order pukul 23:00 - 05:00

Poin maksimum yang bisa didapatkan dari GO-MART adalah 3 poin/ order
GO-MED2 poin/ order2 poin/ order
Sumber : https://driver.go-jek.com/hc/id/articles/235509188-Perhitungan-Point-dan-Bonus-Driver-GO-JEK- JABODETABEK
  • Grab

Berbeda dengan Gojek yang menggunakan sistem poin untuk bonusnya, Grab menggunakan sistem insentif. Mislanya, khusus untuk area Jakarta, pengemudi GrabCar berhak atas insentif sebesar 30% jika mengambil penumpang di waktu berikut:

  • Senin jam 09:00 sampai 23:59
  • Selasa-Kamis jam 00:00 sampai 23:59
  • Jumat jam 00:00 sampai jam 15:59

Sedangkan untuk perhitungan bagi hasilnya adalah 10% (jarak dekat) atau 15% (jarak jauh) untuk Grab dari total tarif perjalanan. Jadi, misalnya ada perjalanan Cengkareng-Jakarta dengan total tarif adalah Rp 150.000, maka otomatis Rp 30.000 untuk pihak Grab dan sisanya, Rp 120.000 untuk driver GrabCar.

Bagi driver GrabBike, pembagian hasil yaitu 10% untuk perusahaan, dan 90% untuk pihak driver. Selain pembagian hasil, ada pula bonus yang didasarkan pada rating yang diberikan penumpang juga pesanan yang diselesaikan pada jam sibuk. Perhitungan lengkapnya bisa dilihat di blog resmi GrabBike.

  • Uber

Sistem bagi hasil untuk driver Uber Motor ditentukan oleh waktu dan jumlah order yang diselesaikan dalam sejam.

JumlahHariWaktuMinimal Perjalanan
30 ribu / jamSenin - Jumat05:00 – 09:00
16:00 – 20:00
2
18 ribu / jamSenin - Jumat10:00 – 16:00
20:00 – 22:00
4
1
18 ribu / jamSabtu - Minggu07:00 – 11:00
11:00 – 15:00
15:00 – 19:00
2

Sedangkan untuk skema pembagian hasil tambahan untuk Uber Motor dapat dilpada table di bawah ini.

Harga PerkalianHariWaktu
1,5 XSenin - Jumat05:00 – 09:00
16:00 – 20: 00
1,3 XJumat09:00 – 16:00

Contohnya, jika seorang driver mengantar penumpang pada hari dan jam dengan perkalian 1,5 X, maka kalau tarif yang tertera di aplikasi adalah Rp 10.000, maka 1,5 X Rp 10.000 = Rp 15.000. Ini artinya uber akan menambahkan Rp 5.000 dari tarif yang tertera pada aplikasi. Adapun syarat dan ketentuan untuk mendapatan tambini adalah :

  • Maksimal penambahan dari Uber adalah Rp 50.000
  • Driver telah menyelesaikan 70% dari tingkat penerimaan order
  • Rating minimum 4,5 bintang
  • Tidak melakukan kecurangan selama menyelesaikan order

Selain itu, bonus mingguan juga akan diberikan dengan cara perhitungan, Rp 350.000 jika driver tercatat memiliki waktu online 35 jam dan telah menyelesaikan 35 order.  Adapun syarat bonus mingguan lainnya yang berlaku adalah driver telah menyelesaikan minimal 85% dari total order yang diterimanya.

Skema honor driver transportasi online

Pertama, Anda harus menghitung terlebih dahulu beberapa hal yang menjadi tanggungan Anda. Dengan demikian, Anda bisa menghitung lebih jelas. Contoh berikut adalah gambaran dengan asumsi, Anda menjalankan pekerjaan sebagai driver ojek online secara full time dengan motor Honda Beat.

Misalnya biaya tetap yang harus diperhitungkan adalah, biaya STNK per tahun dan biaya depresiasi. Oleh karenanya, jika dikalkulasikan, kedua biaya ini saja bisa mencapai Rp 1,6 juta per tahunnya.

Adapun biaya lainnya yang menjadi tanggungan driver adalah, biaya perawatan, BBM, pergantian ban, perjalanan tak dibayar (perjalanan tanpa penumpang). Dimana, jika kita ambil contoh sebagai driver Anda bekerja 20 hari dalam sebulan dengan demikian, biaya variabelnya bisa mencapai rata-rata untuk pengguna Honda Beat.

Dengan biaya per bulan, biaya tetap dan biaya variabel, sebesar Rp 141.020 per bulan. Maka jika Anda menginginkan penghasilan bersih minimal Rp 2,7 juta per bulan, maka inilah perhitungan yang harus diperhatikan.

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, asumsikan Anda akan bekerja 20 hari full time dengan jarak tempuh yang masuk dalam trip adalah 60 km per hari. Artinya, dalam sebulan Anda akan menempuh jarak 1.200 km. Mari asumsikan bahwa untuk mencapai trip 60 km per hari Anda membutuhkan 5 jam, maka perhitungan penghasilan untuk GO-RIDE, GrabBike, dan Uber Motor adalah sebagai berikut:

 GO-RIDEGrabBikeUber
Penghasilan24 poin per hari x 20 hari = 480 poin

480 poin = Rp 960.000

1200 km x Rp 2400
=Rp 2.880.000
1200 km x (Rp 300 x 90%)
= Rp 3.240.000
Rata-rata tarif per trip = Rp 15.000

240 rides x Rp 15.000 = Rp 3.600.000

5jam x 20 hari = 100jam
Komisi20%10%
Total penghasilan sebulanRp 960.000+ Rp 2.880.000
=Rp 3.840.000
Rp 3.240.000(Rp 18.000 x 100) + Rp 3.600.000
= Rp 3.780.000

Dari perhitungan di atas, dapat kita simpulkan bahwa GO-RIDE dari Gojek yang lebih menguntungkan karena ada poin.

Pertimbangan memilih penyedia transportasi online mana yang paling tepat bagi driver

Jika Anda hendak memutuskan untuk menjadi driver di salah satu perusahaan penyedia transportasi online, maka Anda harus mempertimbangkan beberapa hal. Poin-poin yang harus ada dalam pertimbangan Anda adalah sebagai berikut:

  • Skema bagi hasil

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, bahwa setiap penyedia transportasi online memiliki skema bagi hasilnya masing-masing. Ada baiknya Anda mengunjungi website atau melakukan riset sederhana mengenai skema bagi hasil di tiap perusahaan. Kemudian, pilih yang sesuai dengan kondisi Anda. Mengingat skema bagi hasil juga berkaitan dengan jarak tempuh yang harus Anda kerjakan.

  • Skema perhitungan bonus

Sebagaimana sistem bagi hasil, tiap penyedia transportasi online ini juga menerapkan skema bonus yang berbeda. Ada yang menggunakan poin dan adapula yang menggunakan presentase. Di sini Anda harus mempertimbangkan apakah Anda akan menjadikan pekerjaan sebagai driver ini sebagai pekerjaan utama atau sampingan? Hal ini mengingat besaran bonus ditentukan oleh jam sibuk atau jarak tempuh.

  • Perusahaan yang mapan dan terpercaya

Tentunya Anda akan memilih perusahaan yang mapan dan tidak melanggar ketentuan yang berlaku. Contoh, Anda harus menanyakan sistem pembayaran pajak penghasilan driver dan asuransi. Apakah ini merupakan tangung jawab pribadi driver atau perusahaan? Pastikan Anda juga menanyakan perihal ini karena perusahaan yang tidak bermasalah akan berdiri lebih lama.

Setelah melihat ulasan mengenai cara bagi hasil dari penyedia transportasi online, Anda sudah memiliki pengetahuan bagaimana bayaran Anda dihitung nantinya. Menjadi mitra transportasi online atau driver akan terasa seperti memiliki usaha sendiri. Anda harus pintar memenuhi target km per hari jika ingin biaya-biaya harian dan tahunan terutupi

Baca juga informasi tentang penghematan BBM yang bisa Anda baca untuk membantu jalannya aktivitas pekerjaan Anda.

 

Image source http://mediaindonesia.com

Komentar