Pemerintah Berencana Untuk Menyediakan Rumah DP 0% Bagi PNS

Pemerintah Berencana Untuk Menyediakan Rumah DP 0% Bagi PNS

Pemerintah berencana untuk segera merealisasikan pemberian Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tanpa uang muka pada Pegawai Negeri Sipil (PNS), personel Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Polri. Selain tanpa uang muka atau down payment (DP), mereka juga diberikan cicilan longgar sampai 30 tahun. Rencana ini langsung mendapatkan respon positif dari berbagai pihak juga pihak perbankan.

Munculnya rencana ini karena ternyata masih banyak PNS, personil Polri serta TNI yang kesulitan dalam memiliki rumah tinggal. Hal ini dikarenakan pendapatan mereka yang tidak sebanding dengan kenaikan harga rumah. Diharapkan KPR tanpa DP dengan waktu cicilan 30 tahun ini bisa menjadi solusi terbaik untuk mereka.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono berpendapat bahwa usulan yang paling rasional untuk pembelian rumah tanpa DP adalah dengan rumah yang harganya di kisaran Rp 300 juta sampai Rp 400 juta.

Basuki juga mengemukakan bahwa jika rumah yang disasar untuk rencana ini adalah kategori rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) maka ditakutkan akan terganjal batas minimal penghasilan yang berhak untuk menerima KPR subsidi.

“FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) itu kan untuk MBR yang pendapatannya Rp4 juta atau Rp7 juta. Kalau sekarang PNS sudah naik gajinya kenapa enggak dinaikkan, tapi tetap mempunyai fasilitas FLPP,” jelas Basuki di Kantor Kementerian PUPR di Jakarta.

Rencanan kebijakan pemberian DP 0% ini sekarang sedang ditangani oleh menko untuk didiskusikan skema biayanya. Pihak PUPR sendiri belum berani menggandeng pihak perbankan karena penyusunan kebijakan belum final. Di sisi lain, beberapa bank BUMN sudah menyampaikan minatnya. “Semua pasti komit kan ada bunganya komersial, kemarin yang diundang BUMN,” jelasnya.

Menanggapi rencana pemerintah ini, Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Indonesia (APERSI) Junaidi Abdillah berharap nantinya program ini bisa mendongkrak permintaan rumah dengan kisaran harga Rp 300 juta sampai Rp 400 juta. APERSI pun memiliki target untuk membangun 130.000 rumah bersubsidi.

 

[Source]

Komentar