SNI Menjadi Salah Satu Instrumen Pengembangan Industri ASEAN

SNI Menjadi Salah Satu Instrumen Pengembangan Industri ASEAN

Sebagaimana kesepakatan dalam World Economic Forum (WEF) yang diselenggarakan di Davos, Swiss, pada 23 sampai 26 Januari 2018, negara-negara di ASEAN akan bekerjasama dalam pengembangan industri. Pengembangan indurstri ini untuk menghadapi resolusi industri keempat (industry 4.0). Adapun sektor industri yang mendapat perhatian antara lain adalah makanan, minuman, otomotif, dan Textile Clothes Footwear (TCF).

“Sektor-sektor industri tersebut dipilih mengingat peran pentingnya terhadap perkembangan ekonomi di kawasan ASEAN,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Ngakan Timur Antara dalam sebuah keterangn tertulis.

Salah satu instrumen untuk pengembangan industri di negara-negara ASEAN ini adalah standarisasi.

Dalam Undang-Undang No 3 tahun 2014 tentang Perindustrian, standarisasi industri ini meliputi Standar Nasional Indonesia (SNI), Spesifikasi Teknis dan Pedoman Tata Cara. SNI sebenarnya berlaku secara sukarela, namun dapat menjadi wajib jika berkaitan dengan keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan.

Kemenperin hingga sekarang telah memberlakukan 105 SNI wajib (253 pos tarif) untuk sektor manufaktur yang meliputi berbagai komoditas antara lain makanan, minuman, tekstil dan aneka logam, kimia dasar, kimia hilir, otomotif, dan elektronik.

Kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 2 tahun 2017 tentang Pembangunan Sarana dan Prasarana Industri, pemberlakuan SNI ini pada dasarnya bersifat wajib untuk hasil yang akan diperdagangkan. Jika barang-barang yang diproduksi tidak untuk diperdagangkan, seperti untuk keperluan penelitian atau uji coba, maka SNI tidak diperlukan.

“Untuk itu, koordinasi dan sinergi antara pemangku kepentingan yaitu pelaku usaha, konsumen dan pemerintah dalam meningkatkan pemahaman terhadap hakikat pemberlakuan SNI wajib perlu terus dilaksanakan secara berkesinambungan,” tandasnya.

 

[Source]

Komentar