Harga Telur Alami Lonjakan Tajam Di Beberapa Daerah

Harga Telur Alami Lonjakan Tajam Di Beberapa Daerah

Di beberapa daerah , harga telur melambung tinggi beberapa waktu belakangan ini. Kondisi ini memaksa pemerintah mengambil langkah untuk menormalkan harga.

Dilansir dari kantor berita Antara, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Buleleng, Bali, segera melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian untuk mendorong produksi telur di sentra pemeliharaan ayam. Hal ini untuk menormalkan harga telur di pasaran.

“Daerah penghasil telur ayam dan ayam pedaging di Buleleng ada di Desa Busungbiu dan Desa Gerokgak. Ini kami koordinasikan untuk ditingkatkan agar pasokan telur kembali normal,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Dagprin) Buleleng Ketut Suparto di Singaraja, Bali.

Ia juga mengatakan bahwa Bupati telah meminta Dinas Pertanian untuk melakukan pemnatauan ke kabupaten kota se-Bali untuk menemukan daerah dengan produksi telur yang banyak.

“Dimana ada produksi yang lebih bagus, kami bisa datangkan telur dan daging ayam dari sana,” katanya.

Sejak seminggu kemarin harga telur di pasar Buleleng mengalami lonjakan. Jika saat normal harga telur adalah Rp 22 ribu per kilogram, minggu terakhir harga telur mencapai Rp 26 ribu per kilogram.

Suparto juga mengatakan bahwa kenaikan harga telur ini dipicu oleh kenaikan harga pakan ayam serta musim dingin di sasih karo.

Sedangkan di Kabupaten Sidoarjo, jawa Timur, harga telur mulai normal, yaitu di kisaran Rp 22.500setelah sebelumnya mencapai Rp 27 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Kabupaten Pemerintah Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati juga mengatakan bahwa harga ini sudah normal setelah banyaknya pasokan yang masuk ke Sidoarjo.

“Saat ini harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Kabupaten Sidoarjo khususnya untuk komoditas telur sudah normal, dan masyarakat tidak perlu khawatir lagi akan mahalnya harga telur yang terjadi dalam beberapa hari terakhir,” katanya di Sidoarjo.

Fenny juga mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok lainnya agar tidak mengalami lonjakan yang terlalu tinggi.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan lintas sektoral supaya kalau ada kelangkaan pasokan atau juga kenaikan harga bahan kebutuhan pokok segera diatasi dan tidak berlarut-larut,” jelasnya.

Pihak pemerintah daerah dan pusat sudah bergerak melakukan operasi pasar untuk mengatasi lonjakan harga telur ini.

 

[Source]

Komentar