Selalu Bokek Setelah Liburan? Coba Cek lagi Strategi Keuangan Anda!

Selalu Bokek Setelah Liburan? Coba Cek lagi Strategi Keuangan Anda!

Setelah liburan panjang Natal dan Tahun Baru, bagaimana kondisi keuangan Anda? Apalagi di kalender tanggal gajian masih lama.

Jika Anda mengalami kekurangan uang setelah liburan, artinya persiapan finansial sebelum liburan memang tidak matang, atau bahkan tidak ada persiapan sama sekali.

Untuk menghindari “jatuh miskin” setelah liburan, kali ini kami sajikan persiapan keuangan untuk setelah dan sesudah liburan. Perhatikan poin-poin di bawah ini!

Persiapan keuangan sebelum liburan

Pada dasarnya persiapan keuangan untuk liburan kali ini tidak jauh berbeda dengan tips yang kami sajikan pada artikel sebelumnya mengenai liburan ke tokyo. Namun untuk mengingatkan kembali, berikut adalah beberapa poin bisa Anda lakukan.

Menabung

Di manapun Anda mencari tips tentang persiapan keuangan liburan, pasti poin ini akan muncul. Hal ini karena mau tidak mau, Anda harus menabung untuk mengumpulkan dana liburan.

Tidak hanya asal menabung, uang yang digunakan untuk liburan tidak boleh mengganggu pos pengeluaran penting lainnya. Selain itu, penting juga untuk memilih jenis tabungan yang efektif. Oleh karenanya, merencanakan liburan beberapa bulan sebelumnya lebih efektif.

Contohnya, daripada menabung biasa, sebaiknya gunakan tabungan berjangka. Ambil jangka waktu pendek yaitu antara enam bulan sampai satu tahun. Dengan demikian, Anda tidak bisa mengusik tabungan liburan. Keuntungan yang didapat pun lebih banyak, karena return yang lebih tinggi saat masa menabung berakhir.

Budgeting

Poin ini juga harus dilakukan. Adapun yang kami maksudkan dengan budgeting adalah membagi pos keuangan untuk kebutuhan utama sehingga Anda tahu berapa rupiah yang bisa disisihkan untuk liburan.

Setelah itu, Anda harus membuat budget liburan. Mulai dari transportasi, penginapan, belanja, makan, dan tiket masuk tempat wisata. Jangan sampai Anda kehabisan uang di tengah-tengah liburan. Anggarkan juga dana darurat untuk kebutuhan tidak terduga selama perjalanan.

Tagihan

Bayar tagihan penting sebelum liburan, seperti uang sewa, telepon, internet, asuransi, dan tagihan utama lainnya.

Liburan Anda akan lebih tenang jika semua tagihan utama sudah terbayar, dan budget sudah dibuat dengan baik. Setidaknya saat liburan, Anda tidak perlu khawatir kehabisan kuota. Jika Anda pergi ke kota yang terjangkau layanan transportasi online, memastikan saldo e-wallet Anda terisi juga sangat penting.

Sisihkan untuk pasca liburan

Satu hal yang, mungkin, tidak terpikirkan oleh banyak orang adalah menyisihkan sebagian uang untuk masa setelah liburan. Hal ini penting dilakukan agar tidak kehabisan uang saat pasca liburan.

Caranya, buat budget rata-rata kebutuhan selama sisa hari pasca liburan hingga tanggal gajian. Lalu sisihkan uang sejumlah kebutuhan ini.

Di sinilah manfaatnya memiliki rekening lebih dari satu, jadi uang yang disisihkan bisa ditaruh dalam rekening lain dan tidak bercampur dengan dana liburan. Sehingga Anda tidak dapat menggunakannya selama liburan.

Mencari penghasilan tambahan

Jika memang liburan yang ingin dilakukan membutuhkan dana yang cukup banyak, selain menabung Anda pun perlu mencari uang tambahan.

Salah satunya dengan menjadi kru di festival-festival. Pekerjaan ini bisa menjadi sampingan dan tidak mengganggu waktu bekerja Anda. Bisa juga Anda melakukan pekerjaan kreatif lainnya seperti menulis, desain, atau menjadi programer.

Honor dari penghasilan tambahan ini bisa dimasukkan ke dalam tabungan liburan. Carilah pekerjaan yang memiliki waktu kerja fleksibel dan tidak lebih dari masa rencana pengumpulan uang Anda. Karena Anda pastinya tidak mau memiliki tanggungjawab pekerjaan saat sedang liburan.

budgeting

Mengatur keuangan setelah liburan

Poin selanjutnya yang tidak kalah penting adalah mengatur keuangan setelah liburan. Tips kali ini kami sesuaikan dengan tips keuangan sebelum liburan. Dimana Anda menyisihkan uang untuk kebutuhan setelah libura, hingga gaji datang.

Berhitung

Dengan sisa uang yang dimiliki sekarang, Anda harus berhitung ulang. Alasannya, untuk mengetahui apakah ada pengeluaran tiba-tiba selama liburan yang mengganggu budget di pos pengeluaran lainnya?

Jika iya, maka dengan sisa uang yang ada harus disesuaikan kembali untuk memenuhi kebutuhan hingga tanggal gajian.

Buat budget pengeluaran harian sebagaimana bulan-bulan biasanya. Hanya saja kali ini dibagi dengan jumlah hari hingga dua hari setelah tanggal gajian. Hal ini untuk mengantisipasi gaji yang telat. Kalau akhirnya gaji tepat waktu, sisa uang bisa ditabung atau untuk tambahan pos pengeluaran rutin lainnya.

Lebih lanjut lagi coba perhatikan contoh sederhana ini.

Misalnya Anda pulang dari liburan Tahun Baru tanggal 5 januari, dan tanggal gajian adalah 25 Januari. Maka perhitungannya adalah:

Budget pasca liburan: Rp 2.500.000

Sisa hari sampai gajian:  tanggal 5 sampai ke 25 = 21 hari

21 hari + 2 hari = 23 hari

Rata-rata budget per hari : Rp 2.500.000 / 23 hari = Rp 108.695,65 

Berdasarkan perhitungan di atas, rata-rata pengeluaran per hari tidak boleh lebih dari Rp 108.000. Jika, misalnya, Anda bisa mengurangi pengeluaran menjadi Rp 100.000, maka Anda masih bisa menabung Rp 8.695 per hari. Sehingga pada saat gajian masih ada tambahan sisa uang sebesar Rp 199.985.

Lumayan kan untuk menambah tabungan atau biaya kuota internet.

Awasi penggunaan kartu kredit

Bagi Anda yang memiliki kartu kredit, memang sulit rasanya untuk tidak menggunakan kartu kredit di akhir bulan.

Menggunakan kartu kredit memang boleh-boleh saja, tapi pastikan Anda tidak melewati batas limitnya. Kalau bisa, usahakan penggunaan tidak lebih dari 30% limit kartu kredit. Dengan demikian, tagihan kartu kredit tidak akan terlalu memberatkan di bulan berikutnya.

Untuk memudahkan dalam mengawasi penggunaan kartu kredit ini, jangan buang struk pembelanjaan. Catat total belanja, jika sudah mencapai 30% sampai 35% dari limit kartu kredit, maka usahakan untuk menggunakan e-wallet atau uang tunai Anda. Juga redam dulu keinginan untuk belanja atau nongkrong di tempat yang mahal.

Nongkrong dan hiburan

Jika mengikuti rata-rata biaya hidup di Jakarta, Rp 100.000 per hari masih bisa memungkinkan Anda untuk menikmati hiburan. Seperti nonton (harga tiket bioskop antara Rp 35.000 sampai Rp 50.000) atau sekedar makan di mall (rata-rata Rp 40.000 per porsi).

Tentunya hal ini jangan juga dilakukan sering-sering, cukup satu atau dua kali seminggu.

Ingat, masih banyak pilihan hiburan gratis yang bisa Anda dapatkan. Misalnya, jalan-jalan akhir pekan di area Car Free Day (CFD), olahraga di taman, atau melakukan kegiatan santai di rumah seperti memasak atau membaca.

Pinjaman

Jika Anda tidak sempat melakukan langkah-langkah di atas, maka bisa mengambil pinjaman ringan yang tidak memberatkan. Ingat untuk selalu cek syarat dan ketentuan, serta perhitungan iurannya sebelum memilih.

Tunaiku

Tunaiku

Pinjaman dana online hingga Rp 20 juta cair dalam 24 jam

Setelah membaca informasi ini, rasanya tidak ada lagi alasan bokek setelah liburan.

Ingat bahwa persiapan yang baik selalu menjadi penyelamat Anda. Jangan sampai liburan yang seharusnya membuat Anda senang, malah menjadi sumber stres karena masalah finansial yang ditimbulkannya.

Komentar