Suku Bunga Kredit Dan Deposito Mengalami Penurunan

Suku Bunga Kredit Dan Deposito Mengalami Penurunan

Suku bunga untuk kredit dan simpanan dianggap terus mengalami penurunan sejak tahun lalu. Bank Indonesia (BI) mengungkapkan hal ini dikarenakan adanya transmisi kebijakan moneter yang dilakukan oleh bank sentral. Hal ini akhirnya berpengaruh ke suku bunga di pasar.

Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, Dody Budi Waluyo mengatakan bahwa bunga bank baik kredit ataupun simpanan terus mengalami penurunan meskipun secara lambat. Bunga deposito di bulan terakhir ini turun 4 basis poin (bps) dan dan bunga kredit turun 6 bps.

“Jika diakumulasikan sejak Januari 2016 – Mei 2017 policy rate BI sudah turun 150 bps dan diikuti bunga kredit yang turun 106 bps dan bunga deposito 143 bps,” ungkap Dody dalam konfrensi pers di Gedung BI.

Dody pun mengatakan bahwa kondisi ini menunjukkan bahwa perbankan nasional masih berjalan sesuai dengan kebijakan bank sentral.

Selain itu, hal ini menunjukkan bahwa stabilitas sistem keuangan nasional tetap kuat. Hal ini juga merupakan hasil dari dukungan ketahanan industri perbankan dan pasar yang terjaga.

Pada bulan Mei 2017, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/ CAR) perbankan tercatat di angka 22,7%, dan rasio likuiditas (AL/DPK) ada pada level 22,3%.

Sedangkan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) tercatat 3,1% (gross) atau 1,4%(net). Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Mei 2017 tercatat 11,2% (yoy), angka meningkat dibandingkan dengn bulan sebelumnya 9,9% (yoy).

Pada bulan Mei 2017, pertumbuhan kredit tercatat 8,7% (yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya 9,5% (yoy).

Nantinya, pertumbuhan DPK dan kredit pada tahun 2017 diperkirakan akan membaik dan masing-masing bisa berada di kisaran 9-11% dan 10-12%.

“Proyeksi pertumbuhan kredit tersebut dibayangi oleh sejumlah risiko terutama prospek pemulihan permintaan domestik dan kemajuan konsolidasi perbankan,” ujar Dody.

Tindakan pengendalian suku bunga ini juga merupakan langkah untuk mengendalikan laju inflasi. Dengan terkendalinya inflasi ini juga maka nilai mata uang rupiah akan stabil.

Menurut para ekonom, tindakan BI ini juga harus bisa dibarengi dengan antisipasi terhadap perkembangan perekonomian global.

 

[Source]

Sumber image: kamubisa-io.blogspot.sg

Komentar