5 Sumber Penghasilan Pasif Yang Cocok Untuk Kebanyakan Orang Indonesia

5 Sumber Penghasilan Pasif Yang Cocok Untuk Kebanyakan Orang Indonesia

Mapan secara finansial merupakan keinginan semua orang. Kepastian akan masa depan terutama masa pensiun sangatlah penting bagi siapa saja. Namun untuk mencapai kemapanan ini mengandalkan penghasilan utama saja bukanlah cara yang efektif untuk ditempuh. Apalagi Oleh karenanya, penghasilan tambahan adalah hal yang penting untuk diperhatikan.

Kebutuhan hidup yang makin meningkat, ditambah dengan harga yang terus naik mengharuskan Anda untuk menyiapkan masa depan dengan cara yang lebih cerdas. Salah satu cara mempersiapkan masa depan yang mapan adalah dengan memiliki penghasilan pasif.

Kebanyakan orang masih menganggap bahwa penghasilan pasif merupakan penghasilan yang didapatkan tanpa usaha atau kerja sama sekali. Anda memang tidak perlu melakukan pekerjaan rutin layaknya bekerja pada umumnya, hanya saja untuk memperoleh dan mempertahankan sumber penghasilan pasif, Anda harus mau menanam modal, menciptakan sesuatu, dan, melakukan pengawasan.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan penghasilan pasif. Namun cara apapun yang Anda pilih, Anda harus ingat bahwa walaupun mendapatkan penghasilan pasif terdengar menggiurkan, kredibilitas lembaga keuangan atau orang yang diajak bekerjasama sangatlah penting.

Berikut ini adalah cara mendapatkan penghasilan pasif yang umum digunakan.

1. Menyewakan properti berupa bangunan

Menyewakan properti, terutama rumah atau bangunan untuk tempat tinggal atau bisnis, merupakan cara yang efektif untuk mendapatkan penghasilan pasif. Terutama, jika properti Anda terletak di area pusat kota atau dekat dengan pusat bisnis. Dengan cara ini, Anda akan mendapatkan penghasilan setiap bulan atau tahun sesuai dengan kesepakatan.

Adapun bangunan yang disewakan dapat berupa untuk kantor, apartemen, kos-kosan, rumah sewa, atau toko. Dengan adanya mobilisasi dan pertumbuhan angka penduduk, maka fasilitas-fasilitas ini makin banyak dibutuhkan. Baik mereka yang sudah berkeleuarga ataupun belum, biasanya akan memilih untuk menyewa tempat tinggal sebelum membeli rumah atau apartemen sendiri.

Di sisi lain, ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika Anda ingin mulai berinvestasi dalam bentuk penyewaan properti. Hal ini karena Anda harus tahu kelebihan dan kelemahan dari menyewakan properti berupa bangunan.

Manfaat menyewakan properti

  1. Keuntungan yang pasti Anda dapatkan adalah uang sewa setiap bulan atau tahun. Anda tidak perlu melakukan banyak hal namun sudah bisa menikmati penghasilan pasti.
  2. Selain itu, selama bangunan yang disewakan masih layak pakai, penghasilan ini akan terus mengalir.
  3. Untuk modalnya, Anda bisa menambahkan dengan pinjaman dari bank atau KPR. Dengan adanya pemasukan pasti tiap bulannya ini, Anda tidak perlu takut tidak memiliki sumber penghasilan untuk membayar cicilannya. Dengan demikian selain memiliki pemasukan pasti, Anda menambahkan nilai produktif pada pinjaman Anda.

Risiko menyewakan properti

  1. Faktor perawatan bangunan merupakan hal penting yang harus dipertimbangkan. Perawatan ini mulai dari perbaikan fasilitas yang rusak, hingga renovasi bangunan.
  2. Bahkan untuk kos, maka pajak dan iuran bulanan seperti air dan listrik merupakan tanggung jawab dari pemilik kos.
  3. Anda pun harus siap jika ada keluhan atau permintaan dari penghuni. Biaya penyediaan fasilitas tambahan juga harus menjadi faktor yang diperhitungkan.
  4. Karena sumber penghasilan Anda berasal dari mereka yang menyewa, maka Anda harus berusaha untuk membuat penyewa merasa betah, bahkan menarik penyewa baru.
  5. Anda harus menyiapkan dana cadangan untuk perawatan properti jika risiko sepinya peminat atau tidak ada penyewa terjadi.

2. Investasi dalam bentuk reksadana

Mengacu pada Undang-Undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 Pasal 1 ayat (27), yang dimaksud dengan reksadana adalah, Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat Pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.”

Dengan berinvestasi dalam bentuk reksadana, Anda berkesempatan untuk mendapatkan return pada tiap tahunnya. Dimana rata-rata return yang wajar adalah 6% sampai 7%. Berikut kami sajikan manfaat dan risiko dari reksadana.

Manfaat reksadana:

  1. Dikelola oleh manajemen professional, yaitu manajer investasi;
  2. Diverifikasi investasi yang mengurangi risiko, dibandingkan individu yang hanya menanam satu atau dua saham;
  3. Pengelola reksadana wajib memberikan laporan keuangan tiap tahunnya, dan laporan Nilai Aktiva Bersih (NAB) setiap harinya;
  4. Likuiditas yang tinggi sehingga Anda sebagai pemodal dapat mencairkan Unit Penyertaannya setiap saat sesuai dengan perjanjian awal;
  5. Reksadana merupakan dana dari kumpulan pemodal, sehingga Anda bisa menanamkan investasi sesuai dengan kemampuan.

Risiko reksadana:

  1. Penurunan harga NAB Unit Penyertaan yang disebabkan oleh harga pasar dari instrument investasi yang ada dalam portfolio reksadana Anda;
  2. Risiko likuiditas yang diakibatkan oleh penarikan Unit Penyertaan dalam jumlah banyak;
  3. Risiko pasar berupa penurunan harga instrumen investasi karena kinerja pasar saham atau pasar obligasi yang menurun;
  4. Risiko default yang terjadi karena Manajer Investasi yang tidak menerapkan strategi pembelian portofolio yang ketat seperti pihak emitten yang mengalami kesulitan keuangan dan tidak mampu membayar kewajibannya.

Jika Anda memiliki sedikit dana tidak ada salahnya mencoba berinvestasi lewat reksadana karena lebih aman dan dana yang diperlukan relatif lebih kecil.

3. Menulis buku atau e-book

Cara yang satu ini memang tidak sepenuhnya penghasilan pasif. Karena Anda harus melakukan promosi atau membuat website untuk promosi. Ya, menulis buku atau e-book memang bisa mendatangkan penghasilan berkelanjutan. Selama ada yang membeli karya Anda, maka selama itulah Anda akan memperoleh penghasilan tanpa harus bekerja.

Jika mau buku Anda dipublikasikan, maka Anda harus bekerjasama dengan penerbit. Jika Anda mendapatkan kontrak menulis dari penerbit yang mapan, maka Anda tidak perlu repot membangun platform promosi sendiri. Mereka akan menyediakan tempat atau fasilitas untuk mempromosikan karya Anda. Tapi jika buku Anda diterbitkan oleh penerbit indie atau bukan penerbit besar, maka Anda pun harus mau andil dalam mepromosikan karya Anda secara online atau offline.

Tidak seperti buku, Anda tidak memerlukan penerbit untuk mempublikasikan e-book. Anda bisa membuat blog atau website sendiri untuk memasarkan e-book Anda. Promosi pun bisa dilakukan menggunakan media sosial seperti Facebook, Instagram atau Pinterest.

Sekarang, mari kita lihat apa kelebihan dan kekurangan jika Anda menjadikan penulisan buku sebagai sumber penghasilan pasif:

Kelebihan membuat buku atau e-book :

  1. Buku, terutama buku panduan, selalu dibutuhkan oleh masyarakat. Dengan demikian, Anda selalu memiliki potensi pasar yang siap membeli karya Anda.
  2. Seperti disebutkan sebelumnya, kelebihan dari memiliki karya intelektual adalah selama ada yang membeli karya Anda, Anda akan terus mendapatkan royalti. Artinya, Anda memiliki penghasilan pasif dari penjualan buku Anda.
  3. Jika Anda bekerjasama dengan penerbit, Anda tidak perlu susah payah mencari pembeli karena mereka akan menggunakan platformnya sebagai alat promosi.
  4. Sedangkan jika Anda memutuskan untuk membuat e-book, maka Anda bisa menggunakan blog dan media sosial sebagai alat promosinya. Anda juga bisa menjual e-book lewat platform belanja online seperti OLX. Biasanya harga e-book akan berkisar dari Rp 20.000 sampai ratusan ribu sesuai dengan tebal dan kesulitan pembuatannya.

Kelemahan atau risiko membuat buku atau ebook:

  1. Jika Anda tidak ikut turun langsung dalam mempublikasikan, apalagi jika Anda adalah penulis baru, maka Anda akan kesulitan mendapatkan pembeli.
  2. Walaupun membuat karya seperti buku dan e-book adalah sumber penghasilan pasif Anda, namun Anda tidak bisa mengandalkan sumber ini untuk jangka waktu yang lama. Terutama, jika Anda tidak turun tangan untuk mempromosikan buku Anda. Oleh karenannya, jika Anda ingin menjadikan buku sebagai sumber penghasilan, maka Anda harus rajin membuat karya baru.
  3. Penerbit buku berskala kecil atau penerbit indie, biasanya akan mengenakan biaya percetakan dan desain pada Anda.

Jadi, jika Anda memiliki kemampuan menulis dan tertarik dengan topik tertentu, kenapa tidak menyisihkan sedikit waktu Anda untuk menulis dan membangun sumber penghasilan pasif Anda.

4. Peer-to-peer lending

Cara mendapatkan penghasilan pasif yang satu ini banyak digunakan oleh anak muda di kota besar. Karena urbanisasi, banyak anak muda yang harus hidup sendiri dan terkadang mereka membutuhkan tambahan uang untuk berbagai kebutuhannya.

Melihat kondisi ini, beberapa orang melihatnya sebagai sebuah peluang. Mereka meminjamkan uang ke teman-temannya yang membutuhkan dengan memasang bunga. Jumlah uang yang dipinjamkan tidak besar, dan ada bunga yang harus dibayarkan saat pengembalian uang. Bunga yang dipasang beragam, maksimal bunga adalah 10%.

Jika Anda ingin melakukan peer-to-peer lending, maka Anda perlu memperhatikan kelebihan dan kekurangannya sebagai berikut.

Manfaat peer-to-peer lending

  1. Anda mengetahui latar belakang dan orang yang meminjam secara personal, sehingga mudah untuk memilih calon debitur yang bisa dipercaya;
  2. Jangka waktu yang tidak lama, bahkan biasanya hanya satu bulan, untuk menerima pembayaran dan bunganya;
  3. Jumlah yang dipinjamkan tidak banyak sehingga Anda tidak perlu mengumpulkan modal besar.

Risiko peer-to-peer lending

  1. Bagaimanapun uang bisa menjadi isu sensitif yang menjadikan pertemanan atau persaudaraan retak, jadi pastikan Anda hanya meminjamkan uang Anda pada orang yang benar-benar bisa dipercaya;
  2. Anda harus mengatur pencatatan dengan rapi, jika tidak, Anda bisa saja kehilangan uang karena lupa siapa saja yang telah meminjam uang Anda. Mencatat aliran dana bisa jadi menyusahkan apalagi jika Anda memutuskan untuk memperbolehkan sistem cicilan untuk pembayaran utang;
  3. Terkadang Anda harus menagih ke orang yang meminjam. Hal ini bisa menimbulkan rasa canggung terkadang, apalagi jika orang yang ditagih tidak terlalu dekat secara personal dengan Anda.

Jika Anda siap dengan risiko-risiko ini, waktunya Anda menentukan berapa uang rupiah yang ingin Anda pinjamkan ke orang lain. Hal ini sangat penting, karena Anda tidak ingin menginvestasikan sebagian besar uang Anda. Ingat, bahwa tidak ada bisnis yang tidak berisiko jadi Anda sebaiknya menyiapkan dana cadangan.

5. Menjadi mitra pasif

Menjadi mitra pasif dari sebuah usaha bisa menjadi pilihan untuk sumber penghasilan pasif Anda. Yang perlu dilakukan adalah mencari mitra bisnis aktif untuk menjalankan usahanya.

Anda bisa menawarkan diri pada teman atau keluarga sebagai pemodal dari usaha yang akan mereka jalankan. Tentunya mereka akan memberikan proposal usaha agar Anda memahami jenis usaha apa yang akan dijalankan. Adapun hal yang harus Anda perhatikan adalah seberapa potensi usaha yang akan Anda modali, dan pastikan Anda memiliki keuatan hukum untuk menghindari masalah di masa mendatang.

Pastikan Anda memperhatikan kelebihan dan kekurangan menjadi mitra usaha pasif seperti berikut ini:

Kelebihan menjadi mitra usaha pasif

  1. Penghasilan pasti dari keuntungan bulanan atau tahunan usaha yang dijalankan.
  2. Anda tidak perlu turun langsung menjalankan usaha, cukup memantau perkembangan usaha.
  3. Jika usaha berkembang dengan baik, maka ada kemungkinan penghasilan pasif Anda juga akan terus meningkat.

Kekurangan menjadi mitra usaha pasif

  1. Risiko penipuan bisa terjadi pada siapa saja. Seberapa dekatpun Anda dengan rekan bisnis Anda, dasar hukum selalu dibutuhkan. Pastikan Anda memiliki perjanjian tertulis yang sah secara hukum untuk menjadi dasar kerjasama Anda.
  2. Karena status Anda adalah individu yang memberikan modal dan bukan badan usaha atau lembaga, maka selalu carilah mitra usaha yang sudah Anda kenal. Ada baiknya Anda menawarkan niat ini pada orang-orang terdekat di lingkungan keluarga atau teman. Sehingga jika terjadi hal yang tidak dinginkan nantinya, Anda bisa lebih mudah menyelesaikan permasalahan tersebut.
  3. Pastikan usaha yang nantinya berjalan legal atau sah secara hukum. Anda pasti tidak menginginkan risiko perizinan atau legalitas lainnya mengganggu jalannya kerjasama.
  4. Anda harus mengawasi perkembangan usaha. Walaupun status Anda adalah mitra usaha pasif, namun Anda harus mengawasi jalannya usaha dan tidak hanya mengandalkan laporan dari rekan usaha Anda.
  5. Biasanya mitra usaha pasif adalah penanam modal yang paling besar. Anda harus menyiapkan dana lebih banyak dari total modal usaha yang akan dibangun. Hal ini mengingat nantinya Anda tidak ikut bekerja menjalankan usaha ini.

Keuntungan yang didapatkan tergantung dari besar kecilnya bisnis yang berjalan. Namun yang pasti, selama usaha ini berjalan dan menghasilkan keuntungan, maka Anda pun bisa mendapatkan penghasilan pasif sesuai perjanjian.

Dari lima ide penghasilan pasif diatas, mana yang paling cocok dengan Anda? Pada dasarnya Anda juga bisa memiliki beberapa sumber penghasilan pasif sekaligus. Misalnya, Anda memiliki akun reksadana sambil menjadi mitra pasif untuk sebuah bisnis.

Bagi Anda yang tertarik untuk membuka deposito, maka artikel perbandingan bunga deposito ini perlu Anda baca terlebih dahulu.

Komentar