5 Tambang Emas Dengan Produksi dan Cadangan Terbesar Di Dunia

5 Tambang Emas Dengan Produksi dan Cadangan Terbesar Di Dunia

Emas merupakan logam mulia yang menjadi barang berharga berabad-abad lamanya. Tidak hanya sebagai perhiasan, melainkan juga sebagai alat tukar layaknya uang. Bahkan ketersediaan cadangan emas di sebuah negara mempengaruhi perekonomiannya secara langsung.

Tidak mengherankan kalau keberadaan tambang emas selalu menjadi perhatian khusus dari berbagai pihak. Baik itu pemerintah, investor, bahkan aktivis lingkungan.

Kali ini, mari kita simak lima tambang emas terbesar di dunia. Dari kelima tambang emas ini, Grasberg di Indonesia menduduki peringkat yang pertama.

Grasberg

Penambang : PT Freeport Indonesia

Lokasi : Papua, Indonesia

Mulai aktif beroperasi : 1991

Produksi : 1.554 juta troy ounce (2017)

Cadangan : 33,9 juta troy ounce (2017)

PT Freeport Indonesia membuka tambang Grasberg di Papua, Indonesia sejak tahun 1990. Kemudian di tahun 1991, anak perusahaan Freeport-McMoran ini memulai aktivitas pertambangannya.

Hingga saat ini, Freeport Indonesia masih menjadi penambang utama di Grasberg. Keberadaan mereka menjadi kontroversi karena dianggap tidak memberikan dampak baik bagi masyarakat lokal di sekitar area penambangan. Selain itu pembagian keuntungan yang tidak menguntungkan untuk pemerintah Indonesia juga menjadi pemicu perdebatan perpanjangan kontrak Freeport beberapa waktu lalu.

Saat ini, pemerintah Indonesia berusaha untuk menguasai 51% saham milik Freeport Indonesia tanpa menunggu habis kontrak, yaitu tahun 2021. Dengan demikian, sebagian besar keuntungan penambangan bisa diolah pemerintah Indonesia.

Adapun tambang Grasberg dikatakan merupakan salah satu tambang dengan cadangan emas terbesar di dunia. Cadangan emas yang dimiliki Grasberg adalah 33,9 juta troy ounce, dan diperkirakan tidak habis hingga tahun 2100.

Selain emas, Grasberg juga memiliki cadangan perak mencapai 153,1 juta troy ounce dan tembaga 38,8 miliar pound. Jika ditotal dari tiga kegiatan tambang ini, nilainya bisa mencapai USD 160 miliar.

Goldstrike

Penambang : Barrick Gold Corporation

Lokasi : Nevada, Amerika Serikat

Mulai aktif beroperasi : 1987

Produksi :  2,3 juta troy ounce (2017)

Cadangan : 8,4 juta troy ounce (2017)

Sebenarnya tambang ini sudah berdiri sejak tahun sejak 1983 di Toronto, Kanada. Kemudian di tahun 1986 Barrick menguasai tambang Goldstrike di Nevada, Amerika, lalu aktif melakukan kegiatan pertambangan sejak 1987.

Tambang ini menjadi salah satu tambang emas yang terbesar di dunia. Kegiatan pertambangan di Goldstrike terdiri dari tambang terbuka Betze-Post, serta tambang bawah tanah Meikle dan Rodeo.

Jika diakumulasikan sejak 1987 hingga saat ini, diperkirakan Barrick telah menambang 42 juta ounce emas di Goldstrike. Selain itu, pada tahun tambang ini merupakan produsen dari 25% emas di seluruh Amerika.

Selain Nevada, Barrick juga memiliki tambang di beberapa negara lain seperti Argentina, Peru, dan Pepua New Guinea.

 Cortez

Penambang : Barrick Gold Corporation

Lokasi : Nevada, Amerika Serikat

Mulai aktif beroperasi : 1862

Produksi : 999.000 troy ounce (2016)

Cadangan : 10 juta troy ounce (2017)

Selain Goldstrike, Barrick memiliki Cortez yang juga beroperasi di Nevada. Sebenarnya area Cortez sudah dijadikan area pertambangan sejak 1862 dengan hasil utama perak. Kemudian pada tahun 1940, para penambang mulai menemukan emas. Sejak saat itulah Cortez berkembang menjadi salah satu tambang emas terbesar di dunia. Cortez juga merupakan salah satu tambang perak dan emas tertua yang masih beroperasi hingga saat ini.

Barrick Gold Corporation melihat potensi Cortez dan pada tahun 2006 mereka membeli 60% kepemilikan tambang dari Placer Dome. Kemudian pada tahun 2008, Barrick membeli sisa 40% kepemilikan Cortez dari Rio Tinto.

Penambangan emas di pengunungan Cortez juga dilakukan dalam dua acara yaitu penambangan terbuka dan penambangan bawah tanah. Untuk aktivitas penambangan bawah tanah ini, mendapatkan izin penambangannya pada tahun 2016, dan dikenal dengan Cortez Hills.

Tambang terbuka di Cortez sendiri ada dua, yaitu Pipeline dan South Pipeline. Rata-rata produksi dari tambang terbuka ini berkisar antara 320.000 sampai 360.000 ton per hari.  Angka ini bukan murni hasil emas melainkan Ore yang nantinya akan dibersihkan untuk diambil mineral emasnya.

Sedangkan tambang bawah tanah, diperkirakan menghasilkan 1.100 ton ore per harinya. Namun demikian, Barrick Gold sedang berusaha untuk menambah kedalaman penggalian dan bisa menyelesaikan infrastrukturnya di tahun 2022.

Hal ini tentunya penting karena persediaan emas di tambang Cortez saat ini diperkirakan akan habis di tahun 2023.

 Yanacocha

Penambang : Newmont Mining Corporation, Buenaventura Group, IFC

Lokasi : Cajamarca, Peru

Mulai aktif beroperasi : 1993

Produksi : 275.000 troy ounce (2017)

Cadangan :  5 juta troy ounce (2011)

Tambang Yanacocha mulai menarik minat pemburu emas di tahun 1993, kemudian pada tahun 1996 tambang emas ini mulai meningkat produksinya hingga 800.000 ounce per tahun. Dengan perbaikan di bidang teknologi, tahun Newmont menambah titik pertambangannya menjadi lima.

Adapun kelima titik pertambangan ini terdiri dari tiga titik utama, yaitu Carachugo yang dioperasikan mulai dari tahun 1993, lalu Maqui Maqui tahun 1994, dan San José Sur di tahun 1996. Dalam rangka menambah produksi, tahun 1997 dibuka Cerro Yanacocha dan tahun 2001 dibuka La Quinua.

Semua titik pertambangan emas ini mengantarkan area Yanacocha sebagai salah satu tambang terbesar di dunia. Tahun 2004, tambang ini menghasilkan 175,4 juta ton ore yang kemudian menghasilkan 3,2 juta ton emas murni.

Salah satu yang menarik adalah sistem pembagian hasil antara Newmont dan pemerintah setempat. Pajak penghasilan yang didapatkan dari kegiatan penambangan emas 50% digunakan untuk mengembangkan area sekitar pertambangan. Mulai dari pembangunan infrasturktur pertanian, fasilitas pendidikan, pariwisata, hingga pembangunan jalan beraspal.

Veladero

Penambang : Barrick Gold Corporation dan Shandong Gold

Lokasi : San Juan, Argentina

Mulai aktif beroperasi :

Produksi : 432.000 troy ounces (2017)

Cadangan : 2,8 juta troy ounce (2017)

Pada tahun 2017, perusahaan tambang asal China, Shandong Gold, membayar hampir 1 miliar untuk memiliki 50% dari tambang Veladero di Argentina. Kerjasama ini nantinya juga untuk mengembangkan pertambangan di area lainnya seperti Chile.

Sebagai bisnis berskala internasional, tambang emas Veladero memberikan dampak baik dan buruk bagi masyarakat di sekitar area pertambangan.

Dampak baik yang terasa adalah terbukanya lapangan pekerjaan untuk banyak orang di provinsi San Juan. Selain itu dengan peningkatan ekonomi ini, angka kematian bayi menurun dan tingkat pendidikan menjadi lebih baik.

Di sisi lain, Barrick Gold sebagai penambang utama hingga 2016 juga mendapat banyak kritik dari masyarakat dan aktivis lingkungan. Pasalnya, ditemukan 13 titik kebocoran di sungai sekitar pertambangan, dan mengakibatkan pencemaran air. Tahun 2015, Barrick juga pernah mendapat protes keras dari seorang hakim di Argentina karena diduga 15.000 liter sianida tumpah di sungai-sungai sekitar Veladero.

Naik turunnya produksi emas di tambang-tambang ini berpengaruh besar terhadap harga emas di pasaran. Tentunya ada faktor tambahan lain yang mempengaruhi harga emas dunia seperti permintaan pasar dan nilai tukar dollar AS.

Namun demikian, emas masih menjadi pilihan investasi banyak orang. Tidak hanya emas batangan, banyak orang yang menyimpan perhiasan emas sebagai pilihan investasinya.

Baca juga Cara investasi emas yang tepat, bagi Anda yang ingin mengenal lebih lanjut tentang emas dari segi investasi.

Komentar