Masyarakat Keluhkan Naiknya Tarif Tol

Masyarakat Keluhkan Naiknya Tarif Tol

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berharap tarif untuk menggunakan jalan tol bisa segera diturunkan. Hal ini harus dilakukan untuk memperpanjang masa hak kelola atau konsesi yang dipegang oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Menurut Basuki, saat ini kebanyakan masa konsesi untuk jalan tol adalah sekitar 35 sampai 40 tahun dengan tarif rata-rata yaitu Rp 900-Rp 1.300 per kilometer (km). Tarif ini naik dari waktu ke waktu seiring dengan laju inflasi.

Pada tahun 80an misalnya, tarif jalan tol hanya Rp 200 sampai Rp 300 per km dengan masa konsesi yang sama. Kemudian, di tahun 2000 sampai 2010 tarif tol meningkat menjadi Rp 600 sampai Rp 700 per km lalu di antara tahun 2010 sampai 2017 menjadi Rp 900 sampai Rp 1.300.

Nah, kalau (konsesi) bisa diperpanjang, mungkin tarif bisa turun di bawah Rp1.000 per km. Kami lihat berapa tarif kalau konsesi 45 tahun, 50 tahun, 65 tahun,” ujar Basuki saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta.

Walaupun demikian, Basuki belum bisa memastikan waktu ketentuan ini bisa dijalankan. Hal ini karena pihaknya masih mengkaji dan berdiskusi dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan BUJT untuk menemukan solusi yang saling menguntungkan.

Basuki berharap ketentuan ini bisa segera disepakati agar pengguna jalan tol bisa mendapatkan penurunan harga tahun ini. Karena kenaikan tarif jalan tol ini telah menjadi keluhan masyarakat, bahkan Presiden Joko Widodo juga sudah mengetahui kondisi ini.

“Iya, Presiden juga sudah dengar keluhan itu. Makanya, kami dengan BPJT dan Jasa Marga sedang melihat bagaimana caranya,” katanya.

 

[Source]

Komentar