Tim Baruna Jaya I dan SAR Gabungan Berharap Bisa Recover Data Recorder Lion

Tim Baruna Jaya I dan SAR Gabungan Berharap Bisa Recover Data Recorder Lion

Tim Kapal Riset Baruna Jaya I milik BPPT telah kembali ke titik penemuan flight data recorder (FDR) black box Lion Air PK-LQP di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Mereka optimistis cokcpit voice recorder (CVR) black box juga akan segera ditemukan.

“Kita fokus mencari black box (CVR-red) dan bersamaan kita juga berupaya menemukan body-nya,” kata Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT M Ilyas pada hari Jumat (2/11/2018).

Ilyas juga mengatakan bahwa CVR ini diperkirakan berada di dasar laut di sekitar lokasi penemuan FDR black box. Dimana koordinat sinyal black box yang tertangkap transponder USBL BJ I berada pada koordinat S 05 48 48.051 – E 107 07 37.622 dan pada koordinat S 05 48 46.545 – E 107 07 38.393.

“CVR sebetulnya kemarin itu kita sudah pernah deteksi, sudah mengirim sinyal. Kita setelah sorenya jadi seperti kehilangan. Nanti kita coba ke situ lagi. Mudah-mudahan bisa ketemu lagi. Di sekitar-sekitar situ, dekat-dekat situ juga,” jelasnya.

Ilyas menambahkan dirinya mengharapkan Baruna Jaya I dan tim SAR gabungan bisa menemukan badan pesawat Lion Air PK-LQP di sekitar lokasi.

“Beberapa (bagian pecahan pesawat-red) di situ sudah ketemu. Bodi besar saya belum dapat informasi,” ucapnya.

Dari data yang ditampilkan di posko utama JICT 2, ada 869 personel gabungan dikerahkan untuk mencari CVR dan badan pesawat Lion Air PK-LQP. Sebanyak 119 orang di antaranya merupakan penyelam.

Sebelumnya, Kepala Basarnas Marsdya M Syaugi memastikan tim SAR gabungan bekerja 24 jam serta mengerahkan seluruh kekuatan. Syaugi meyakinkan bahwa timnya akan bekerja hingga seluruh tugasnya tuntas.

 

[Source]

Komentar