Mau Usaha tapi Takut Tidak Laku? Tenang, Semuanya Ada Solusinya!

Mau Usaha tapi Takut Tidak Laku? Tenang, Semuanya Ada Solusinya!

Sepi pembeli merupakan salah satu ketakutan para pebisnis, terutama yang baru memulai usaha. Padahal sepinya pembeli merupakan fase yang harus dihadapi para pengusaha dengan berani.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan pengusaha untuk mengatasi situasi sepi pembeli.

Penyebab sepinya konsumen

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mencari tahu penyebab dari sepinya pembeli. Periksa catatan penjualan, kapan penurunan pembeli terjadi, dan berapa lama hal ini terjadi.

Bagi pengusaha baru menaikkan jumlah pembeli memang membutuhkan waktu yang lama. Oleh karenanya, Anda memang perlu mengetahui durasi dari masa sepi pembeli ini.

Selain itu, Anda juga bisa menanyakan pada orang lain bagaimana pendapat mereka tentang bisnis Anda. Serta tentu saja bisa melihat referensi dari usaha-usaha serupa, mengapa produk mereka bisa laris.

Dari sini Anda bisa menentukan penyebab dari sepinya pembeli. Apakah karena usaha Anda belum dikenal, produk kurang menarik, harga terlalu mahal, atau memang usaha Anda merupakan usaha musiman yang hanya ramai di saat tertentu.

Evaluasi seperti ini penting untuk mengatur apa strategi pemasaran Anda selanjutnya. Pastikan Anda bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan ini:

a, siapa yang harus Anda hubungi, atau acara penting apa yang harus Anda ikuti untuk membuat usaha lebih dikenal?

b, apakah pemasaran Anda sudah tepat sasaran?

c, inovasi apa yang harus dilakukan?

d, bagaimana Anda harus mempresentasikan produk di media sosial atau platform online lainnya?

e, bagaimana Anda menarik pelanggan dengan program marketing?

Networking

Bagi dunia usaha, networking atau memperluas jaringan memang penting. Dengan memiliki jaringan yang luas, Anda memiliki kesempatan yang lebih besar untuk memperkenalkan usaha.

Memperluas jaringan ini bisa dilakukan dengan berbagai cara baik melalui online maupun offline. Cara online yang bisa ditempuh adalah dengan menggunakan media sosial. Misalnya, mencari pebisnis lain untuk melakukan kerjasama. Dengan demikian, Anda memiliki kesempatan untuk memperluas jangkauan pemasaran.

Cara online lainnya adalah dengan memanfaatkan kelompok whatsapp. Pastikan orang-orang dalam kelompok ini

Selain membuat koneksi secara online, Anda juga bisa melihat kesempatan memperluas jaringan ini dari komunitas di sekitar Anda. Terutama kesempatan bazaar.

Walaupun tidak semua orang suka berkumpul dengan banyak orang, namun untuk mendapatkan kesempatan lebih banyak, Anda harus menghabiskan sebagian waktu berkomunikasi dengan orang lain. Setidaknya untuk memberi tahu bahwa Anda memiliki usaha, jadi mereka bisa menjadikan Anda referensi untuk produk yang dibutuhkan.

Buat inovasi

Yang dimaksud dengan inovasi di sini bukan hanya inovasi produk, melainkan juga inovasi dalam cara pemasaran. Bagaimana Anda menentukan inovasi seperti apa yang harus Anda lakukan?

Inovasi pada produk dapat dilakukan dengan menambah varian, atau jika yang Anda jual adalah jasa, maka coba untuk mencari tahu apa kebutuhan banyak orang yang belum tersedia pada usaha Anda.

Misalnya, Anda memiliki usaha lukis hena untuk acara pernikahan. Tambahan layanan yang bisa ditawarkan adalah make up dan busana. Penambahan layanan ini bisa dilakukan sendiri, atau mengajak penata rias lain untuk bekerjasama. Sehingga, calon konsumen cukup menghubungi Anda untuk mendapatkan semua layanan ini.

Sedangkan inovasi pada segi pemasaran bisa dilakukan dengan memberikan harga promo, mempercantik tampilan, serta memberikan detail yang lebih jelas. Selain itu, Anda juga bisa membuat brosur untuk dibagikan ke teman, keluarga, atau orang di tempat-tempat umum.

Optimalkan media sosial

Media sosial merupakan layanan yang harus bisa Anda optimalkan. Pengoptimalan media sosial ini bisa dilakukan pada beberapa aspek yaitu, tampilan, frekuensi, serta jangkauan.

Jangan takut kalau Anda bukan desainer atau tidak bisa menggunakan program desain apapun. Platform media sosial seperti Instagram memiliki fitur berupa filter yang bisa Anda gunakan untuk mempercantik gambar. Ada juga program online lain yang bisa digunakan untuk mengedit dan membuat tampilan media sosial yang menarik. Salah satu yang sering dipakai banyak orang karena luasnya pilihan, serta gratis, adalah Canva. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan befunky untuk mengedit foto.

Kemudian, dari segi frekuensi. Walaupun jenis produk yang dipasarkan tidak banyak, atau hanya itu-itu saja, bukan berarti Anda tidak bisa membuat konten media sosial yang beragam.

Tidak melulu upload konten soal produk, Anda juga bisa upload konten lainnya sebagai variasi. Misalnya, quotes lucu atau fakta menarik yang berkaitan dengan produk dan jasa Anda. Menambah frekuensi upload juga bisa menjadi jalan untuk memperbanyak jumlah followers.

Kemudian perluas jangkauan Anda. Sebagaimana yang kami sebutkan pada bagian networking, gunakan media sosial Anda untuk membangun jaringan. Dapatkan teman sesama pebisnis untuk saling mempromosikan produk atau bekerjasama.

Luaskan jangkauan pasar, sehingga kesempatan mendapatkan konsumen menjadi lebih besar.

Apresiasi pelanggan

Anda pasti sering melihat testimoni pelanggan di akun bisnis online. Hal ini selain untuk membangun kepercayaan publik pada usaha yang mereka jalankan, juga sebagai bentuk apresiasi pada konsumen. Sehingga, mereka akan membeli atau menggunakan kembali produk yang dijual akun tersebut. Dengan adanya apresiasi ini, konsumen tidak segan untuk merekomendasikan produk pada orang lain. Hasilnya, mereka tidak perlu takut sepi pembeli.

Cara ini bisa Anda gunakan untuk mempertahankan konsumen.

Apresiasi pelanggan juga bisa dilakukan dengan menyertakan kartu terima kasih pada saat pengiriman barang, atau memberikan kartu ucapan terima kasih setelah Anda selesai mengerjakan proyek mereka.

Pemberian bonus juga merupakan cara apresiasi pelanggan yang menarik. Misalnya, Anda adalah penjual kue. Selain mengirimkan kue yang dipesan, berikan bonus seperti sample varian kue lainnya.

Dalam menjalankan usaha, sepi pembeli bukanlah kondisi yang harus ditakuti, melainkan diatasi. Perbanyak referensi Anda agar bisa terus berinovasi dan mengembangkan usaha.

Komentar