Selamatkan Keuangan Anda Agar Puasa Lebih Khusyuk

Selamatkan Keuangan Anda Agar Puasa Lebih Khusyuk

Bulan Suci Ramadhan memang menjadi momen yang istimewa bagi umat muslim di Indonesia. Banyak kegiatan yang menjadi tradisi siap digelar untuk meramaikan bulan puasa ini. Lalu apa persiapan finansial Anda untuk menyambut Bulan Ramadhan dan Lebaran 2017?

Tentunya akan ada banyak kebutuhan yang harus disiapkan saat menjelang Ramadhan dan Lebaran. Mulai dari bahan pangan hingga pernak pernik Lebaran. Belum lagi angpao untuk para keponakan atau adik-adik di kampung halaman. Rasanya tidak mungkin jika hanya mengandalkan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk menutupi semua kebutuhan Ramadhan dan Lebaran. Belum lagi, THR datangnya saat menjelang Lebaran, atau saat Bulan Ramadhan berjalan.

Namun bukan berarti semua kebutuhan Ramadhan ini menghambatmu menjalankan ibadah puasa dengan nyaman dan tenang. Rencanakan keuanganmu sejak awal agar kamu tidak kewalahan saat menghadapi Ramadhan, dan setelah Lebaran.

Anggarkan dana dan buatlah prioritas

Buatlah anggaran dana sebelum bulan Ramadhan. Urutkan semua kebutuhan dan kewajiban Anda sesuai dengan prioritasnya. Berikut pengeluaran utama selama Ramadhan dan Lebaran dan trik untuk menyiasatinya.

  • Zakat dan sedekah

Zakat di bulan Ramadhan menjadi prioritas, mengingat zakat wajib dibayarkan oleh umat muslim sebelum hari Idul Fitri tiba. Adapun zakat yang wajib Anda bayarkan adalah zakat fitrah, yaitu zakat berupa beras sebanyak 2,7 kg.

Selagi Bulan Ramadhan, Anda tentunya ingin memperbanyak amal ibadah. Jadi tidak ada salahnya untuk menganggarkan sebagian uang Anda untuk keperluan sedekah. Apalagi di bulan ini pasti banyak kegiatan yang diselenggarakan oleh pengurus masjid yang membutuhkan bantuan Anda.

  • Makanan

Kebutuhan lain yang harus Anda penuhi yaitu membeli bahan makanan. Mengingat di bulan ini juga ada saat-saat tertentu yang ingin Anda rayakan dengan hidangan spesial untuk diri sendiri atau keluarga. Bahkan seringkali di Bulan Ramadhan ini banyak orang yang membeli makanan dalam jumlah besar untuk dibagikan ke masjid atau orang-orang yang membutuhkan.  Oleh karena itu, tidak mengherankan jika kebutuhan akan bahan pangan jadi lebih besar dibandingkan dengan bulan-bulan biasanya.

Berbelanja lebih saat Bulan Ramadhan memang lumrah dilakukan, namun bukan berarti Anda menomor duakan pengeluaran utama lainnya. Berhati-hatilah dalam melakukan pembelanjaan, jangan sampai berpuasa dijadikan alasan untuk berlaku boros saat berbuka puasa atau Lebaran.

Satu lagi yang harus diingat adalah Anda harus disiplin dalam melaksanakan pengaturan keuangan. Hal ini supaya Anda tidak kewalahan saat menghadapi lonjakan harga dan kebutuhan makanan saat Bulan Puasa.

  • Mudik

Untuk anggaran mudik harus Anda bagi menjadi dua bagian, yaitu biaya mudik dan biaya saat di kampung halaman.

Biaya mudik termasuk biaya perjalanan pulang balik, pengeluaran selama perjalanan, oleh-oleh, dan semua pengeluaran yang terjadi saat dalam perjalanan. Sebagai contoh, misalnya Anda hendak pergi ke Solo dari Jakarta menggunakan mobil pribadi. Maka Anda harus memperhitungkan biaya bensin, makanan selama perjalanan, juga uang parkir dan toilet umum di rest area. Untuk bensin sendiri, sebuah mobil bisa saja menghabiskan sampai 120 liter bensin untuk menempuh jarak 571 kilometer dari Jakarta ke Solo (Surakarta). Jika mobil Anda menggunakan Pertamax yang saat ini harganya Rp 8.250 per liternya, maka Anda membutuhkan kurang lebih Rp 1.006.500 untuk bensin sekali perjalanan. Akumulasikan biaya bensin ini dengan keperluan lainnya selama perjalanan.

Sedangkan jika Anda menggunakan kendaraan umum seperti kereta, maka biayanya tentu lebih murah, karena Anda hanya membayar biaya tiket, transportasi dari stasiun ke rumah, dan perbekalan. Namun tidak seperti menggunakan mobil pribadi, Anda tidak dapat berhenti sesuka hati jika menggunakan kendaraan umum.

Untuk mengantisipasi mahalnya tiket, Anda bisa memesan tiket mudik pulang pergi beberapa minggu atau seminggu sebelum Ramadhan. Jika Anda berkendara sendiri, maka cek kendaraan Anda agar tidak terjadi kerusakan saat mudik yang akhirnya menyebabkan pengeluaran tak terduga untuk perbaikan di jalan. Selain itu, waktu tiba ke kampung halaman pun ikut tertunda.

Sedangkan biaya selama di kampung halaman termasuk angpao, makan bersama di restoran bersama teman lama atau keluarga, belanja oleh-oleh, transportasi selama di kampung halaman, dan lain-lain. Trik yang bisa membantu Anda menyiasati pengeluaran selama berada di kampung halaman adalah menentukan jumlah keponakan yang akan diberi angpao dan memastikan acara selama di sana sehingga tidak ada pengeluaran dadakan.

  • Acara buka puasa bersama

Saat Bulan Ramadhan ini tentunya banyak ajakan buka puasa bersama. Tidak jarang kegiatan berbuka puasa bersama ini juga memakan dana yang besar karena restoran yang dipilih atau frekuensinya yang sering. Jika Anda memiliki beberapa kelompok pertemanan maka Anda harus memprioritaskan mana yang akan Anda terima undangannya dan mana yang akan Anda tolak.

Sedangkan jika Anda memang diundang untuk makan bersama di restoran yang mahal, maka Anda harus melihat kemampuan finansial dan urgensi dari acara tersebut. Jangan sampai pengeluaran buka puasa bersama ini menyulitkan Anda secara finansial. Walaupun memang biasanya banyak restoran yang memberikan promo, namun Anda harus tetap membuat prioritas dalam membelanjakan uang Anda.

Ingat, tidak ikut buka puasa bersama bukan berarti Anda menolak silaturahmi. Cukup kirimkan ucapan selamat Idul Fitri serta doa Anda pada semua kelompok pertemanan Anda untuk menjaga silaturahmi.

Tentukan sumber dana dengan benar

Selain mencatat pengeluaran, jangan sampai kelewatan untuk mencatat juga pendapatan. Pastikan sumber pendapatan Anda dengan benar. Memastikan pendapatan dengan tepat akan menghindarkan Anda dari mengagendakan pengeluaran yang berlebih. Hal ini mengingat pada Bulan Ramadhan Anda akan menerima THR (Tunjangn Hari Raya) selain gaji bulanan. Pencatatan ini juga penting terutama jika Anda memiliki penghasilan lain dari bisnis musiman seperti menjual makanan di bazar Ramadhan, menjual kue, atau baju untuk Lebaran.

Jika Anda ragu dengan jumlah pendapatan karena belum pasti, Anda bisa mencari informasi pada klien atau bagian personalia. Terutama, jika Anda belum setahun bekerja di sebuah perusahaan, biasanya THR akan dihitung dengan cara pro rata. Untuk Anda yang menjalankan bisnis di Bulan Ramadhan, Anda harus mencatat profit dari penjualan setiap harinya. Cara lain yang bisa dilakukan adalah gunakan angka terkecil yang sudah pasti Anda dapatkan lalu mulai buat anggaran dana untuk Ramadhan dan Lebaran.

Sisihkan dana untuk cadangan pasca Lebaran

Biaya berikutnya yaitu biaya setelah mudik. Saat mudik pengeluaran Anda pasti banyak, mulai dari transportasi, oleh-oleh, angpao, dan yang lainnya. Oleh karenanya, Anda juga harus menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk dana setelah mudik. Jangan sampai saat Anda pulang dari kumpul keluarga, Anda malah kehabisan uang karena tidak punya persiapan.

Anda bisa menyimpan uang ini di bank tempat Anda menabung dan mendisiplinkan diri untuk tidak menggunakan ATMnya. Anda juga bisa menggunakan cara tradisional dengan menyisihkan sebagian dari dana anggaran untuk pasca Lebaran ini dalam bentuk uang tunai lalu disimpan di celengan atau amplop tertutup.

Apapun cara yang Anda gunakan untuk menyimpan dana pasca Lebaran, pastikan uang Anda aman dan tidak bisa Anda gunakan dengan mudah selama Ramadhan dan Lebaran. Untuk memperhitungkan anggaran pasca Lebaran, Anda harus menentukan jarak waktu dari Anda kembali sampai tanggal gajian atau penerimaan pendapatan. Setidaknya jumlah yang Anda sisihkan bisa mencukupi kebutuhan primer seperti transportasi dan makan.

Catat semua transaksi di hari itu juga

Sebelum tidur, jadikan mencatat pengeluaran sebagai salah satu ritual Anda. Supaya tidak lupa, Anda harus mencatat semua pengeluaran dan pendapatan, baik yang kecil maupun besar, di hari itu juga.

Anda bisa membuat catatan menggunakan aplikasi keuangan yang tersedia untuk perangkat smartphone. Cara ini efektif karena Anda bisa langsung mencatat pengeluaran segera setelah Anda melakukan pembelanjaan. Anda bisa menggunakan aplikasi gratis untuk smartphone seperti Money Manager. Adapun Forbes memberikan rekomendasi daftar aplikasi untuk manajemen keuangan yang dapat Anda unduh secara gratis.

Kegiatan ini juga bisa membantu Anda untuk mengetahui kesalahan dalam pengelolaan keuangan Anda per harinya. Pencatatan ini pun memungkinkan Anda untuk mengenal kebiasaan Anda dalam menggunakan uang. Hal ini seringkali luput dari evaluasi karena Anda “tidak merasa” boros atau merasa sudah mengatur keuangan dengan benar. Nantinya, mencatat transaksi yang Anda lakukan bisa menjadi kebiasaan positif di bulan-bulan mendatang.

Dengan pengaturan finansial yang tepat, Anda bisa menjalani momen Ramadhan dan Idul Fitri dengan tenang dan nyaman. Ingatlah bahwa walaupun pengeluaran Anda di Bulan Ramadhan dan Idul Fitri pasti membengkak, bukan berarti momen ini adalah saat untuk menghambur-hamburkan uang.

Bijaklah dalam berbelanja karena yang terpenting adalah ibadah Anda di bulan ini dan seterusnya. Selamat Menunaikan Ibadah Puasa!

Komentar