Menuju Kestabilan Finansial, Apa yang Harus Anda Lakukan dengan Gaji Pertama?

Menuju Kestabilan Finansial, Apa yang Harus Anda Lakukan dengan Gaji Pertama?

Musim wisuda sebentar lagi menyapa. Akan ada banyak orang di satu dua bulan ke depan yang menerima gaji pertamanya.

Artikel ini rasanya tidak hanya bermanfaat bagi yang baru mendapatkan gaji pertama, melainkan juga yang sudah lama bekerja dan digaji.

Mari kita simak kira-kira apa yang sebaiknya Anda lakukan dengan gaji pertama?

Gaji dan penghasilan

Perlu dibedakan mengenai gaji dan penghasilan. Gaji adalah apa yang Anda terima setiap bulannya dari tempat yang mempekerjakan Anda. Sedangkan penghasilan adalah jumlah keseluruhan yang Anda dapatkan dalam sebulan. Bisa jadi hanya gaji, atau hal lainnya.

Nah, gaji akan diberikan pada Anda dengan dua cara. Jika Anda masuk ke dalam perusahaan atau tempat kerja setelah tanggal penerimaan gaji (25, 28, atau 1), maka penerimaan gaji Anda pada tanggal gajian sebelumnya akan utuh. Hal ini karena Anda masuk 22 hari kerja hingga tanggal penerimaan gaji.

Sebaliknya, jika masa kerja Anda hingga tanggal penerimaan gaji kurang dari 22 hari, maka gaji akan dihitung secara pro rata. Sistem pemberian gajinya ada yang dibayarkan langsung saat tanggal gajian, adapula yang diberikan pada gajian berikutnya. Sehingga pada bulan depan Anda mendapat gaji total, gaji pada bulan itu ditambah prorate gaji sebelumnya.

Tanyakan dengan pasti system penggajian ini. Dengan demikian Anda bisa bersiap-siap apakah uang untuk kebutuhan sehari-hari bisa cukup hingga penerimaan gaji pertama.

Mengingat ini adalah gaji pertama Anda, maka mimpi untuk mendapatkan penghasilan lebih haruslah ada. Baik itu, dengan cita-cita membuka usaha nantinya, mengambil pekerjaan tambahan di luar waktu kerja, atau merencanakan peningkatan karir.

Menghitung pembagian gaji pertama

Pada dasarnya pembagian dalam penghasilan bisa dibagi menjadi tiga, yaitu kebutuhan sehari-hari, tagihan, dan diri sendiri. Oleh karenanya, muncul rumus pembagian budget 50-20-30 atau 70-20-10.

Apapun kebutuhan Anda gunakan rumus ini untuk membuat batas awal. Anda bisa membuat budget sheet yang lebih detail sebagai berikut. Anggap kita menggunakan rumus 50-20-30.

Pemasukan:
Gaji
Sumber lain
Total

RP 4.000.000
Rp -
Rp 4.000.000
30% Tagihan:
Sewa kos
Pulsa
Orang tua
Utang
Sisa :
Rp 1.200.000
Rp 750.000
Rp 100.000
Rp 150.000
Rp 150.000
Rp 50.000
50% Kebutuhan sehari-hari:
Makan
Transportasi
Kebutuhan lainnya (perlengkapan mandi, sabun cuci, dan lain-lain)
Sisa:
Rp 2.000.000
Rp 50.000 per hari x 30 = Rp 1.500.000
Rp 20.000 per hari x 22 = Rp 440.000
Rp 150.000
- Rp 90.000
20% Diri sendiri:
Tabungan (setoran tabungan berjangka, atau produk simpanan lainnya)
Uang darurat
Rekreasi
Sisa:
Rp 800.000
Rp 350.000
RP 100.000
Rp 250.000
Rp 150.000
Sisa bulan ini : (Rp 50.000 + Rp 150.00) – Rp 90.000
= Rp 110.000

Anda bisa memodifikasi rumus ini sesuai yang prioritas dan kebutuhan. Jika Anda menggunakan e-wallet untuk berbelanja, transportasi, atau rekreasi, maka tetap sesuaikan dengan budget yang sudah dibuat. Ini untuk menghindari penggunaan berlebihan.

Tabel ini juga bisa digunakan sebagai proyeksi sisa uang yang bisa didapatkan pada bulan ini. Misalnya, dengan pembagian di atas, diharapkan sisa gaji di akhir bulan nanti adalah Rp 110.000.

Uang ini bisa Anda masukkan dalam kategori “sumber lain” dengan keterangan saldo bulan sebelumnya pada budget bulan depan. Kemudian bisa didistribusikan kembali sesuai kebutuhan.

Apa prioritas Anda?

Mengacu pada system pembagian di atas, Anda harus membuat prioritas untuk setiap kategori. Prioritas inilah yang akan mempengaruhi bagaimana Anda mengatur keuangan nantinya.

Tentukan item yang menjadi prioritas. Jadi saat Anda menerima gaji, prioritas inilah yang harus dibayar atau disisihkan duluan sebelum kebutuhan lainnya.

Contoh:

Prioritas tagihan :

  • Sewa atau tagihan perumahan
  • Utang

Prioritas kebutuhan sehari-hari

  • Transportasi
  • Barang kebutuhan yang sudah habis

Prioritas diri sendiri:

  • Tabungan
  • Dana darurat

Di beberapa daerah, memberikan sejumlah uang dari gaji pertama ke orang tua adalah tradisi. Anda bisa memasukkan item ini pada prioritas tagihan, jika Anda ingin mengikuti tradisi ini.

Setelah memiliki item prioritas ini, Anda bisa membagi kebutuhan dengan efisien. Jadi, setelah menerima gaji, langsung sisihkan atau bayarkan ke semua kebutuhan ini sebelum berbelanja untuk item lain.

Lebih aman lagi, distribusikan kebutuhan lainnya setelah item prioritas Anda lunas.

Buat target selanjutnya

Berapa yang Anda butuhkan saat pensiun? Kapan Anda berencana memiliki kendaraan? Serta target lainnya yang mempengaruhi keuangan Anda.

Persiapkan semuanya sedini mungkin jika tidak ingin menyesal kemudian. Hal ini karena apapun yang Anda impikan untuk masa depan membutuhkan sokongan dana.

Di sinilah peran penting tabungan dan uang darurat. Jika Anda memiliki keinginan yang spesifik, maka tabungan bisa dibedakan menjadi beberapa. Misalnya, tabungan masa depan, tabungan motor, tabungan laptop, tabungan kursus, atau apa saja yang menjadi harapan Anda.

Sekecil apapun Anda memulai tabungan ini, nantinya akan bertambah seiring bertambahnya penghasilan Anda.

Semua tips ini tentunya tidak hanya berlaku untuk gaji pertama. Anda bisa merubah perhitungan dan prioritas sesuai dengan kebutuhan. Hal ini mengingat prioritas dan kebutuhan bisa saja berubah seiring bertambahnya usia.

Satu hal lagi yang perlu diingat, berikan waktu 6 bulan untuk memiliki keuangan yang stabil. Jadi selama 6 bulan, Anda harus disiplin dan bisa berhemat semaksimal mungkin.

Apalagi, jika Anda sedang merantau, maka 6 bulan penghasilan pertama ini harus bisa Anda atur sebijak mungkin. Termasuk, berhati-hati dengan pengeluaran kecil seperti membeli kopi atau pernak-pernik lucu.

Simak juga artikel penting kami mengenai kenapa ada orang yang mengalami kesulitan untuk menabung.

 

Komentar