Tol Laut Rote, Bantu Turunkan Harga 10-20%

Tol Laut Rote, Bantu Turunkan Harga 10-20%

Tol laut yang sudah dioperasikan di daerah Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT), berpengaruh dalam penurunan harga barang antara 10 sampai 20 persen. Sebagaimana tujuan awal dalam pembangunan tol ini adalah untuk memudahkan distribusi logistik di daerah tertinggal, terpencil, dan perbatasan.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi seusai melakukan kunjungan ke Pelabuhan Ba’a di Kebaupaten Rote Ndao.

Untuk menunjang pengoperasian tol laut dan peningkatan ekonomi bagi masyarakat Rote, Menhub mengatakan perlu adanya perpanjangan dermaga di Pelabuhan Ba’a.

“Pelabuhan ini ada yang perlu di improve yaitu panjangnya kurang. Saat ini 80 meter dan akan kita tambah lagi 50 meter, sehingga dua atau tiga kapal bisa bersandar” ujar Menhub, melalui sebuah siaran pers.

Selanjutnya pemerintah akan menginvestasikan crane di pelabuhan ini untuk membantu proses bongkar muat barang.

“Kami akan investasi crane di sini, crane ini kami gunakan supaya waktu bongkar muat kapal lebih cepat,” tambahnya.

Saat ini di Pelabuhan Ba’a sedikitnya ada 10 kontainer yang masuk dalam sebulan. Oleh karenanya, barang-barang atau komoditas dari Rote harus bisa dikumpulkan untuk dikirim balik ke Surabaya atau Jakarta.

Nantinya barang-barang ini dikumpulkan di “Rumah Kita” dengan Pelindo III sebagai pengelolanya. Dengan cara pengumpulan ini, maka muatan balik ke Surabaya atau Jakarta bisa meningkat. Saat ini, muatan balik dari Rote ke Surabaya relatif sedikit , yaitu sekitar 10 sampai 20 persen.

“Jadi trade follow the ship. Jadi kapal datang dulu kami minta Pemda mengumpulkan barang-barang dagangan dan barangnya di bawa ke luar. Untuk itu saya tugaskan Pelindo III bersama masyarakat untuk mengumpulkan barang agar dapat dibawa keluar,” lanjut Menhub.

Wakil Bupati Rote Ndao, Jonas C. Lun mengatakan bahwa adanya tol laut ini merupakan keuntungan bagi Kabupaten Rote Ndao. Ia nantinya akan mengatur agar barang yang masuk dan keluar dapat berimbang.

“Ketersediaan dan penampungan barang kami akan atur bersama sehingga datang dan keluar bisa berimbang sehing terjadi peningkatan ekonomi,” kata Jonas.

[Source]

Komentar