Usaha Pertamina Raup Untung Rp 3,6 Juta Hingga Rp 13 Juta Per Bulan

Usaha Pertamina Raup Untung Rp 3,6 Juta Hingga Rp 13 Juta Per Bulan

Ketika jarak stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) jauh dan kendaraan Anda harus segera diisi bahan bakar, di sinilah penjual bensin eceran jadi penyelamat.

Penjual bensin eceran dengan nama Pertamini ini membantu pemilik kendaraan bermotor untuk mendapatkan bahan bakar dengan lebih mudah.

Jenis usaha Pertamini atau Pertaminan Mini ini mulai populer pada tahun 2013. Adapun pom bensin mini ini sekarang hadir lengkap dengan dispenser juga selang. Dengan adanya alat-alat ini pembeli lebih yakin bahwa bensin yang diterima sesuai dengan harga yang dibayarkan.

Seorang pengusaha Pertamini di daerah Bogor, Udin Syamsudin, mengakui bahwa dibandingkan dengan cara lama yang ia gunakan untuk menjajakan bensin, yaitu menggunakan botol, penggunaan dispenser, selang, serta alat pengukur ala SPBU menaikkan penjualan hingga 30%.

Pasokan bensin

Udin menjelaskan bahwa usahanya mampu menjual total 100 liter hingga 150 liter Pertalite dan Pertamax dalam sehari. Dia menjual Pertalite seharga Rp 9.000 per liter, selisih Rp 1.200 dibandingkan dengan harga jual di SPBU.

Jika dalam sehari rata-rata terjual 100 liter, maka Udin sudah bisa mendapatkan untung Rp 120.000 per hari atau Rp 3,6 juta sebulan.

Selain Udin, pengusaha lainnya yang membuka usaha Pertamini adalah Kuswardi asal Ciputat, Tangerang Selatan. Ia memulai usaha pom bensin mini semenjak pertengahan 2014, sekarang ia sudah punya empat Pertamini tersebar di Ciputat, Tanah Kusir, Parung, dan Pamulang.

Dalam sehari, Kuswardi rata-rata menjual hingga 100 liter BBM di masing-masing lokasi Pertamini miliknya. “Paling banyak di Parung yang bisa mencapai 120 liter per hari,” kata dia.

Untuk margin per liter Pertalite, Kus mendapatkan untung Rp 1.250 sedangkan seliter Pertamax sebesar Rp 1.100. Sehingga dalam sebulan ia sanggup menghasilkan laba  paling dikit Rp 13 juta dari empat Pertamini miliknya.

Kuwardi juga menjelaskan bahwa kebanyakan pembelinya adalah pengendara sepeda motor. “Persentasenya sekitar 70% dan 30% antara motor dengan mobil serta angkot,” tambahnya.

Untuk pasokan, biasanya Udin membeli BBM ke SPBU untuk kebutuhan dua hari sekaligus. Sekali belanja, ia mendapatkan jatah dari SPBU maksimal 300 liter.

Biasanya, para pemilik Pertamini akan datang ke SPBU untuk membeli BBM di atas jam 11 malam. Ini sudah jadi kesepakatan umum dengan para pengelola SPBU. Tujuannya adalah untuk menghindari antrean panjang yang merugikan pembeli bahan bakar lainnya.

[Source]

 

Komentar