Kampanye, Festival, Demo; Bagaimana Caranya Anda Untung dari Kegiatan Massal?

Kampanye, Festival, Demo; Bagaimana Caranya Anda Untung dari Kegiatan Massal?

Indonesia merupakan negara yang “guyub” atau suka melakukan berbagai kegiatan bersama-sama. Tidak mengherankan masyarakat tidak keberatan untuk terlibat dalam momen-momen besar yang mengharuskan mereka berkumpul. Contoh pada saat kampanye, karnaval, dan demonstrasi.

Pada momen-momen ini kita bisa melihat bagaimana banyak orang saling bantu membantu untuk melancarkan sebuah kegiatan bersama. Mereka berbagi tugas untuk mewujudkan kegiatan itu dapat terlaksana dengan baik.

Tentu saja momen-momen guyub ini juga merupakan sumber rezeki bagi banyak pengusaha. Terutama pengusaha kecil menengah yang jasa dan produknya dibeli untuk kepentingan kegiatan.

Nah, sebagai inspirasi bisnis Anda, kami hadirkan beberapa usaha yang dibutuhkan untuk kepentingan berbagai kegiatan bersama ini.

Menjual makanan

Penjual makanan, baik yang berjualan di jalan maupun penyedia katering, semuanya mendapat keuntungan lebih dari biasanya saat ada momen khusus.

Untuk momen seperti kampanye, festival, atau karnaval, pastinya penjaja makanan di pinggir jalan akan kebagian rezeki juga. Hal ini karena banyak orang yang datang dan ingin jajan. Momen-momen seperti inilah di mana jajanan pasar menjadi incaran.

Sedangkan untuk demonstrasi, biasanya penyelenggara tidak secara khusus menyediakan makanan. Sehingga peserta demonstrasi yang akan membeli makanan sendiri, baik itu sendiri-sendiri maupun berkelompok.

Hanya saja, pada situasi tertentu, seperti kerusuhan, penjual makanan di jalan pun akan menutup dagangannya.

Pekerja seni

Pada saat kampanye dan karnaval, atau festival pada umumnya, hiburan rakyat merupakan sajian yang ditunggu-tunggu. Baik para musisi dan pelawak biasanya mendapat banyak undangan ketika ada kegiatan massal seperti ini.

Selain menghibur para pekerja seni pertunjukan ini juga digunakan untuk menjaga semangat para ngunjung yang datang. Sehingga kegiatan yang sedang berlangsung tidak terasa membosankan.

Soal bayaran, tentu saja disesuaikan dengan skala kegiatan. Untuk kegiatan massal berskala besar, pasti biaya untuk membayar honor pengisi acara akan mahal pula. Bukan hanya jutaan, penyanyi atau artis berskala nasional bayarannya bisa mencapai ratusan juta.

Sedangkan pada acara demonstrasi, jika Anda melihat artis, biasanya mereka memang sukarela datang. Tidak hanya tanpa bayaran, bahkan mereka mau membagi-bagikan bunga atau atribut demo. Hal ini seperti yang dilakukan Chika Jessica yang datang dan membagi-bagikan bunga pada petugas keamanan saat demo protes RKUHP beberapa waktu lalu.

Selain pekerja seni yang tampil, ada pula para pekerja seni yang bekerja di balik layar. Peran mereka sangat penting dalam memwujudkan konsep acara.

Misalnya dalam karnaval, pihak penyelenggara membutuhkan penata rias, penata panggung atau dekorasi, serta penataan area kegiatan secara keseluruhan.

Untuk kegiatan massal berskala besar, panitia penyelenggara akan menggunakan jasa agensi. Namun, untuk kegiatan yang berskala kecil pihak penyelenggara biasanya hanya akan menggunakan jasa pekerja lepas (freelancer).

Desainer grafis

Pada masa kampanye, terutama untuk calon legislative di daerah, banyak tim sukses yang menggunakan jasa desainer independent (freelance desainer). Hal ini karena mereka lebih mudah dihubungi, serta biayanya tidak semahal menggunakan agensi.

Jika Anda melihat kaos partai, baliho, spanduk, poster, hingga pin, semuanya tidak lepas dari jasa desainer.

Selain mencari desainer yang bekerja sendiri, pihak percetakan juga ada yang menyediakan desainer. Namun, jika ingin hasil yang lebih sesuai dengan keinginan, sebaiknya memang menggunakan jasa desainer independen.

Setelah semuanya siap dan disepakati bersama, baru Anda membawa semua desain ke pihak percetakan dan konveksi.

Adapun tarif desainer freelance ini beragam, tergantung banyaknya desain yang diminta serta tingkat kesulitannya. Selain itu, perhitungan dasar tarif desain adalah sesuai dengan perhitungan upah minimum daerah ditambah perhitungan biaya kebutuhan yang digunakan selama masa bekerja. Itulah sebabnya kenapa tarif desainer di tiap daerah bisa berbeda-beda.

Percetakan

Apapun kegiatannya, jasa percetakan sangatlah dibutuhkan. Mulai dari karnaval, pesta rakyat, hingga demonstrasi, Anda akan melihat karya yang direalisasikan oleh pihak percetakan.

Poster, spanduk, umbul-umbul, atau bahkan selebaran, semuanya dibuat di percetakan. Tidak mengherankan kalua pada masa kampanye, banyak percetakan berskala besar dan kecil yang kebanjiran pesanan.

Biaya percetakan ini juga yang menjadi salah satu penyebab mahalnya biaya menjadi calon legislatif. Pasalnya, apapun yang dibuat untuk khalayak umum harus diproduksi secara masal. Jadi misalnya, jika satu sticker harga produksinya Rp 38.500, maka kalikan jumlah massa yang hendak diajak untuk kegiatan.

Konveksi

Usaha konveksi tidak hanya ramai pada saat tahun ajaran baru atau penerimaan pegawai negeri. Saat masa kampanye, atau festival, para pengusaha konveksi akan meraup keuntungan.

Mereka akan dikebut untuk menyelesaikan seragam atau kaos partai, kaos untuk simpatisan kampanye, dan paling tidak, pada kegiatan massal seperti karnaval dan festival, panitian penyelenggara akan mendapatkan kaos seragam.

Biasanya untuk kaos yang diproduksi massal pada masa kampanye, tidak berkualitas bagus sehingga harga satuannya juga tidak mahal, yaitu sekitar Rp 15.000. Namun jika pihak penyelenggara menginginkan kualitas yang lebih baik, maka harganya bisa berkisar antara Rp 25.000 atau Rp 30 ribuan.

Tentunya, kalikan saja dengan jumlah orang yang diundang. Jika pembuatan kaos untuk kampanye, maka pihak konveksi harus memproduksi ratusan kaos untuk satu partai atau orang yang sedang berkampanye.

Nah, sebenarnya kegiatan-kegiatan yang melibatkan massa yang banyak bisa berimbas positif bagi pelaku usaha. Terutama usaha mikro, kecil, dan menengah, karena mereka akhirnya kebagian pesanan dari pihak penyelenggara. Hanya saja, semuanya bisa terwujud jika kegiatan bisa berlangsung aman dan tertib.

Simak juga informasi kami lainnya mengenai festival yang diselenggarakan setiap tahunnya di beberapa daerah di Indonesia.

Komentar