Coronavirus Dapat Menyebar Lewat Parsel Online Shopping? Cek Faktanya!

Coronavirus Dapat Menyebar Lewat Parsel Online Shopping? Cek Faktanya!

Heboh Novel Coronavirus (nCoV) yang awalnya menyerang Wuhan, Republik Rakyat Cina, masih terasa hingga sekarang.

Selain penyebarannya yang cepat, jumlah kematiannya juga sudah mencapai angka 3 ratusan. Bahkan penyebarannya lebih cepat daripada SARS dan telah menjangkau 25 negara.

Sebenarnya apa itu coronavirus? Coronavirus sendiri memiliki banyak jenis, dan ditularkan antara binatang dan manusia. Gejala yang diakibatkan serangan virus ini adalah demam, batuk, dan nafas terengah-engah. Pada kasus yang lebih parah, bisa terjadi gangguan pernafasan yang parah, gagal ginjal, hingga kematian.

Dengan kondisi yang ada sekarang, virus ini memang menimbulkan kepanikan karena vaksinnya belum ditemukan ditambah penyebarannya yang cepat. Selain itu, setiap wabah yang disebabkan oleh coronavirus hadir dalam bentuk penyakit baru.

Berikut kami sajikan penjelasan lebih lanjut mengenai virus ini yang kami rangkum dari situs World Health Organization (WHO).

Penyakit yang disebabkan coronavirus (CoV)

Sebenarnya, jenis coronavirus sudah pernah menyebabkan kepanikan sebelumnya dengan wabah penyakit yang melanda beberapa negara.

Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), ditemukan kasus pertamanya tahun 2003. Kemudian tahun 2004, Cina berhasil membendung wabah ini. Namun demikian, pengawasan terhadap SARS masih dilakukan hingga saat ini.

Middle East Respiratory Syndrome (MERS), penyakit ini diperkirakan menyebar dari pengolahan daging unta yang tidak benar. Penyakit ini awalnya ditemukan pada tahun 2012 di Arab Saudi.

Novel Coronavirus (2019-nCoV), pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina, tanggal 31 Januari 2019. Jenis virus ini awalnya belum pernah ditemukan pada manusia sebelum wabah pertama di Cina. Sebagaimana MERS, nCoV juga ditularkan dari hewan seperti kelelawar. Pasar daging hewan di Cina dianggap menjadi sumber utama penularan virus ini.

Bukan tidak mungkin di masa mendatang muncul lagi jenis lain dari penyakit yang disebabkan oleh coronavirus. Oleh karenanya, selagi para ilmuwan mencari solusi medisnya, Anda harus berhati-hati dan menjaga kesehatan agar tidak tertular.

Mitos seputar coronavirus

Kepanikan yang menyebar luas ditambah informasi salah berseliweran di media sosial membuat banyak orang percaya akan mitos seputar penyebaran coronavirus. Berikut ini adalah beberapa mitos seputar coronavirus yang juga dijelaskan dalam situs WHO.

Menerima paket dari Cina bisa menyebarkan virus

Menurut penelitian WHO, coronavirus tidak bertahan lama pada objek seperti surat atau paket. Mereka membutuhkan induk semang berupa manusia atau hewan.

Apakah binatang peliharaan bisa menularkan coronavirus?

Sampai saat ini belum ada kasus penularan coronavirus melalui hewan peliharaan. Namun, biasakan Anda mencuci tangan setelah memegang hewan peliharaan, karena mereka bisa saja menjadi induk untuk bakteri seperti Salmonella dan E.coli.

Adakah bahan makanan alami yang bisa mencegah coronavirus?

Belum ada penelitian yang membuktikan hal ini. Namun, bahan makanan seperti bawang putih memang mengandung antimicrobial yang menyehatkan. Hanya saja belum ada pernyataan resmi bahwa bawang putih bisa melindungi dari 2019-nCoV.

Antibiotik dan obat khusus untuk merawat pasien novel coronavirus

Belum ditemukan obat khusus untuk menangani pasien yang terjangkit coronavirus. Semua pasien akan diberikan antibiotik untuk mencegah infeksi lebih lanjut. Juga obat yang diberikan adalah untuk menjaga agar gejala yang timbul tidak makin parah.

Bagaimana menjaga Anda dari terinfeksi virus ini?

Mengingat belum ada vaksin untuk mencegah coronavirus, serta kemungkinan untuk virus ini kembali lagi dalam bentuk baru beberapa tahun mendatang, gaya hidup sehat sangatlah penting untuk melindungi diri Anda dan keluarga.

Personal

Ada beberapa hal mendasar yang harus dilakukan saat berada di rumah, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Rajin mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer. Hal ini karena tangan bisa menjadi media penyebaran penyakit.
  • Menutup mulut saat batuk atau bersin dengan tisu. Jika Anda menggunakan masker, maka langsung buang masker setelah dipakai, kemudian cuci tangan setelah membuang masker.
  • Jangan menyentuh wajah dan mata terlalu sering, terutama jika tangan Anda kotor.
  • Jangan menyentuh hewan liar. Cuci tangan segera setelah menyentuh binatang, bahkan binatang peliharaan.
  • Walaupun belum ada vaksinnya, namun melindungi diri dengan vaksin flu sangat dianjurkan untuk menjaga daya tahan tubuh Anda.
  • Proses makanan, terutama produk hewani, dengan benar. Masak daging dan telur hingga benar-benar matang sebelum mengonsumsinya. Serta, jangan mengonsumsi daging dari hewan liar karena bisa saja mereka adalah induk dari virus.

Di tempat umum

Selain menjaga kebersihan diri, Anda juga harus melakukan tindakan pencegahan saat sedang berada di ruang publik.

  • Jangan meludah sembarangan. Kebiasaan ini masih saja kita temui di sekitar kita, padahal saliva mengandung bakteri dan virus yang membahayakan orang lain.
  • Jika Anda memiliki masalah pernafasan tapi tidak ada riwayat perjalanan ke Cina, maka disarankan untuk beristirahat di rumah hingga sembuh.
  • JIka ke pasar tradisional, jangan menyentuh daging atau ikan tanpa sarung tangan. Jangan lupa untuk mencuci tangan setelah pulang dari pasar.
  • Bawa hand sanitizer dan masker ketika bepergian.
  • Untuk saat ini, Anda disarankan untuk tidak melakukan perjalanan ke Cina terlebih dahulu.

Satu hal penting lagi adalah segera ke dokter jika Anda mengalami gejala flu. Asuransi memberikan cover manfaat untuk penyakit seperti flu. Namun, untuk perawatan penyakit akibat coronavirus, memang tidak semua asuransi memberikan jaminan. Salah satu asuransi yang bersedia menjamin pasien dengan Novel Coronavirus adalah Allianz.

Kami telah mengulas berbagai segi asuransi pada artikel-artikel kami sebagai referensi Anda.

Komentar