Tunjukan Kalkulator
Saya ingin menyimpan Rp20000000 untuk 6 bulan

MULAI DISINI!

Rp

bulan

Menunjukan 12 hasil
Direkomendasi

Amar Bank Deposito

Deposito Minima:

Rp 1.000.000

Suku bunga
6,75%
6 bulan
Total Bunga Jatuh Tempo Rp 675.000

CIMB NIAGA Deposito Berjangka

Deposito Minima:

Rp 8.000.000

Suku bunga
7,50%
6 bulan
Total Bunga Jatuh Tempo Rp 750.000

Danamon Deposito

Deposito Minima:

Rp 8.000.000

Suku bunga
6,50%
6 bulan
Total Bunga Jatuh Tempo Rp 650.000

Mandiri Deposito

Deposito Minima:

Rp 10.000.000

Suku bunga
6,25%
6 bulan
Total Bunga Jatuh Tempo Rp 625.000

Panin Deposito

Deposito Minima:

Rp 10.000.000

Suku bunga
6,25%
6 bulan
Total Bunga Jatuh Tempo Rp 625.000

BNI Deposito

Deposito Minima:

Rp 10.000.000

Suku bunga
6,00%
6 bulan
Total Bunga Jatuh Tempo Rp 600.000

BTPN Jenius Maxi Saver

Deposito Minima:

Rp 10.000.000

Suku bunga
6,00%
6 bulan
Total Bunga Jatuh Tempo Rp 600.000

BRI Deposito Rupiah

Deposito Minima:

Rp 2.500.000

Suku bunga
6,00%
6 bulan
Total Bunga Jatuh Tempo Rp 600.000

BCA Deposito Berjangka

Deposito Minima:

Rp 8.000.000

Suku bunga
6,00%
6 bulan
Total Bunga Jatuh Tempo Rp 600.000

Maybank Deposito

Deposito Minima:

Rp 10.000.000

Suku bunga
5,00%
6 bulan
Total Bunga Jatuh Tempo Rp 500.000

Commonwealth Deposito Berjangka

Deposito Minima:

Rp 10.000.000

Suku bunga
4,50%
6 bulan
Total Bunga Jatuh Tempo Rp 450.000

BTPN Taseto

Deposito Minima:

Rp 5.000.000

Suku bunga
3,00%
6 bulan
Total Bunga Jatuh Tempo Rp 300.000

Pengertian Deposito Berjangka

Deposito atau Deposito Berjangka adalah produk perbankan sejenis tabungan, dimana nasabah dapat menyimpan uang untuk jangka waktu tertentu dengan kelebihan penawaran bunga deposito yang lebih tinggi daripada bunga tabungan biasa. Sebagai ganti dari penawaran suku bunga yang lebih tinggi ini, nasabah tidak diperbolehkan untuk menarik uang simpanan sebelum tanggal jatuh tempo yang disetujui. Jangka waktu simpanan ini dapat dipilih tergantung pilihan nasabah, biasanya antara 1, 3, 6, 12 atau 24 bulan.

Jadi apabila nasabah memilih jangka waktu 12 bulan, maka setelah men-depositokan uang, dana tersebut akan terkunci dan tidak dapat dicairkan hingga 12 bulan berlalu. Pada tanggal jatuh tempo, nasabah akan menerima pokok deposito dan bunga yang ditetapkan. Apabila deposito ingin dicairkan sebelum jatuh tempo maka penalti akan dikenakan kepada nasabah. Deposito dapat diperpanjang dengan sistem Automatic Roll Over (ARO) dimana setelah jatuh tempo, uang simpanan akan didepositokan kembali dengan jangka waktu yang sama, hingga nasabah mencairkannya.

Apakah Yang Terjadi Jika Pencairan Deposito Sebelum Jatuh Tempo?

Pada umumnya penalti berupa penghapusan bunga deposito akan dikenakan kepada nasabah jika ingin mencairkan deposito 3 bulan sebelum jatuh tempo. Jadi untuk deposito jangka waktu 1, 2 dan 3 bulan maka pencairan sebelum tanggal yang disetujui maka nasabah tidak akan memperoleh bunga sama sekali. Akan tetapi, bila pencairan dilakukan setelah 3 bulan maka sejumlah penalti akan dikenakan dan kemudian dipotong dari jumlah bunga.

Cara Mendapatkan Bunga Deposito Yang Tinggi?

Deposito pada umumnya menawarkan bunga yang lebih besar dari pada tabungan biasa. Oleh karena itu, apabila Anda memiliki dana yang untuk sementara ini tidak digunakan, maka Anda berkesempatan menambah penghasilan Anda dengan berinvestasi di Deposito.

Ambillah Keuntungan Dari Masa Promosi Deposito: Bank pada umumnya memberikan beberapa promosi dalam setahun berkaitan dengan deposito, dengan tujuan untuk menarik nasabah deposito yang baru maupun lama. Bunga deposito pada saat promosi biasanya jauh lebih tinggi dari yang standar, maka pastikan Anda selalu mencek akan promosi deposito yang ditawarkan oleh melalui Kalkulator Deposito Online AturDuit. Bandingkan Bunga Deposito Yang Terbaik Bagi Anda: Setiap bank memiliki bunga deposito yang berbeda. Untuk mendapatkan pendapatan yang maksimal dari deposito Anda, maka lakukanlah perbandingan bunga deposito terlebih dahulu. Perpanjang Jatuh Tempo Deposito Anda: Pada umumnya, semakin lama periode deposito Anda, maka semakin tinggi bunga depositonya. Akan tetapi, ingatlah akan resiko kehilangan semua atau sebagian bunga deposito Anda apabila melakukan pencairan awal atau sebelum jatuh tempo.

Cara Menghitung Bunga Deposito

Perhitungan bunga deposito dihitung dari nilai pokok deposito dikali dengan suku bunga per tahun, dikali jumlah bulan jangka waktu dan dibagi 12 (jumlah bulan setahun).

Bunga: (S x i x t) / 12

  • S: Saldo
  • i: Bunga
  • t: Jumlah bulan

Kalkulasi bunga deposito sebenarnya sama dengan perhitungan Annual Compound Interest. Jadi jika nasabah meletakan uang di deposito sebesar Rp 10.000.000 dengan jangka waktu 6 bulan dan suku bunga deposito adalah 7%. Maka perhitungan bunga deposito tersebut adalah sebagai berikut (Rp 10.000.000 x 7% x 6)/12 = Rp 350.000. Jadi jumlah total deposito tanggal jatuh tempo adalah Rp 10.350.000. Untuk informasi terkini suku bunga Deposito tertinggi di tahun 2017, Anda dapat membandingkannya di tabel deposito di atas.

Apakah Keuntungan Deposito?

Keuntungan dari deposito yang sangat jelas adalah:

  • Suku bunga deposito tertinggi dibandingkan simpanan atau tabungan lainnya.
  • Deposito berjangka merupakan salah satu jenis investasi yang relatif aman karena deposito dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan)
  • Deposito memiliki rendah resiko. Karena nilai pokok dari uang deposito yang diinvestasikan terjaga dan tidak dapat berkurang. Sedangkan instrumen investasi dalam bentuk saham dan obligasi memiliki resiko yang lebih tinggi dibanding deposito.
  • Deposito dapat dijadikan sebagai jaminan kredit. Jika nasabah ingin mengajukan kredit makan deposito berjangka dapat menjadi jaminan kredit.
  • Syarat Mudah untuk mendapatkan deposito. Cukup dengan memiliki rekening dan menyediakan materai serta kartu identitas maka deposito dapat dibuka.

Apakah Kekurangan Deposito?

  • Syarat dana awal deposito lebih besar dibandingkan tabungan atau simpanan.
  • Deposito tidak memiliki likuiditas karena uang tidak dapat diganggu gugat hingga jatuh tempo.
  • Pencairan sebelum jatuh tempo akan dikenakan penalti.
  • Nilai deposito tidak dapat ditambah kapanpun diinginkan. Berhubungan dengan sistem simpanan berjangka, jadi nasabah harus membuka deposito baru.
  • Terkadang penawaran bunga tidak setara dengan kadar inflasi di Indonesia.

Ketentuan Pajak Deposito

Setiap bunga deposito, nasabah akan dikenakan pajak yang dikenal dengan pajak atas bunga deposito dan tabungan. Pajak yang dikenakan pada deposito sebesar 20% bila nilai deposito lebih dari Rp 7.500.000. Jadi bunga yang diperoleh nasabah akan dikurangkan dengan pajak atas bunga deposito dan tabungan. Dengan kata lain semakin besar suku bunga yang diporoleh, maka semakin besar pajak yang dikenakan.

Syarat Deposito

Untuk membuka deposito, seorang nasabah harus memenuhi beberapa syarat umum dan mengirimkan dokumen pribadi nasabah. Walaupun setiap bank memiliki persyaratan deposito yang berbeda, tetapi berikut adalah syarat umum membuat deposito:

  • Menyerahkan Fotokopi idenditas diri seperti KTP, SIM atau Paspor dan NPWP jika diperlukan.
  • Mengisi Formulir pendaftaran aplikasi rekening deposito.
  • Menyediakan setoran awal (jumlah minimal) untuk rekening deposito.
  • Beberapa bank memerlukan nasabah untuk memiliki rekening di bank yang bersangkutan sebelum membuka deposito.

Cara Membuka Deposito

Berikut adalah tahap yang dapat diikuti untuk pembukaan deposito di cabang bank terkait:

  • Persiapkan dana minimum untuk rekening deposito yang dihendaki dan sebagian dana untuk biaya materai.
  • Sediakan KTP, SIM atau Paspor dan NPWP sebagai persyaratan pembukaan deposito.
  • Pilih produk deposito bank berdasarkan jangka waktu yang diinginkan dan fiturnya.
  • Isikan formulir pendaftaran aplikasi deposito dan pelajari ketentuan atau aturan deposito.
  • Serahkan formulir pendaftaran bersamaan dengan persyaratan yang dibutuhkan dan kemudian tunggu proses pembuatan rekening.
  • Setelah proses di kaunter selesai maka nasabah akan menerima sertifikat bukti kepemilikan deposito. Bukti ini diperlukan untuk saat pencairan deposito di tanggal jatuh tempo.
  • Untuk beberapa bank yang mengharuskan calon nasabah untuk memiliki rekening terlebih dahulu maka nasabah dapat membuat rekening tabungan sebagai langkah pertama dan memasukan uang deposito ke rekening tersebut.

Cara Mencairkan Deposito

Berikut cara umum pencairan deposito di tanggal jatuh tempo di bank:

  • Serahkan sertifikat deposito kepada pihak bank.
  • Kemudian petugas bank akan memproses dan menyiapkan slip pencairan deposito bersamaan dengan slip bunga dari deposito.
  • Lalu nasabah cukup menandatangani slip tersebut dan kemudian petugas bank akan memasukan deposito itu ke rekening nasabah.

Biaya Deposito

Bank biasanya memiliki ketentuan yang berbeda dalam biaya deposito, akan tetapi umumnya setiap bank akan menagihkan biaya-biaya seperti biaya materai Rp 6.000, biaya administrasi bulanan, biaya bilyet, dan biaya penalti jika penarikan sebelum jatuh tempo.

Istilah Deposito

Jika Anda tidak yakin dengan beberapa istilah disebutkan di penjelasan di atas silahkan perika keterangannya disini:

  • Automatic Roll Over (ARO) : Sistem perpanjangan deposito secara otomatis setelah jatuh tempo.
  • Tenor / Jangka waktu deposito : Masa atau periode penyimpanan uang di rekening deposito. Setoran awal : Jumlah minimal yang harus disetor untuk pembukaan deposito.
  • Suku bunga deposito : Imbalan jasa untuk uang deposito dari bank yang dibayarkan pada tanggal jatuh tempo berdasarkan ketentuan atau kesepakatan, umumnya dalam persentase dari nilai pokok deposito.
  • Biaya administrasi : Biaya yang dibebankan secara berkala kepada pemegang rekening.
  • Sertifikat Deposito : Surat bukti deposito yang diterbitkan oleh bank untuk nasabah dan diperlukan saat pencairan deposito.
  • Bilyet Deposito : Bukti kepemilikan yang diberikan oleh bank kepada nasabah atas simpanannya dalam bentuk deposito berjangka.

Pelajari tentang deposito berjangka lebih dalam di pusat pengetahuan AturDuit untuk artikel tentang Deposito.