Papar Kalkulator
Jumlah Pinjaman Rp untuk tahun

Mula Disini!

Rp

tahun

Tersedia 23 hasil
Suku Bunga Rendah

CIMB Niaga Fix To Floating

(Plafon Pinjaman - 90%)

Suku Bunga 7,25%
Masa Pelunasan dengan Penalti 3 tahun
Cicilan per Bulan Rp 1.975.940
Fixed 5 Tahun bebas dari floating

CIMB Niaga Xtra Bebas

(Plafon Pinjaman - 90%)

Suku Bunga 7,75%
Masa Pelunasan dengan Penalti 5 tahun
Cicilan per Bulan Rp 2.052.371
Tidak ada minimum tenor

CIMB Niaga Smart Rate

(Plafon Pinjaman - 90%)

Suku Bunga 9,71%
Masa Pelunasan dengan Penalti Tidak Ada
Cicilan per Bulan Rp 2.364.718
Harga tetap dalam jangka waktu yang panjang

CIMB Niaga Single Rate Murabahah

(Plafon Pinjaman - 90%)

Suku Bunga 9,75%
Masa Pelunasan dengan Penalti 15 tahun
Cicilan per Bulan Rp 2.371.292

Maybank KPR FIX

(Plafon Pinjaman - 80%)

Suku Bunga 11,75%
Masa Pelunasan dengan Penalti 1 tahun
Cicilan per Bulan Rp 2.709.268

BTN Kredit Ruko

(Plafon Pinjaman - 80%)

Suku Bunga 12,25%
Masa Pelunasan dengan Penalti Tidak Ada
Cicilan per Bulan Rp 2.796.412

BTN KPR Sejahtera FLPP

(Plafon Pinjaman - 90%)

Suku Bunga 7,25%
Masa Pelunasan dengan Penalti 15 tahun
Cicilan per Bulan Rp 1.975.940

BTN KPR Platinum

(Plafon Pinjaman - 80%)

Suku Bunga 11,50%
Masa Pelunasan dengan Penalti Tidak Ada
Cicilan per Bulan Rp 2.666.074

Mandiri KPR Duo

(Plafon Pinjaman - 80%)

Suku Bunga 10,75%
Masa Pelunasan dengan Penalti 2 tahun
Cicilan per Bulan Rp 2.538.072

Mandiri KPR Regular

(Plafon Pinjaman - 80%)

Suku Bunga 10,50%
Masa Pelunasan dengan Penalti 2 tahun
Cicilan per Bulan Rp 2.495.950

Mandiri KPR Angsuran Berjenjang

(Plafon Pinjaman - 80%)

Suku Bunga 10,50%
Masa Pelunasan dengan Penalti 2 tahun
Cicilan per Bulan Rp 2.495.950

ANZ KPR Regular

(Plafon Pinjaman - 70%)

Suku Bunga 8,88%
Masa Pelunasan dengan Penalti 20 tahun
Cicilan per Bulan Rp 2.230.057

Maybank KPR Floating

(Plafon Pinjaman - 80%)

Suku Bunga 12,00%
Masa Pelunasan dengan Penalti Tidak Ada
Cicilan per Bulan Rp 2.752.715

BTN KPA

(Plafon Pinjaman - 80%)

Suku Bunga 11,50%
Masa Pelunasan dengan Penalti Tidak Ada
Cicilan per Bulan Rp 2.666.074

BCA KPR Regular

(Plafon Pinjaman - 70%)

Suku Bunga 9,50%
Masa Pelunasan dengan Penalti Tidak Ada
Cicilan per Bulan Rp 2.330.328

BCA KPR FIX & Cap

(Plafon Pinjaman - 70%)

Suku Bunga 9,90%
Masa Pelunasan dengan Penalti 3 tahun
Cicilan per Bulan Rp 2.396.014

BCA KPR XTRA

(Plafon Pinjaman - 70%)

Suku Bunga 10,00%
Masa Pelunasan dengan Penalti Tidak Ada
Cicilan per Bulan Rp 2.412.554

Panin KPR XTRA

(Plafon Pinjaman - 80%)

Suku Bunga 13,00%
Masa Pelunasan dengan Penalti 1 tahun
Cicilan per Bulan Rp 2.928.939

Panin KPR Regular

(Plafon Pinjaman - 80%)

Suku Bunga 14,50%
Masa Pelunasan dengan Penalti 2 tahun
Cicilan per Bulan Rp 3.199.994

Commonwealth KPR

(Plafon Pinjaman - 80%)

Suku Bunga 10,50%
Masa Pelunasan dengan Penalti 1 tahun
Cicilan per Bulan Rp 2.495.950

HSBC KPR

(Plafon Pinjaman - 70%)

Suku Bunga 8,50%
Masa Pelunasan dengan Penalti 1 tahun
Cicilan per Bulan Rp 2.169.558

DKI KPR Griya Monas

(Plafon Pinjaman - 90%)

Suku Bunga 10,00%
Masa Pelunasan dengan Penalti 1 tahun
Cicilan per Bulan Rp 2.412.554

Danamon KPR Regular

(Plafon Pinjaman - 80%)

Suku Bunga 9,25%
Masa Pelunasan dengan Penalti 1 tahun
Cicilan per Bulan Rp 2.289.667

Pembelian rumah mungkin merupakan langkah paling penting yang akan Anda lakukan dalam hidup Anda. Kesalahan dalam menentukan pilihan KPR termurah bagi Anda, dapat berakibat fatal dalam tanggungan keuangan Anda setiap bulannya. Oleh karena itu, Kami telah mengumpulkan data mengenai KPR bank, untuk memudahkan Anda mengerti lebih dalam tentang cara kredit rumah yang baik dan apa saja yang harus Anda ketahui sebelum mengajukan KPR, serta pilihan kredit rumah termurah dengan cicilan rendah dari tabel kalkulator KPR / Simulasi KPR AturDuit.

Pengertian Kredit Pemilikan Rumah

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah pinjaman dana jangka panjang yang diperuntukan untuk membeli sebuah properti. Kredit ini bisa digunakan untuk pembiayaan ruko, rukan, rusun, apartemen (KPA), maupun perumahan. Kredit perumahan rakyat yang tersedia di Indonesia pada umumnya berasal dari pihak bank, developer atau pembangun rumah dan perusahaan spesialis penyedia kredit kepemilikan rumah.

Jika Anda telah memiliki kredit KPR dan ingin menggantikan pinjaman tersebut dengan paket kredit rumah murah lainnya atau penyedia kredit lain tanpa mengganti rumah yang Anda inginkan setelah berjalan beberapa tahun, Anda dapat mengambil paket yang dikenal dengan pendanaan kembali atau “refinancing” (KPR take over). Paket ini merupakan salah satu jenis KPR bank, yang ditawarkan jika pinjaman Anda telah berjalan selama periode tertentu dan dengan persyaratan tertentu.

Apa Saja Jenis KPR Yang Ditawarkan Bank di Indonesia?

Kredit perumahan yang disediakan oleh bank dapat berbentuk KPR Syariah, konvensional, atau KPR bersubsidi. Kredit rumah Syariah merupakan KPR bank yang berdasarkan dari nilai-nilai penting atau peraturan Syariah (Islam). Sedangkan kredit pemilikan rumah konvensional merupakan sistem pembelian rumah dengan berdasarkan prinsip bunga dari jumlah pinjaman pokok. Dan KPR bersubsidi (KPR FLPP), merupakan kredit kepemilikan rumah yang mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Tidak semua bank dapat memberikan KPR FLPP ini, dan tidak semua orang dapat memperoleh KPR subsidi ini. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan KPR bersubsidi seperti gaji pokok maksimal, lama rumah harus dihuni, lokasi rumah, dan cara pembayarannya. Salah satu bank yang terkenal dengan KPR FLPP adalah KPR Bank BTN.

Bagaimana Cara Mengajukan KPR Bank dan Apa Persyaratan KPR?

Setiap bank memiliki persyaratan dan ketentuan yang berbeda untuk melakukan aplikasi KPR. Pada umumnya bank akan memerlukan dokumen-dokumen seperti

  • KTP
  • Kartu Keluarga
  • Surat Nikah
  • Foto
  • Rekening Koran
  • Rekening Tabungan
  • NPWP
  • Slip Gaji
  • Surat PBB
  • Keterangan Kerja yang mendukung untuk aplikasi kredit rumah

Syarat KPR lainnya seperti minimum penghasilan, catatan kredit di BI checking, jumlah kartu kredit yang dimiliki atau pinjaman lain yang Anda miliki, juga akan mempengaruhi kepastian antara disetujui atau tidaknya aplikasi KPR.

Perlu diketahui juga, masing-masing produk akan memiliki persyaratan yang bervariasi. Contohnya KPR bersubsidi dan KPR Syariah akan memiliki syarat yang berbeda dalam pengajuan aplikasinya.

Cara Kerja KPR Bank

Bagi Anda yang baru mengenal tentang KPR rumah,inilah beberapa penjelasan singkat tentang cara kerjanya. Pada perjanjian kredit rumah, Anda diharuskan untuk membuat angsuran pada setiap bulan untuk sepanjang jangka waktu pinjaman, sampai Anda menyelesaikan atau melunasi seluruh utang pinjaman pokok ditambah bunga kredit rumah.

Pada awal masa pembayaran angsuran, sebagian besar porsi dari dana angsuran bulanan akan menutupi bunga KPR dan sedikit porsi cicilan untuk mengurangi jumlah pinjaman pokok. Akan tetapi setelah periode tertentu semakin besar porsi cicilan bulanan yang akan digunakan untuk melunasi pinjaman pokok. Hal ini disebabkan karena kalkulasi suku bunga KPR adalah efektif atau berdasarkan perhitungan suku bunga menurun. Pada suku bunga menurun, bunga dihitung berdasarkan pada sisa jumlah pinjaman pokok pada setiap bulannya. Dimana jumlah pinjaman pokok berkurang setiap angsuran bulanan yang dibayarkan, sehingga semakin lama jumlah bunga KPR yang dikenakan akan semakin kecil.

Untuk mempermudah perhitungan tersebut, AturDuit telah menyediakan kalkulator KPR dimana Anda dapat mendapatkan kalkulasi cicilan yang perlu Anda bayarkan setiap bulannya dengan persyaratan suku bunga masih jumlah tetap. Simulasi KPR tersebut dapat berubah jika KPR memasuki suku bunga floating (mengambang).

Suku Bunga KPR & Ketentuan Lainnya

Suku Bunga Fix dan Mengambang (Floating)

Seperti yang dijelaskan diatas, semenjak dulu hingga sekarang, perhitungan suku bunga KPR (2017) merupakan suku bunga efektif/menurun. Dimana perkaliannya bunga pinjaman berdasarkan pada sisa jumlah pinjaman pokok pada setiap bulan, dan jumlah pinjaman pokok akan berkurang dari angsuran bulanan yang dibayarkan. Suku bunga KPR dan KPA di Indonesia biasanya memiliki 2 jenis periode. Periode pertama adalah periode tetap (fix) dan periode suku bunga mengambang (floating).

Di periode tetap, kadar bunga KPR tersebut akan tetap, dan pada umumnya terdapat beragam pilihan jangka waktu dari tetap 1 sampai 5 tahun. Setelah suku bunga periode tetap berlalu, sisa dari jangka waktu (periode seterusnya) suku bunganya akan berubah-ubah atau difloatingkan sesuai dengan peraturan dan regulasi dari bank atau penyedia kredit tersebut. Untuk informasi terkini suku bunga KPR terendah di tahun 2017, Anda dapat membandingkannya di simulasi KPR diatas.

Uang Muka KPR (DP/Downpayment)

Uang muka merupakan pembayaran sejumlah uang di awal pembelian rumah, yang dilakukan sang pembeli rumah terhadap si penjual rumah. Uang muka biasanya berupa persentase dari total harga aset yang ingin dibeli. Contohnya, 20% DP untuk membeli rumah seharga Rp 1.000.000.000 adalah Rp 200.000.000.

Kredit rumah murah atau ringan merupakan impian setiap pembeli rumah. Salah satu faktor yang dapat membuat KPR murah adalah besar atau kecilnya jumlah uang muka (DP) yang dibayarkan waktu awal pembelian rumah. Seperti yang diketahui, bank dapat memberikan pinjaman atau KPR berdasarkan sejumlah persentase (Plafon pinjaman) dari harga rumah yang ingin dibeli, sedangkan sisanya merupakan DP, yang harus dibayarkan pembeli kepada sang penjual.

Untuk mendapatkan kredit KPR tanpa DP, merupakan sesuatu hal dapat terjadi hanya jika Bank memiliki perjanjian atau kerja sama tertentu dengan sang penjual rumah. Akan tetapi, pada umumnya KPR / kredit rumah tanpa dp merupakan pinjaman yang sangat jarang diberikan oleh bank. Setiap kredit rumah pasti memerlukan DP, karena jumlah DP merupakan salah satu faktor kemampuan Anda membeli rumah tersebut. Biasanya, jumlah plafon kredit rumah yang diberikan bank, hanya mencapai hingga 80% dari harga rumah Anda, dan 20% dari harga rumah akan menjadi DP.

Masa Pinjaman

Masa pinjaman atau lebih sering dikenal sebagai tenor pinjaman / jangka waktu KPR, menunjukkan jumlah tahun yang telah dijanjikan untuk melunasi semua pinjamannya. Jika KPR mempunyai tenor 20 tahun, maka peminjam harus melunasi semua pinjamannya pada tahun ke 20 dari tanggal kredit perumahan tersebut diambil. Jika peminjam melunasi semua pinjamannya lebih awal dari periode yang ditentukan dalam perjanjian, maka terkadang peminjam akan terkena penalti. Anda dapat memeriksa di tabel perbandingan KPR AturDuit untuk masa pelunasan awal dengan penalti (Lock in Period), dimana Anda dikenakan sejumlah biaya lebih jika Anda melunasi KPR rumah pada periode yang ditentukan.

Simulasi KPR

Simulasi kredit rumah (KPR) merupakan perhitungan cicilan yang harus Anda bayarkan tiap bulananya berdasarkan dari jumlah kredit yang diambil, periode / tenor KPR, dan bunga KPR bank tersebut. AturDuit telah membuat sebuah kalkulator KPR untuk membantu Anda dalam menghitung cicilan bulanan dari kredit pemilikan rumah, perbandingan angsuran kredit rumah pilihan, dan menentukan kredit pemilikan rumah termurah untuk Anda. Cara meggunakan kalkulator KPR tersebut hanya dengan memasukan nilai jumlah pinjaman yang Anda inginkan serta jangka waktu pinjaman. Kemudian kalkulator kami akan menghitung cicilan per bulan Anda, beserta KPR terbaik dan termurah untuk Anda dengan suku bunga terendah. Jika Anda memiliki pertanyaan mengenai simulasi KPR kami, Anda dapat menanyakan langsung ke customer service kami.

Jika Saya Tidak Dapat Melunasi KPR Rumah, Apa Yang Terjadi?

Bank akan melakukan penyitaan atau mengambil alih properti ketika sang pembeli tidak dapat melanjutkan pembayaran cicilan KPR tersebut. Setelah bank mengambil alih rumah tersebut, lalu bank akan melaksanakan penjualan atau pelelangan terhadap rumah tersebut untuk melunasi sisa pinjaman yang tidak mampu sang pembeli bayar. Pada KPR Syariah, jika setelah rumah dilelang dan ternyata harga rumah lebih dari jumlah tunggakan pinjaman, maka kelebihan uang yang diperoleh dari penjualan properti, akan dibagi ratakan kepada sang pembeli dan Bank KPR Syariah tersebut.

Apakah Itu Refinancing Atau Take Over KPR?

Anda dapat memilih untuk melakukan refinancing jika bank lainnya memberikan suku bunga yang lebih rendah dari KPR yang Anda miliki. Karena dengan refinancing, Anda dapat menikmati keuntungan dalam penurunan suku bunga, serta keringanan dalam membayarkan angsuran KPR per bulan. Juga KPR Take Over dapat memberikan sejumlah dana tunai yang bisa digunakan untuk keperluan pribadi jika harga pasaran rumah Anda telah naik.

Faktor-Faktor Apa Yang Harus Diperhatikan Ketika Memilih Kredit Pemilikan Rumah?

Plafon Pinjaman

adalah jumlah pinjaman yang ditunjukkan dalam bentuk persentase dari harga rumah yang ingin dibeli. Semakin besar jumlah plafon pinjamannya, semakin plafon pinjaman yang dapat diperoleh, dan semakin kecil jumlah DP. Maksimum plafon pinjaman yang disediakan bank adalah hingga 90% dari harga rumah, dan dinilai dari faktor-faktor berupa:

  1. Tipe properti
  2. Lokasi properti
  3. Umur peminjam
  4. Pendapatan peminjam
  5. Kerja sama developer
  6. Persyaratan lainnya dari pihak bank

Penalti Pelunasan Awal

Beberapa bank memberikan penalti pelunasan awal jika sebagian jumlah dari pinjaman atau total pinjaman dilunasi dalam kurun waktu tertentu, termasuk jika Anda melakukan refinancing dengan bank lainnya.

Denda & Biaya Lainnya

Ketika Anda mengajukan aplikasi Kredit Pemilikan Rumah, Anda diharuskan untuk membayar biaya-biaya tertentu. Beberapa biaya yang dikenakan berupa : Biaya Provisi, Biaya Penilaian, Biaya Administrasi, Biaya Notaris, Biaya Materai.

Pelajari lebih lanjut seputar informasi dan tips penting tentang kredit rumah di Pusat Pengetahuan AturDuit.